Festival Perayaan Duan Wu (Bak Cang)

Festival Duan Wu Jie (端午節) atau biasa disebut Festival Twan Yang (Peh Cun, Bak Cang) jatuh setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Arti dari kata Twan Yang sendiri adalah saat dimana Matahari memancarkan cahaya paling kuat; yakni pada pukul 12 siang.

Mei 1998, Harga Yang Harus Dibayar Oleh Etnis Tionghoa

Di bulan Mei ini adalah hari-hari bersejarah yang kelam bagi etnis TIONGHOA di Indonesia akibat kasus KERUSUHAN 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Seperti yang kita ketahui bersama, etnis Tionghoa menjadi korban utama kekerasan yang terjadi pada peristiwa itu.

8 Festival Budaya Orang Tionghoa

Budaya Tiongkok sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia seiring dengan makin banyaknya penduduk mereka yang bermigrasi; salah satu Negara persebarannya mencakup Indonesia. Berikut beberapa tradisi etnis Tionghoa yang masih dilakukan di Indonesia :

 

Blog Tionghoa.INFO Ulang Tahun ke IV

4 years tionghoa

Tanggal 23 Juni 2016 ini blog Tionghoa.INFO genap berumur 4 tahun sejak artikel perdananya di post per tanggal 23 Juni 2012 lalu. Senang rasanya Tionghoa.INFO bisa tetap eksis di dunia maya untuk selalu menyebarkan info seputar Tradisi dan Budaya Tionghoa di tanah air. Berikut dapat kami bagikan sedikit bagaimana kisah perjalanan awal perkembangan Tionghoa.INFO hingga sekarang.

Pempek Palembang, Penganan Yang Sebutannya Berasal Dari Panggilan Apek

pempek palembang tionghoa china

Menurut sejarah, penganan Pempek mulai dikenal sejak abad ke 16 di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Saat itu Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama Pempek atau biasa disebut ‘empek-empek‘ diyakini berasal dari sebutan ‘apek‘, yaitu sebutan untuk seorang lelaki tua (Paman) etnis Tionghoa dialek Hokkian.

Pengalaman Pribadi : Budi Pribumi Terhadap Etnis Tionghoa

pernikahan tionghoa

Artikel ini sebagai bentuk respon pribadi atas artikel yang sebelumnya pernah diterbitkan blog Tionghoa.INFO dengan judul “Antara Pro Pembauran vs Anti Pembauran“. Ini juga ada hubungannya dengan artikel Tionghoa dan Kawin Campur yang ditulis oleh saudara Chen – Jakarta. Perlukah masyarakat Tionghoa meng-eksklusifkan diri nya di Indonesia? Perlu diingat, kita sudah lahir dan tumbuh besar serta mencari uang di negeri ini. Tidak ada alasan bagi kita sebenarnya untuk tetap menjaga jarak dengan penduduk lokal/pribumi. Tapi, kita juga tidak bisa memungkiri fakta sejarah dimana kita sebagai penduduk minoritas di negeri ini berulang kali dikecewakan dan dizolimi oleh kaum mayoritas.

Inilah 12 Jenis VISA Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Masuk Tiongkok

contoh visa tiongkok

Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok; disingkat RRT) merupakan salah satu Negara yang paling banyak dituju orang dari berbagai belahan dunia, baik itu untuk tujuan berwisata, melanjutkan studi, perjalanan bisnis, atau bekerja disana. Dengan memiliki luas wilayah daratan sekitar ± 9,6 juta km² (nomor 3 terluas di dunia setelah Negara Rusia dan Kanada), Negara ini memiliki berbagai macam tempat menarik yang bisa Anda kunjungi sebagai destinasi tujuan.

Zhang SanFeng, Pendekar Rendah Hati yang Misterius

Zang-San-Feng-Thio-Sam-Hong

Mengagumi kehebatan seni beladiri Tai Chi, Mendengar perguruan Bu Tong Pay, Melihat keindahan pegunungan Wu Dang (武當山), Maka kita akan membicarakan pendekar THIO SAM HONG yang juga dikenal sebagai sosok “immortal Taoist”. Sejarah tidak banyak mencatat biographi Thio Sam Hong, sangat sedikit sekali info yang didapatkan, oleh karena itu sosok pendekar Taoist ini adalah sangat  misterius.

Kapan ‘Kecinaan’ Akan Berhenti?

tong sin fu pelatih badminton_2

Kebrutalan dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998 menyebabkan terjadinya eksodus massal. Ribuan orang keturunan Tionghoa dari beberapa kota besar di Indonesia ‘melarikan diri’ ke negara-negara tetangga, seperti Singapore, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Australia (Pertanyaan : Kenapa Tiongkok bukan menjadi salah satu Negara yang dituju sebagai pelarian?)

Siapakah Provokator dan Rekayasa Peristiwa Mei 1998?

korban toko dijarah mei 1998

Kerusuhan 13-15 Mei 1998 di Jakarta berlangsung mengikuti tahapan-tahapan; kerusuhan dimulai dengan adanya aktivitas provokasi dan perusakan, kemudian diikuti penjarahan, dan diikuti dengan pembakaran. Pola kerusuhan dibeberapa wilayah juga berbeda-beda, ada wilayah tidak dijarah tapi dirusak dan kemudian dibakar, atau ada juga wilayah lain yang dirusak dan dijarah tapi tidak dibakar.

Peristiwa Mei 1998 di Jakarta : Titik Terendah Sejarah Etnis Tionghoa di Indonesia

kerusuhan mei 98

Kerusuhan 13-15 Mei 1998 di Jakarta merupakan malapetaka terbesar yang dialami bangsa Indonesia, khususnya bagi keturunan etnis Tionghoa. Apakah secara langsung kerusuhan tahun 1998 tersebut diarahkan pada orang-orang keturunan Tionghoa, memang tidak begitu jelas. Tapi bahwa mereka menjadi korban kerusuhan ini tidak bisa dipungkiri, karena penyerangan awal kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan di Jakarta dimulai dengan perusakan toko-toko dan rumah-rumah milik orang-orang keturunan Tionghoa.