10 Situs dan Aplikasi Populer yang Diblokir di Tiongkok

Tiongkok dikenal sebagai negara yang sangat ketat terhadap teknologi informasi. Pemerintah berhaluan komunis ini pun memblokir berbagai jenis situs Internet dan aplikasi digital populer. Bagi pembaca pengguna Internet dan hendak berkunjung ke Negeri Tirai Bambu, sebaiknya bersabar akan hal tersebut. Berikut daftar situs dan aplikasi yang diblokir di Negara Tiongkok hingga saat ini.

1. Google

Loading...

Tiongkok dan Google bagaikan hubungan dua orang yang sedang naik-turun. Tiongkok pertama kali memblokir Google pada 2002 dengan alasan banyaknya konten porno dan kekerasan yang tidak disensor. Google selanjutnya menyetujui sensor yang diberlakukan Tiongkok pada  tahun 2006. Permasalahan kembali terjadi antara Tiongkok dan Google yang masih belum jelas asal musababnya. Tiongkok pun kembali memblokir semua layanan Google yang lain, seperti Gmail, Google Maps, Google Plus, Google Drive, dan Google Photos. Meski Tiongkok memblokir semua situs ternama produk luar negeri mereka, termasuk Google, namun Negeri Tirai Bambu ini memiliki versi peramban (browser) buatan sendiri yang tak kalah cepat dan lengkap, yakni Baidu.

Baidu sendiri merupakan browser paling populer yang nyaris tanpa saingan. Sama seperti ketergantungan netter kepada Google, pengguna internet di Tiongkok juga sangat tergantung Baidu yang beralamat di baidu.com itu untuk informasi apapun yang dicarinya. Bahkan situs berbagi dan berkolaborasi pengetahuan seperti Wikipedia ada pada Baidu dengan nama Baidu Baike. Sama seperti Google, Baidu yang didirikan oleh Robin Li dan Eric Xu pada 1 Januari 2000 adalah mesin pencari informasi di web, penyimpan suara dan gambar. Baidu yang berkantor pusat di Distrik Haidian, Beijing memiliki lebih 40.000 pegawai dan merupakan bisnis bernilai miliaran dollar AS. Baidu yang “identik” dengan Goggle itu rupanya punya fitur keunggulan yang memungkinkan penggunanya bisa berkicau seperti di Weibo.

2. YouTube

Waktu beroperasi jarigan telah habis. Server YouTube membutuhkan waktu terlalu lama untuk menanggapai perintah masuk ke situs,” demikian bunyi pesan yang muncul di layar komputer jika membuka YouTube di Tiongkok. Situs berbagi video ini mulai diblokir pada tahun 2008 saat terjadinya kerusuhan di Tibet. Tibet yang masuk dalam wilayah kedaulatan Tiongkok memprotes kebijakan pemerintah terkait hak asasi. Tiongkok berdalih, larangan terhadap YouTube bakal menghindarkan masyarakat dunia akan informasi yang salah.

Youtube memang tidak akan pernah ditemukan di Tiongkok. Tetapi negeri ini punya kembaran situs berbagi video serupa bernama Youku yang tak kalah canggih dibanding Youtube yang sudah dimiliki Google. Situs Youku Didirikan oleh Victor Koo pada Maret 2003, jumlah pengguna aktifnya sudah di atas 500 juta. Di Tiongkok, Youku yang memiliki slogan “Dunia sedang Menonton” dan beralamat di Youku.com itu bersaing ketat dengan situs sejenis yang bernama Tudou yang beralamat di Tudou.com. Demikianlah, tumbuhnya pesaing menunjukkan bisnis tempat mengunggah video ini cukup menjanjikan.

3. Facebook

Tiongkok memblokir Facebook sejak tahun 2009 tidak lama setelah kerusuhan pecah di Xinjiang. Hal ini disesalkan Mark Zuckerberg selaku pendiri dan Chief Executive Officer Facebook. “Bagaimana Anda bisa menghubungkan dunia, jika Anda tidak menyertakan miliaran orang untuk berkomunikasi,” kata Zuckerberg saat itu.

Dia pun menempuh berbagai cara agar Facebook bisa diakses di negara tersebut. Zuckerberg bahkan menyampaikan pidato dan melakukan percakapan dalam bahasa Mandarin pada saat sesi tanya jawab bersama mahasiswa asal Tsinghua University di Beijing Tiongkok Oktober 2014 lalu. Tidak hanya itu, dia juga bahkan membuat video rekaman sendiri pada saat Tahun Baru Imlek Februari 2015.

Kembaran Facebook yang di Tiongkok bernama Renren, beralamat di renren.com, yang tentu saja bisa diakses dari manapun, termasuk dari Indonesia. Situs yang didirikan oleh Joseph Chen pada Desember 2005 merupakan situs pertemanan paling populer di Negeri Tirai Bambu ini, dimana popularitasnya bahkan mengalahkan situs pertemanan serupa asal Rusia, VKontakte. Memang tidak sebanyak Facebooker yang jumlahnya sudah di atas penduduk Tiongkok, pengguna Renren per akhir September 2014 lalu baru tercatat 219 juta dengan anggota aktif di atas 80 persen. Renren yang berarti “Setiap Orang” itu menawarkan sejumlah fitur yang tidak kalah lengkap dengan situs pertemanan besutan Mark Zuckerberg itu. Inilah yang kemudian membuat penduduk Tiongkok merasa nyaman-nyaman saja untuk urusan bersosial media.

4. Twitter

Sejak 2011, microblogging ini dilarang di Tiongkok. Rupanya, masyarakat tidak terlalu risau akan hal tersebut. Situs serupa buatan pengembang lokal, Weibo, menjadi populer di negara itu. Fungsinya pun sama, membagi cuitan, foto, dan video. Kalau Twitter juga sudah diblokir di Tiongkok, lalu bagaimana para warga nya bisa berkicau di internet? Mereka punya Weibo!

Situs microblog yang beralamat di weibo.com ini sudah digunakan oleh sepertiga penduduk Tiongkok. Data statistik menunjukkan, pada akhir tahun 2012, pengguna Weibo melebihi angka 500 juta dan diperkirakan awal tahun 2015 sudah menjadi dua kali lipat dari jumlah saat ini. Karena popularitasnya yang paling meroket, tidak aneh kalau Weibo terdaftar di pasar saham Nasdaq dengan kode WB per Maret 2014.

Weibo sebenarnya lahir pascakerusuhan Urumqi di pertengahan 2009 menyusul diblokirnya Twitter, Facebook dan sejumlah situs ternama oleh pemerintah Tiongkok. Sebulan kemudian Charles Chao meluncurkan versi beta “Twitter Made in China” ini dengan nama Sina Weibo. Saking senangnya penduduk Tiongkok berkicau, pesaing Weibo pun bermunculan, yakni Tencent Weibo dan bahkan peramban Baidu.

Loading...

5. Instagram

Aplikasi foto milik Facebook ini mulai dilarang pada tahun 2014 saat terjadi gelombang protes di HongKong. Rumor menyebutkan, tidak lama lagi Tiongkok akan membuka blokir. Namun belum jelas kapan hal tersebut dilakukan.

6. Flickr

Aplikasi foto buatan Yahoo! ini sempat dilarang selama beberapa saat pada tahun 2007. Namun, tanpa alasan yang jelas, kembali diblokir pada tahun 2014. Berbagai spekulasi menyebutkan, peraturan terkait dengan pemerintah Tiongkok yang tidak senang dengan pihak-pihak yang membagi foto secara bebas.

7. Bloomberg

Bloomberg diblokir sejak tahun 2012 ketika portal berita ekonomi ini menulis artikel mengenai kekayaan wakil presiden Xi Jinping dan keluarganya. Bloomberg tidak sendirian, portal berita asing yang juga dilarang yakni, Reuters dan Wall Street Journal.

8. Dropbox

Aplikasi penyimpanan berbasis komputasi awan atau cloud ini dilarang sejak tahun 2010. Namun, pengguna tetap bisa menggunakan layanan lewat program khusus penyimpanan selama empat bulan. Tidak jelas mengapa pemerintah Tiongkok melarang Dropbox.

9. PornHub

Alasan Tiongkok memblokir berbagai media sosial, yakni kekhawatiran akan pornografi. Maka tidak heran jika situs PornHub juga ikut diblokir. PornHub kini menjadi situs dewasa paling populer dan berada di peringkat 100 besar daftar situs terpopuler seluruh dunia menurut Alexa Rank.

10. Aplikasi Chatting Line & Kakao Talk

Pemblokiran kedua aplikasi chatting tersebut telah dilakukan sejak Juli 2014 lalu. Demi kepentingan nasional, pemerintah Tiongkok akan menghalau segenap aspek buruk yang merongrong masuk melalu dunia maya. Pemerintah Tiongkok sendiri memang sempat memberikan pengakuan resmi, pemblokiran ini bertujuan sebagai antisipasi dini dari ancaman terorisme. Meski tidak punya aplikasi untuk chatting seperti Whatsapp (USA), Line (Jepang) dan Kakao Talk (Korea Selatan), Tiongkok rupanya punya aplikasi chatting bernama WeChat yang tak kalah populer. Aplikasi berbasis “micro message” yang sudah ada sejak Januari 2011 ini ada di setiap platform seperti Android, iOS, BlackBerry OS, Windows Mobile, bahkan Symbian. Pada Agustus 2014 pengguna aktifnya sudah mencapai 438 juta dengan 70 juta di antaranya berasal dari luar Tiongkok! Selain itu, mereka juga masih punya aplikasi pengirim pesan instan lainnya yang bernama QQ yang dipegang oleh perusahaan Tencent Holdings Limited.

Bisa jadi, berbagai situs dan aplikasi yang lain seperti Linkedin, Viber, dan lain sebagainya juga mungkin tinggal menunggu waktu.

Sebenarnya apa yang dilakukan pemerintah Tiongkok sudah tepat. Dengan menutup akses terhadap aplikasi yang dibuat Barat, para developer aplikasi atau web enginer dari negeri ini ditantang untuk membuat aplikasi mereka sendiri. Pemblokiran ini justru merupakan sebuah peluang bagi mereka. Selain itu, dari sisi keamanan, cara memblokir situs atau aplikasi dari Barat itu efektif untuk membendung arus informasi yang tidak dikehendaki.

Namun di sisi lain, bagi warga Tiongkok yang telah melek internet, atau bagi mereka yang telah biasa mengakses dan menggunakan berbagai situs dari luar Tiongkok, sudah tentu akan menggerutu habis-habisan. Mereka seakan terputus dari dunia luar dan dalam sekejap kehilangan teman-teman serta konten di situs-situs yang telah diblokir tersebut. Ini ibarat seperti koin yang bersisi dua; dimana masing-masing memiliki sisi baik dan buruknya.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

One Response to 10 Situs dan Aplikasi Populer yang Diblokir di Tiongkok

  1. leo says:

    Saya tertarik dengan artikel yang anda buat mengenai ” 10 Situs dan Aplikasi Populer yang Diblokir di Tiongkok ” .
    Saya mempunyai tulisan yang sejenis dan mungkin bisa menjadi referensi tulisan anda selanjutnya yang dapat anda kunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...