5 Serba Serbi Festival Qixi (Malam ke 7 bulan 7) : Versi Hari Valentinenya Tiongkok

Festival Qixi (Hanzi : 七夕節; Pinyin : Qīxì jié) merupakan salah satu perayaan tradisional masyarakat di Tiongkok, dikenal pula sebagai Hari Valentine orang Tiongkok. Perayaan ini didasari oleh legenda romantis antara seorang gadis penenun dengan seorang pemuda penggembala.

Sebuah foto yang menggambarkan pertemuan Niulang dan Zhinu sekali setahun. So sweet 🙂

Perayaan ini jatuh pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek. Di tahun 2017 ini jatuh pada tanggal 28 Agustus 2017 (hari Senin). Tidak ada hari libur untuk perayaan ini.

A. Fakta Mengenai Festival Qixi :

Nama festival : 七夕节; Qīxījié; secara harafiah berarti Festival Malam ke 7
Tanggal : 28 Agustus 2017 (bulan ke 7 tanggal 7 penanggalan lunar)
Sejarah : lebih dari 2.000 tahun
Perayaan : saling memberikan hadiah (seperti bunga, cokelat, dasi, jam tangan …) kepada pasangan kekasih, kencan romantis, makan malam, nonton film, dll.

B. Festival Qixi (2016–2021)

Tanggal perayaan ini mengacu pada penanggalan Imlek, sehingga jatuh pada sekitar 21 hingga 51 hari setelah penanggalan Gregorian, yaitu sekitar periode 28 Juli hingga 28 Agustus.

Jadwal Festival Qixi hingga beberapa tahun ke depan :

Tahun 2016 : 9 Agustus
Tahun 2017 : 28 Agustus
Tahun 2018 : 17 Agustus
Tahun 2019 : 7 Agustus
Tahun 2020 : 25 Agustus
Tahun 2021 : 14 Agustus

Loading...

C. Sejarah dan Tradisi Festival Qixi

Festival ini telah dirayakan semenjak Dinasti Han (206 Sebelum Masehi – 220 Sesudah Masehi). Pada tanggal 20 Mei 2015 Festival Qixi dimasukkan ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh Dewan Negara Tiongkok. Kini banyak tradisi yang telah dihilangkan atau tidak lagi dijalani. Anda mungkin masih dapat menjumpai tradisi berikut di area pedesaan, seperti :

1. Unjuk kebolehan (pamer ketrampilan) adalah tradisi terpopuler bagi para gadis di malam Qixi. Antrian terpanjang untuk “memohon ketrampilan” adalah memasukkan benang dengan cepat ke lubang jarum di bawah cahaya bulan. Para wanita muda biasanya juga mengukir bunga eksotis, binatang dan burung langka pada kulit buah melon.

2. Bersembahyang kepada Dewi Penenun (bintang Vega/vega star; Zhinu) dengan menyiapkan meja persembahan berisi teh, anggur, buah-buahan, buah lengkeng, buah kurma, kacang-kacangan, dan biji buah melon. Pada malam hari para wanita muda duduk-duduk di sekitar meja, membuat sulaman, memandang ke arah bintang Vega dan memohon agar diberikan suami yang baik hati serta hidup yang berbahagia. Kemudian mereka akan memainkan permainan atau membaca puisi hingga tengah malam.

3. Menghormati sapi sang penggembala sapi, Niulang : anak-anak memetik seikat bunga liar dan menggantungkannya pada tanduk sapi untuk menghormati sang sapi yang legendaris.

4. Masyarakat membuat dan memakan “Buah Keterampilan” (巧果; qiǎo guǒ), yakni kue kering tipis yang digoreng dalam berbagai bentuk.

D. Bagaimana Festival Qixi Dirayakan Saat Ini?

Berikan bunga mawar kepada pasanganmu pada saat Festival Qixi, lalu lamar dia. Mimin jamin pasti akan diterima 🙂

Festival Qixi merupakan perayaan tradisional yang penuh romantika bagi masyarakat Tiongkok. Oleh karena era globalisasi di Tiongkok berkembang menjadi “Hari Valentine Tionghoa”.

Kini, masyarakat umumnya merayakan Chinese Valentine ini dengan menghadiahkan bunga, cokelat, dan bingkisan lainnya kepada sang kekasih, sebagai pengganti tradisi yang sudah ditinggalkan.

Walaupun di kota-kota besar di Tiongkok, Hari Valentine “versi barat” kini lebih populer di kalangan kaum muda dibandingkan dengan Festival Qixi, namun legenda romantis antara Niulang dan Zhinu sudah mengakar dalam hati masyarakat Tiongkok. Legenda ini akan tetap terus diceritakan dari generasi ke generasi.

E. Legenda Festival Qixi

Asal usul Festival Qixi berawal dari legenda seorang pemuda penggembala sapi dengan seorang gadis penenun (Niulang dan Zhinü).

• 牛郎 (Niúláng) ‘pemuda penggembala sapi’
• 织女 (Zhínǚ)  gadis penenun’ atau ‘Vega’

Loading...

Versi Singkat nya …

Kisah seorang pemuda penggembala sapi bernama Niulang, yang berkat pertolongan dari seekor sapi peliharaannya (konon merupakan jelmaan Dewa Ternak yang dihukum turun ke bumi) berhasil menikahi seorang peri bernama Zhinu, yang turun ke bumi menjadi seorang gadis penenun.

Ibu Zhinu yang adalah Dewi Kayangan, berniat untuk memulangkan Zhinu kembali ke kayangan. Niulang mengejarnya dengan mengenakan kulit sapi. Dewi Kayangan menciptakan sungai yang luas di angkasa untuk memisahkan mereka berdua, tetapi kemudian pada akhirnya mengijinkan burung-burung murai membentuk sebuah jembatan untuk mempertemukan kembali keduanya setahun sekali (Qixi). so sweet ya, hehehe

Untuk versi selengkapnya, lihat pada artikel 4 Legenda Tiongkok yang Paling Romantis berikut.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...