Audisi Pemilihan Koko Cici Jakarta 2016 Kembali Digelar Untuk Mencari Duta Kebanggaan Bagi DKI Jakarta

Seleksi Pemilihan Koko Cici Jakarta 2016 resmi digelar melalui Audisi tahap awal yang bertempat di Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, tanggal 19 dan 20 Maret 2016. Koko Cici Jakarta berharap melalui pemilihan ini, akan terlahir generasi-generasi muda penerus bangsa yang akan berperan aktif sebagai duta pariwisata, duta sosial dan duta budaya Tionghoa di DKI Jakarta.

Koko Ryan Junarta selaku ketua panitia mengungkapkan, “Setelah melakukan persiapan yang panjang, sampailah di salah satu kegiatan pemilihan kita yang pertama yaitu audisi awal. Berdasarkan 3B dan 1T, yaitu Brain, Beauty, Behaviour dan Talent yang akan menjadi standar penilaian untuk Pemilihan Koko Cici Jakarta 2016, diharapkan lahir generasi muda yang mau aktif dan berkembang demi kemajuan bangsa.”

Pada tahap seleksi awal, kemampuan berbahasa dan public speaking akan menjadi salah satu aspek penting yang akan menjadi tolak ukur penilaian para juri. Para peserta juga akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakatnya masing-masing di hadapan para juri yang merupakan Senior dari Koko Cici Jakarta. Para juri akan menyaring 50 orang semifinalis untuk mengikuti seleksi selanjutnya pada tanggal 2 April.

Di sini mereka akan dihadapkan dengan juri dari berbagai bidang, seperti bidang pariwisata, public speaking, kebudayaan Tionghoa, bahasa asing, psikologi, pemerintahan dan juri dari Ikatan Koko Cici Jakarta. Kemudian 16 pasang finalis yang terpilih akan menjalani karantina sejak tanggal 5 April hingga 18 April 2016 sebelum akhirnya tampil di malam Grand Final yang akan diadakan pada tanggal 19 April 2016 mendatang.

image

Audisi Pemilihan Koci Jakarta 2016

image (1)

Audisi pemilihan Koci Jakarta 2016

pemilihan koci jakarta tahun 2016

Tampak suasana audisi pemilihan Koko Cici Jakarta 2016 sedang berlangsung

Pemilihan Koko Cici Jakarta pertama kali diadakan pada tahun 2002 untuk mengembalikan citra Indonesia, khususnya kota Jakarta di mata dunia atas kejadian Mei 1998. Ide ini sendiri dicetuskan oleh Sarimun selaku Walikota Jakarta Barat waktu itu. Koko Cici Jakarta menjalani masa bakti dan tanggung jawab sebagai duta dalam bidang pariwisata, sosial dan tentunya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Tionghoa di DKI Jakarta dan Indonesia.

Sumber : Media Relation Koko Cici Jakarta

Loading...
Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...