Author Archives: Aldi The

Karya Sastra Dinasti Ming dan Qing

Dinasti Ming dan Qing terkenal dengan novel klasiknya. “Kisah Tiga Negara” (Sānguó Yǎnyì), “Batas Air” (Shuǐhǔ Zhuàn), “Perjalanan ke Barat” (Xīyóujì) dan “Impian Paviliun Merah” (Hónglóumèng) serta Jinpingmei (Jīn Píng Méi) yang menceritakan tentang petualangan Hsimen dengan enam istrinya. Sekarang, kelima karya sastra terkenal ini telah difilmkan dan telah menemukan popularitas yang baik di dalam dan di luar negeri.

Mata Ajaib, Bab 3

Bab Ke-3 : Dua paru sajak menjadi ikatan Pernikahan, tipuan sepasang muda mudi kasmaran memaksa ijin Ayah si Gadis

Setiba nya si nenek comblang di Pavilyun “Kenikmatan Musim Panas”, didengar nya tuan Tschan masih diatas bersama putri nya. Dia menunggu di dekat situ, di dalam bayang2 pohon yang teduh, sampai ia turun dan berjalan cukup jauh, lalu naiklah ia ke lauteng tengah membawa kabar untuk nona Sian Sian.

Mata Ajaib, Bab 2

Bab 2 : Seolah olah menggunakan ilmu sihir, seorang pemuda cerdik telah menuntaskan sebuah masalah pelik dan berhasil menyulut api asmara

Mungkin para pembaca tidak berhasil menebak apa sebab musabab yang membuat pemuda Khu bisa mengetahui kejadian2 di rumah gadis pujaan nya. Kita teruskan penuturan nya. Yang membuat si pemuda she atau marga Khu mengetahui kejadian2 dirumah pujaan hatinya ternyata bukan manusia dan juga bukan hantu, melainkan sebuah alat. Sebuah alat pembantu mata untuk melihat jauh. Meskipun manusia yang menggunakan nya mempunyai darah dan daging, tapi alat tsb mampu memberikan suatu kekuatan Supernatural kepada pengguna nya, yang bagaikan dewata bisa memperhatikan hal2 menarik dari kejauhan.

Mata Ajaib, Bab 1

Bab 1 : Ketika gadis2 cantik bermandi ria di kolam teratai, seorang pemuda kasmaran mengatasi jarak dengan bantuan “Mata Ajaib”

Pada jaman kekuasaan Mongol, masa pemerintahan Kaisar Zhìzhèng (1341-1368), hiduplah seorang Pensiunan Pejabat di Karesidenan Wu Tschou, Propinsi Tsche Kiang, bernama Tschan Pi Fong. Tuan Tschan sebelumnya menjabat sebagai Pengawas tinggi pembangunan jalan di Hsu Tschou, karena sudah merasa puas dengan kedua anak2 nya mau meneruskan tradisi keluarga dengan memangku jabatan di Pemerintah, maka ia meletakan jabatan nya secara sukarela dan menjalani kehidupan yang tenang agar sepenuhnya bisa menghayati seni literatur.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 12

Bab 12 :

Wusung dihukum buang ke perbatasan
Istri2 dan selir2 Hsimen bersenang senang di pavilyun air

Sebagai hukuman atas pembunuhan agen Li, oleh pengadilan Wusung dijatuhi hukuman pukul dengan tongkat sebanyak 40 kali, dikalungkan borgol besi dileher, di mukanya diberikan cap dengan stempel panas, lalu di giring oleh dua orang penegak hukum ke Mongtschou sebagai orang buangan, suatu perjalanan yang sangat panjang.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 11

Bab ke 11 :
Hsimen dan Teratai emas menikah secara diam2
Wusung salah tangan membunuh agen Li

Pada hari lainnya, Teratai emas mengundang ibu Wang untuk makan perpisahan, dan sekalian menitipkan si gadis kecil Ying’rl dibawah pengawasan dan perawatannya.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 10

Bab 10 :

Teratai emas mempertanyakan nasibnya.
Pendeta pembakar abu pemujaan mendengar suara orang bercinta.

Satu bulan telah berlalu, tanpa sekalipun Hsimen pernah mengunjungi Teratai emas. Sementara itu Hsimen telah berkenalan dengan seorang wanita kaya umur tiga puluhan, janda Mong Yuloh, dibawa kerumahnya, untuk menggantikan kedudukan Tscho Tiu’rl, istri ketiganya yang telah meninggal, dan juga telah mengangkat dayang Sun Hsueo menjadi istri keempat.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 9

Bab ke 9 : Houkiu kena sogok dan mengelabui langit
Ibu Wang sibuk membantu perkabungan

Pada pagi hari sekitar pukul sebelas, sebelum Houkiu akan pergi memasuki rumah duka, ia bertemu dengan Hsimen di perempatan jalan. Mereka akhirnya bercakap-cakap.

Chang E Terbang Ke Bulan

Pada setiap tanggal 15 bulan 8 penangalan bulan adalah tradisi merayakan pesta pertengahan musim gugur di Cina. Bulan pada hari tersebut tampak lebih besar, lebih bulat, dan juga lebih terang. Ketika bulan mulai muncul, setiap keluarga semuanya duduk berkumpul mengelilingi meja sambil menyantap kue bulan dan bercerita tentang legenda bulan dan kisah suka duka alam manusia dengan alam surga. “Chang’e terbang ke bulan” adalah salah satu cerita dan legenda yang menyentuh hati.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 8

Bab 8 : Yun menyusun rencana untuk menangkap tangan kedua Kekasih gelap.
Wuta diminumkan obat campur racun, dan mendapat kematian yang menyedihkan.

Setelah dipukul babak belur oleh ibu Wang, Yun pergi mencari Wuta. Di Jalan ia bertemu dengan nya dan menceritakan semua kejadian yang ia dengar dan ia alami. Kemudian kedua nya membuat rencana untuk menangkap basah perbuatan serong Teratai emas dengan Hsimen.

Loading...