Category Archives: Sastra

Inilah 4 Novel Klasik Termasyur Tiongkok

Pada periode Dinasti Ming hingga Dinasti Qing (1368-1911 M) merupakan masa berjaya nya berbagai karya sastra klasik Tiongkok; seperti Sānguó Yǎnyì (Kisah Tiga Negara), Shuǐhǔ Zhuàn (Batas Air), Xī Yóu Jì (Perjalanan ke Barat), dan Hóng Lóu Mèng (Impian Paviliun Merah). Karya-karya sastra klasik ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan banyak diangkat ke dalam bentuk TV Drama, film, dan buku novel.

Pencantuman Nama Tionghoa di Passport Amerika dan di Negara-negara Barat

Ada Pertanyaan yang datang dari sdr Edwin Li pada 13 Juli 2016 lalu sebagai berikut : Permisi admin, numpang tanya, nama mandarin saya Li Hui An (李輝安), koko saya Li Hong An dan sepupu saya Li Yung An. Setahu saya nama generasi itu ditaruh di tengah, tetapi mengapa keluarga saya menaruh nama generasi dibelakang? Mohon pencerahannya, terima kasih.

3 Cerminan Kehidupan Manusia Dalam Novel Tiongkok, Xi You Ji

Legenda Kera Sakti adalah salah satu bagian dari novel Perjalanan ke Barat (西遊記; Xi you ji) yang ditulis oleh Wu Cheng en (吴承恩) Beliau lahir di Sheyang, Huaian (sekarang propinsi Jiangsu) tahun 1501-1582 M, zaman dinasti Ming. Karya sastra Xiyouji sendiri diterbitkan pertama kali pada tahun 1592, 10 tahun setelah kematiannya.

Rayuan Pulau Kelapa Dalam Bahasa Mandarin

Banyak lagu-lagu Nasional Indonesia yang telah diterjemahkan dan dinyanyikan oleh para penyanyi Tiongkok karena kepopulerannya dulu. Salah satu lagu yang terkenal adalah lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Berikut Lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam bahasa Mandarin (Hanzi + Pinyin) :

Indonesia Pusaka Dalam Bahasa Mandarin

Hari ini tanggal 17 Agustus 2016 Negara kita merayakan Proklamasi Kemerdekaan ke 71. Sebagai hadiah, Tionghoa.INFO menyajikan lirik lagu Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki dalam Bahasa Mandarin (Hanzi + Pinyin). Berikut Lirik lagu Indonesia Pusaka dalam bahasa Mandarin :

Ungkapan Peribahasa : Kuda Tua Mengenali Jalan

Pada tahun 663 Sebelum Masehi, Adipati Huan dari Qi (齊桓公; Qi Huan Gong) memenuhi permintaan dalam membantu Negara Yan, untuk memimpin pasukan menyerang Negara Shanrong yang telah menginvasi Negara Yan. Perdana Menteri Guan Zhong (管仲) ikut serta dalam kampanye ini.

Sekilas Mengenai Marga Zhang (张)

Marga Zhang (Hanzi : ; pinyin : Zhāng) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Zhang dibaca ‘Thio‘ dalam dialek Hokkian; dan ‘Cheong’ dalam dialek Kanton. Menurut catatan, Marga Zhang (张氏; Zhāng shì) sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke 3 di Tiongkok dengan total diperkirakan 86 juta jiwa (belum termasuk dengan masyarakat perantauan dan keturunan yang menggunakan marga romanisasi di luar Tiongkok). Marga ‘Zhang’ sendiri menduduki urutan nomor 24 dalam Buku Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing [百家姓].

Battle of Jingxing : Berperang Dengan Memunggungi Sungai

Pada tahun 204 M Raja Han yang berkuasa, Liu Bang (刘邦), mengikuti strategi Jenderal nya Han Xin (韩信) untuk menyatukan Negara. Han Xin menyarankan terlebih dulu untuk menduduki Guanzhong; lalu setelah itu menyeberangi sungai Kuning di timur dan mengalahkan Raja Bao dari Wei. Selanjutnya bersiap-siap menuju ke timur untuk menyerang Raja Xie dari Zhao.

Sekilas Mengenai Marga Huang (黄)

Marga Huang (Hanzi : ; pinyin : Huáng) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Huang dibaca ‘Ng‘ dalam dialek Hokkian; dan ‘Wong’ dalam dialek Kanton. Menurut catatan, Marga Huang (黃氏; Huáng shì) sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke 7 di Tiongkok dengan total diperkirakan 29 juta jiwa (belum termasuk dengan masyarakat perantauan dan keturunan yang menggunakan marga romanisasi di luar Tiongkok). Marga ‘Huang’ sendiri menduduki urutan nomor 96 dalam Buku Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing [百家姓].

Sekilas Mengenai Marga Wang (王)

Marga Wang (Hanzi Tradisional : ; pinyin : Wang) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Wang dibaca ‘Ong‘ dalam ejaan bahasa Hokkian. Menurut catatan, Marga ‘Wang’ sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke 2* di Tiongkok (belum termasuk dengan masyarakat perantauan dan keturunan yang menggunakan marga romanisasi di luar Tiongkok). Marga ‘Wang’ sendiri menduduki urutan nomor 8 dalam Buku Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing [百家姓].

Loading...