Category Archives: Sastra

Ungkapan Mandarin 9

Ai chū fēng tóu
爱出风头

Suka menonjolkan diri sifat negatifnya.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menunjukkan seseorang yang biasanya sok cari nama, sok pamer, sok pinter, sok ramah dan sok-sok lainnya yang berkonotasi negatif. Misalnya nggak punya harta, tapi kemana-mana membawa dompet yang tebal, dan sering didepan umum membuka-buka dompetnya. Nggak bisa main basket, tapi sengaja berlagak meniru-niru Yao Ming dilapangan basket dsb.

Ungkapan Mandarin 8

Qiān lǐ sòng é máo
千里送鹅毛

Mengantar bulu angsa dari ribuan kilo meter jauhnya.

Ungkapan ini biasanya disambung dengan kalimat “Qian Li Song E Mao, Li Jing Jing Yi Chong”. Yang artinya walaupun sumbangan/hadiahnya cuma sedikit, tapi ketulusan hatinya sangat besar.

Ungkapan Mandarin 7

Jīngzhōng bàoguó
精忠报国

Setia dan tulus membela Negara.

Ungkapan ini sangat terkenal bagi etnis Tionghoa, karena inilah tulisan yang ditulis oleh ibunda Jenderal Yue Fei di punggung Jendral Yue Fei (jaman dinasti Song). Maksud ibunda Jenderal Yue Fei adalah untuk memberi semangat juang kepada anaknya supaya selalu tulus dan setia dalam membela Negaranya.

Ungkapan Mandarin 6

Dùn kāi máo sāi
顿开茅塞

Langsung terbuka sumbatan/ganjelannya/kebuntuan pikirannya.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menggambarkan suasana dimana seseorang yang tadinya pikirannya masih bingung atau buntu, mendadak seperti terbuka WU nya, gara-gara mendapat nasehat/teguran/percakapan orang lain atau membaca tulisan orang lain. Bisanya demikian, tentu kalau kita sudah terbiasa selalu memperhatikan hal-hal yang kecil-kecil dalam hidup kita dan berusaha lapang dada.

Ungkapan Mandarin 5

Méng hún guò guān
蒙混过关

Menggunakan tipu muslihat supaya bisa lewat dari pemeriksaan.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menceritakan suatu keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang yang berusaha berbuat langkah tipu muslihat, supaya bisa melewati pemeriksaan musuh.

Ungkapan Mandarin 4

Kě lián tiān xia fù mǔ xīn
可怜天下父母心

Harus bisa sayang dan memahami hati mulia para orang tua didunia ini.

Ungkapan ini mengajak kita untuk selalu bisa memahami kemuliaan hati orang tua kita, sehingga kita bisa lebih menyayangi orang tua kita.

Ungkapan Mandarin 3

Shù dà zhāo fēng
树大招风

Pohon yang sudah tinggi besar akan lebih diterpa angin.

Ungkapan ini mengingatkan pada kita, setelah anda belajar dan bekerja mencapai sebuah kesuksesan, maka secara alamiah anda akan mendapat beberapa ujian, seperti difitnah orang lain karena keirian dan kedengkian orang tsb, dihujat karena ada yang merasa koq dirinya lebih rendah dari anda dsb, baik secara halus maupun kasar. Itu semua adalah hal yang alamiah (Ce Ran) adanya.

Ungkapan Mandarin 2

Bǎi shàn xiào wéi xiān
百善孝为先

Dari ratusan perbuatan bijak, Xiao (berbakti kepada orang tua) lah yang harus diutamakan.

Ungkapan ini merupakan ungkapan yang sangat populer dikalangan etnis Tionghoa. Karena itu kita bisa melihat bahwa hampir sebagian besar etnis Tionghoa sangat berbakti kepada orang tuanya, kecuali yang telah dipengaruhi tradisi barat, mereka tega sampai menyuruh orang tuanya membayar bonnya sendiri ketika makan bareng di rumah makan.

Ungkapan Mandarin 1

Qīng jìng wú wéi
清静无为

Selalu berusaha berbuat sesuatu yang berguna untuk orang lain dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Inilah inti dari ajaran Agama TAO yang selalu dianjurkan kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup didunia yang fana ini. Dengan demikian kita bisa mengetahui betapa bijaknya seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Inilah 4 Novel Klasik Termasyur Tiongkok

Pada periode Dinasti Ming hingga Dinasti Qing (1368-1911 M) merupakan masa berjaya nya berbagai karya sastra klasik Tiongkok; seperti Sānguó Yǎnyì (Kisah Tiga Negara), Shuǐhǔ Zhuàn (Batas Air), Xī Yóu Jì (Perjalanan ke Barat), dan Hóng Lóu Mèng (Impian Paviliun Merah). Karya-karya sastra klasik ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan banyak diangkat ke dalam bentuk TV Drama, film, dan buku novel.

Loading...