Category Archives: Cerita Klasik Mandarin

Liaozhai Zhiyi, Kritik Sosial dalam Sastra Fantasi Supranatural era dinasti Qing

Pembaca pastinya lebih familiar dengan empat mahakarya sastra Tiongkok yang terkenal, yakni Roman Tiga Negara atau Samkok, Perjalanan ke Barat atau si Raja Kera, Batas Air, dan Impian Kamar Merah. Namun ada satu karya sastra klasik Tiongkok yang cukup menarik menurut saya karena isinya terdiri atas kumpulan cerita pendek supranatural berjudul Liaozhai Zhiyi (Hanzi : 聊斋志异, pinyin : Liáozhāi Zhìyì).

Inilah 4 Novel Klasik Termasyur Tiongkok

Pada periode Dinasti Ming hingga Dinasti Qing (1368-1911 M) merupakan masa berjaya nya berbagai karya sastra klasik Tiongkok; seperti Sānguó Yǎnyì (Kisah Tiga Negara), Shuǐhǔ Zhuàn (Batas Air), Xī Yóu Jì (Perjalanan ke Barat), dan Hóng Lóu Mèng (Impian Paviliun Merah). Karya-karya sastra klasik ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan banyak diangkat ke dalam bentuk TV Drama, film, dan buku novel.

3 Cerminan Kehidupan Manusia Dalam Novel Tiongkok, Xi You Ji

Legenda Kera Sakti adalah salah satu bagian dari novel Perjalanan ke Barat (西遊記; Xi you ji) yang ditulis oleh Wu Cheng en (吴承恩) Beliau lahir di Sheyang, Huaian (sekarang propinsi Jiangsu) tahun 1501-1582 M, zaman dinasti Ming. Karya sastra Xiyouji sendiri diterbitkan pertama kali pada tahun 1592, 10 tahun setelah kematiannya.

Mata Ajaib, Bab 3

Bab Ke-3 : Dua paru sajak menjadi ikatan Pernikahan, tipuan sepasang muda mudi kasmaran memaksa ijin Ayah si Gadis

Setiba nya si nenek comblang di Pavilyun “Kenikmatan Musim Panas”, didengar nya tuan Tschan masih diatas bersama putri nya. Dia menunggu di dekat situ, di dalam bayang2 pohon yang teduh, sampai ia turun dan berjalan cukup jauh, lalu naiklah ia ke lauteng tengah membawa kabar untuk nona Sian Sian.

Mata Ajaib, Bab 2

Bab 2 : Seolah olah menggunakan ilmu sihir, seorang pemuda cerdik telah menuntaskan sebuah masalah pelik dan berhasil menyulut api asmara

Mungkin para pembaca tidak berhasil menebak apa sebab musabab yang membuat pemuda Khu bisa mengetahui kejadian2 di rumah gadis pujaan nya. Kita teruskan penuturan nya. Yang membuat si pemuda she atau marga Khu mengetahui kejadian2 dirumah pujaan hatinya ternyata bukan manusia dan juga bukan hantu, melainkan sebuah alat. Sebuah alat pembantu mata untuk melihat jauh. Meskipun manusia yang menggunakan nya mempunyai darah dan daging, tapi alat tsb mampu memberikan suatu kekuatan Supernatural kepada pengguna nya, yang bagaikan dewata bisa memperhatikan hal2 menarik dari kejauhan.

Mata Ajaib, Bab 1

Bab 1 : Ketika gadis2 cantik bermandi ria di kolam teratai, seorang pemuda kasmaran mengatasi jarak dengan bantuan “Mata Ajaib”

Pada jaman kekuasaan Mongol, masa pemerintahan Kaisar Zhìzhèng (1341-1368), hiduplah seorang Pensiunan Pejabat di Karesidenan Wu Tschou, Propinsi Tsche Kiang, bernama Tschan Pi Fong. Tuan Tschan sebelumnya menjabat sebagai Pengawas tinggi pembangunan jalan di Hsu Tschou, karena sudah merasa puas dengan kedua anak2 nya mau meneruskan tradisi keluarga dengan memangku jabatan di Pemerintah, maka ia meletakan jabatan nya secara sukarela dan menjalani kehidupan yang tenang agar sepenuhnya bisa menghayati seni literatur.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 12

Bab 12 :

Wusung dihukum buang ke perbatasan
Istri2 dan selir2 Hsimen bersenang senang di pavilyun air

Sebagai hukuman atas pembunuhan agen Li, oleh pengadilan Wusung dijatuhi hukuman pukul dengan tongkat sebanyak 40 kali, dikalungkan borgol besi dileher, di mukanya diberikan cap dengan stempel panas, lalu di giring oleh dua orang penegak hukum ke Mongtschou sebagai orang buangan, suatu perjalanan yang sangat panjang.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 11

Bab ke 11 :
Hsimen dan Teratai emas menikah secara diam2
Wusung salah tangan membunuh agen Li

Pada hari lainnya, Teratai emas mengundang ibu Wang untuk makan perpisahan, dan sekalian menitipkan si gadis kecil Ying’rl dibawah pengawasan dan perawatannya.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 10

Bab 10 :

Teratai emas mempertanyakan nasibnya.
Pendeta pembakar abu pemujaan mendengar suara orang bercinta.

Satu bulan telah berlalu, tanpa sekalipun Hsimen pernah mengunjungi Teratai emas. Sementara itu Hsimen telah berkenalan dengan seorang wanita kaya umur tiga puluhan, janda Mong Yuloh, dibawa kerumahnya, untuk menggantikan kedudukan Tscho Tiu’rl, istri ketiganya yang telah meninggal, dan juga telah mengangkat dayang Sun Hsueo menjadi istri keempat.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 9

Bab ke 9 : Houkiu kena sogok dan mengelabui langit
Ibu Wang sibuk membantu perkabungan

Pada pagi hari sekitar pukul sebelas, sebelum Houkiu akan pergi memasuki rumah duka, ia bertemu dengan Hsimen di perempatan jalan. Mereka akhirnya bercakap-cakap.

Loading...