Category Archives: Cerita Klasik Mandarin

Ringkasan Cerita Sun Wukong Mengacau Langit

Saking besarnya ‘kecintaan’ saya terhadap legenda Sun Wukong, maka tersusunlah tulisan ini dalam bentuk ringkasan. Sekedar info, ringkasan cerita ‘Sun Wukong yang Mengacau Langit’ ini disusun dari berbagai sumber referensi, antara lain berasal dari buku-buku karya penulis terkenal Wu Cheng’en dan dari situs Wikipedia (de).

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 7

Bab 7 : Teratai emas menikmati kebahagiaan curian. Yun mengamuk di Kedai Teh.

Sambil menyerigai lebar ibu Wang mendekati Teratai emas dan berkata : “Aku akan membeli arak bagus di Yamen, jadi perlu waktu agak lama, harap temani tamu kita. Di guci masih ada sedikit anggur, ambillah bila cawan kalian kosong.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 6

Bab 6 : Ibu Wang mengincar uang comblang. Tipuan membuat Hsimen menikmati cinta terlarang

“Ibu Angkat, sepuluh ons perak akan menjadi milikmu, bila kau berhasil menuntaskan urusan ini!” desak Hsimen.
“Dengarkan aku tuan besar, belakangan ini tidak mudah untuk urusan begini. Untuk itu dibutuhkan 6 hal: tampang ganteng, banyak uang, umur muda, pakaian bagus, punya waktu, dan sesuatu yang kuat bagaikan kepunyaan keledai.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 5

Hari berganti bulan, dengan berakhirnya bulan ke 12, lambat laun datanglah waktu bunga plum. Pada suatu pagi yang menyenangkan, Teratai emas sudah rapih berpakaian, ia hanya tinggal menunggu suaminya berangkat, untuk mengambil tempat biasa, di teras di depan pintu. Adalah suatu pengalaman lama, pertemuan dua insan biasanya disebabkan oleh hal2 kebetulan yang sepele. Singkatnya, ketika si nyonya muda memasukan tongkat penganjal kebawah tirai bambu didepan pintu, tiba2 angin bertiup keras mendorong tangannya, sehingga tongkat terlepas menimpah kepala seseorang yang sedang lewat.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 4

Di balik tirai pintu, si cantik memintal benang lembut. Ibu Wang di kedai teh. Keesokan hari nya Wusung pindah ke rumah Wuta. Ketika beberapa Serdadu membawa masuk Koffer dan perlengkapan tidur, Teratai emas merasakan satu kepuasan, se-olah ada yang membawakan harta benda tak ternilai. Ia tidak ingin kehilangan kesempatan, esok pagi nya ia sudah bangun pada kentongan ke enam, pada saat ipar nya menyiapkan diri untuk berangkat apel pagi ke yamen.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 3

Suatu hari ditengah jalan Wu Sung mendengar seseorang memanggil : “Hei Wu Sung, lihatlah, aku disini!”. Ia berbalik, dan siapa yang ada di hadapan nya, Kakak nya Wu Ta yang sudah lama dicari. Kegagalan panen dan kelaparan telah menyebabkan Wu Ta meninggalkan kampung halaman, dan mengungsi ke kota Tsinghosian, dimana ia menyewa tempat tinggal. Postur tubuh yang lemah, penampilan yang minder, wajah yang jelek membuat nya diantara tetangga mendapat nama ejekan antara lain “si Kontet” dan “si Bonsai”, dan semua itu harus ditelan nya mentah2.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 2

Sebelumnya kita telah membaca Kisah Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab satu. Diceritakan sebelumnya bahwa Hsimen mengangkat saudara dengan 9 orang bergajulan, dan Wu Sung bertemu istri kakak nya. Hsimen melirik sekilas pada isi kotak, yang terdiri dari 8 paket dan langsung menyerahkan pada istrinya. Ia menyilahkan si kurir pulang dan ia pun pergi menemui istri ketiga.

Teratai Emas (Chin Ping Mei) Bab 1

Sebelumnya kita telah membaca bagian pengantar atau selayang pandang untuk kisah Teratai Emas (Jin Ping Mei). Diceritakan sebelumnya bahwa alur cerita dimulai dari sepenggal kisah di dalam Batas Air di mana Hsimen menggoda Pan Jinlian dan berkomplot membunuh Wu Ta suami Pan Jinlian. Cerita kemudian meneruskan penggambarkan kehidupan pribadi Hsimen sampai akhirnya bermasalah dengan Wu Song adik Wu Ta.

Teratai Emas (Jin Ping Mei) Selayang pandang

Teratai Emas atau Jin Ping Mei yang juga dikenal dengan Chin P’ing Mei atau Kin Ping Meh adalah sebuah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Ming. Jin Ping Mei adalah novel pertama yang menggunakan gaya bahasa vernakular (sehari-hari) dalam penulisannya, berbeda dari novel-novel klasik lainnya yang menggunakan bahasa klasik.

error:
Loading...