Category Archives: Sejarah

24 Nama Posisi Matahari Dalam Kalender Solar

Dalam kalender Asia Timur tradisional, 1 tahun dibagi menjadi 24 posisi surya/matahari. Dalam bahasa inggris ini disebut solar term, sedangkan dalam mandarin disebut Jieji (二十 四节气; Èrshísì jiéqì). Kalender solar ini dibagi berdasarkan pembagian ekliptika (lintasan yang dilalui matahari seperti terlihat dari bumi) menjadi 24 bagian, dengan jarak 15° satu sama lainnya.

Gusdur, Tokoh Muslim Tionghoa Yang DIHORMATI Etnis Tionghoa di Indonesia

Mengutip pernyataan Abdurrahman Wahid, atau biasa dipanggil Gusdur (1940-2009), seorang tokoh Muslim yang sangat DIHORMATI oleh seluruh etnis Tionghoa di Indonesia; karena pada 17 Januari 2000 Beliau mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6/2000 yang isinya mencabut Instruksi presiden No. 14/1967.

Inilah 9 Keturunan Etnis Tionghoa yang Mati-Matian Membela Indonesia!

Sentimen anti Tionghoa (anti Cina) bukan lagi hal yang baru di Indonesia; dan bahkan di dunia pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh migrasi orang Tionghoa dalam jumlah besar ke negara-negara lainnya di berbagai belahan dunia dengan alasan mencari peruntungan baru, memperluas jaringan bisnis, menempuh pendidikan, maupun memperbaiki tingkat kehidupan.

Daftar Tahun Shio, Unsur Shio dan Sifat

Daftar Shio menurut tahun kelahiran Anda ini akan berguna jika Anda tidak tahu apa shio Anda; atau bagi Anda lahir di awal tahun, sekitar bulan Januari atau Februari biasanya ada keraguan tahun mana yang dipakai sebagai patokan untuk perhitungan shio. Tabel ini berisi shio untuk 84 tahun, mulai dari tahun 1936 sampai tahun 2020, sehingga Anda bisa mencari shio untuk beberapa generasi.

Bao Zheng/Jaksa Bao; Hakim Teradil dan Terjujur

Bao Zheng (包拯) atau yang kita kenal dengan sebutan JAKSA BAO adalah seorang hakim dan negarawan terkenal pada zaman Dinasti Song Utara. Beliau lahir pada tahun 999 M dan mangkat pada tahun 1062 M. Karena kejujurannya dia mendapat julukan Bao Qingtian (包青天) yang berarti “Bao si langit biru”; sebuah nama pujian bagi pejabat bersih. Sementara musuh-musuhnya menjulukinya Bao Heizi (包黑子) yang artinya si hitam Bao karena warna kulitnya yang gelap. Nama kehormatannya adalah Xiren (希仁).

Berapa Jumlah populasi Etnis Tionghoa di Indonesia?

Berapakah sebenarnya jumlah populasi etnis Tionghoa di Indonesia saat ini? Ini merupakan pertanyaan klasik yang dari dulu banyak dicari orang. Tujuannya tak lain untuk mengetahui : Sebenarnya seberapa KUAT pengaruh etnis Tionghoa di Indonesia? Penulis akan mengulas berdasarkan sumber data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan sensus terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2010 lalu.

Pengalaman Pribadi : Budi Pribumi Terhadap Etnis Tionghoa

Artikel ini sebagai bentuk respon pribadi atas artikel yang sebelumnya pernah diterbitkan blog Tionghoa.INFO dengan judul “Antara Pro Pembauran vs Anti Pembauran“. Ini juga ada hubungannya dengan artikel Tionghoa dan Kawin Campur yang ditulis oleh saudara Chen – Jakarta. Perlukah masyarakat Tionghoa meng-eksklusifkan diri nya di Indonesia? Perlu diingat, kita sudah lahir dan tumbuh besar serta mencari uang di negeri ini. Tidak ada alasan bagi kita sebenarnya untuk tetap menjaga jarak dengan penduduk lokal/pribumi. Tapi, kita juga tidak bisa memungkiri fakta sejarah dimana kita sebagai penduduk minoritas di negeri ini berulang kali dikecewakan dan dizolimi oleh kaum mayoritas.

Zhang SanFeng, Pendekar Rendah Hati yang Misterius

Mengagumi kehebatan seni beladiri Tai Chi, Mendengar perguruan Bu Tong Pay, Melihat keindahan pegunungan Wu Dang (武當山), Maka kita akan membicarakan pendekar THIO SAM HONG yang juga dikenal sebagai sosok “immortal Taoist”. Sejarah tidak banyak mencatat biographi Thio Sam Hong, sangat sedikit sekali info yang didapatkan, oleh karena itu sosok pendekar Taoist ini adalah sangat  misterius.

Kapan ‘Kecinaan’ Akan Berhenti?

Kebrutalan dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998 menyebabkan terjadinya eksodus massal. Ribuan orang keturunan Tionghoa dari beberapa kota besar di Indonesia ‘melarikan diri’ ke negara-negara tetangga, seperti Singapore, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Australia (Pertanyaan : Kenapa Tiongkok bukan menjadi salah satu Negara yang dituju sebagai pelarian?)

Siapakah Provokator dan Rekayasa Peristiwa Mei 1998?

Kerusuhan 13-15 Mei 1998 di Jakarta berlangsung mengikuti tahapan-tahapan; kerusuhan dimulai dengan adanya aktivitas provokasi dan perusakan, kemudian diikuti penjarahan, dan diikuti dengan pembakaran. Pola kerusuhan dibeberapa wilayah juga berbeda-beda, ada wilayah tidak dijarah tapi dirusak dan kemudian dibakar, atau ada juga wilayah lain yang dirusak dan dijarah tapi tidak dibakar.

Loading...