Contoh Perhitungan/Cara Menghitung Bea Masuk Impor

Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan jual beli online. Beberapa toko online terbesar di tanah air, seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Mataharimall, Shopee, OLX, dsb. Namun semakin kesini, kebutuhan pasar online seakan mulai tidak tercukupi.

Sebagian dari mereka kini bahkan mulai berani mengimpor langsung barang dari toko online luar negeri, seperti Amazon, eBay, Gearbest, Rakuten, Alibaba, Taobao, dsb. Hal tersebut terjadi karena kebutuhan/barang yang mereka cari, tidak tersedia di toko online lokal.

Masalahnya, membeli barang dari luar negeri diatas $100 sudah pasti akan terkena bea masuk pajak barang impor. Sesuai peraturan terbaru Perdirjen No. PER-2/BC/2017 pada Maret 2017, barang yang bernilai diatas $100 akan terkena pajak bea masuk.

Umumnya sebagian besar barang2 yang masuk dari luar negeri memerlukan waktu proses yang lebih lama, karena orang2 dari bea cukai harus menentukan dan menghitung berapa nilai pajak yang harus ditebus/dibayar oleh pemesannya.

Hingga saat ini banyak masyarakat yang masih awam, yang bertanya-tanya mengenai bagaimana perhitungan pajak bea masuk kepabeanan yang ditetapkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  Dibawah ini ada contoh penjelasan terkait cara menghitung bea masuk.

A. Cara Menghitung Pajak Bea Masuk & Pajak Dalam Rangka Import (PDRI)

Hi, Saya Claudia (28), baru saja membeli RC Kit / Remote Control di rcmart.com Hongkong, senilai $162 dan $44 ongkos kirim/biaya ekpedisi. Sudah tentu kena pajak bea masuk ya? Kalau kena pajak, berapa kira-kira biaya yang harus saya bayar?

Hi Claudia!
Kalau seharga itu, nilai pabeannya sudah pasti kena bea masuk. Tinggal dihitung saja estimasinya, yakni :

Loading...

Nilai Pabean = Cost/FOB  (nilai barang) + Freight (ongkos kirim) + Insurance (asuransi)

1. Nilai pabean : Nilai yang digunakan sebagai dasar untuk penghitungan biaya bea masuk dan pungutan dalam rangka impor lainnya.

2. Cost/FOB : Nilai barang yang tercantum di faktur/nota pembelian.

3. Insurance (asuransi) : Nilai yang tercantum dalam polis asuransi. Jika tidak ada/tercantum, maka dianggap 0,5% dari FOB (Cost) + Freight (Ongkos kirim).

4. Freight : Biaya ongkos kirim sampai ke bandara/Negara lokasi tujuan pemesan.

Kalau dulu barang terbebas dari bea masuk asal total nilai diatas (nilai pabean) dibawah $50. Namun peraturan terbaru Perdirjen No. PER-2/BC/2017 pada Maret 2017, nilainya ditingkatkan menjadi dibawah $100.

Perhitungan lainnya yaitu melibatkan pajak barang mewah (BM), pajak PPN, pajak PPh dan pajak PPnBM.

1. Pajak barang mewah (BM) dapat dilihat di halaman : BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia). Tinggal isikan saja nama barangnya (sebelumnya pilih mau dalam uraian bahasa Indonesia/Inggris). Nanti akan muncul listnya. Umumnya berkisar antara 0%-20%. Misalnya ponsel, yang pajak BM nya 0%, atau baterai. Persentase pajaknya akan muncul di kolom BM Tax.

2. Pajak PPN (Pajak Pertambahan Nilai) : yang nilainya 10%.

3. Pajak PPh (Pajak Penghasilan) : 7,5% (jika punya NPWP) atau 15% (jika tidak punya NPWP).

Loading...

4. Pajak PPnBM (Pajak PPn Barang Mewah) : Berkisar antara 20-75%. Yang tergolong barang mewah itu seperti pesawat, kapal pesiar, mobil mewah, dan perhiasan (termasuk emas, berlian, tas, sepatu dan jam tangan bermerek).

B. Perhitungannya :

Nilai pabean : Nilai Barang $166 + Freight/Ongkos Kirim $44 + Asuransi (210 x 0,5%) = $211,05 (pembulatan saja ke 210 biar mudah dihitung).
Pajak BM : Apa jenis barang yang dibelinya. Mainan remot kontrol? Coba cek di halaman BTKI, berapa pajak berjenis mainan. Linknya sudah ada di artikel. Namun contoh saja katakanlah pajaknya 10%, JADI ($210 – $100 (pembebasan bea masuk) x 10% (nilai pajak mainan remot kontrol) = $11

PPN : ($210 – $100) X 10% = $11
PPh : ($210 – $100) x 15% = $16,5 (Diasumsikan Intan tidak punya NPWP, alias Non WP).
PPnBM : 0 (Mainan tidak termasuk kategori barang mewah khusus)

Totalnya = $11 + $11 + $16,5 + $0 = $38,5 (sekitar 519.750 jika pakai kurs 13.500).
Tambah biaya pelalubeanan/jasa handling, ini tiap kurir bervariasi. Kalau lewat POS Indonesia saat ini Rp.20.000,-. Kalau lewat DHL/Fedex Rp.50.000 s/d Rp.75.000,-.

Kira2 seperti itu model perhitungannya, yang paling penting itu menentukan berapa nilai pajak BM nya, lewat halaman BTKI diatas. Sebagai info, untuk barang berupa ponsel dan baterainya sendiri pajak BMnya adalah 0%.

Semoga membantu!

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...