Dewi Tian Shang Sheng Mu

Tian Shang Sheng Mu [Hanzi : 天上聖母; Pinyin : Tiān Shàng Shèng Mǔ] dikenal pula dengan sebutan Ma Zu [媽祖] atau Mak Co (dialek Hokkian) yang berarti ‘Ibu yang Suci’. Memiliki nama kecil Lin Mo Niang [林默 娘]. Lahir di Meizhou, Fujian, pada tanggal 23 bulan 3 penanggalan Imlek tahun Jian Long pertama pada masa pemerintahan Kaisar Tai Zu dari Dinasti Song Utara (960 Masehi), sebagai putri ke tujuh. Ayahnya bernama Lin Yuan yang pernah menduduki jabatan sebagai pengurus di Provinsi Fujian.

mazu goddess

Tampak Patung Mazu statue di Meizhou, Guangdong (foto : cits.net)

Karena hidupnya yang sederhana dan banyak berbuat kebaikan, masyarakat sering memanggilnya dengan sebutan Lin San Ren (orang yang berhati baik). Beliau dikenal sebagai Dewi Laut, penolong para pelaut, serta pelindung etnis Tiongkok di wilayah bagian Selatan dan para imigran di Asia Tenggara.

Loading...

Beliau meninggal pada usia ke 28 pada tahun 987; dan setelah kematian nya beliau banyak dihormati dan dipuja sebagai seorang Dewi dalam Agama TAO.

Pemujaan Tian Shang Sheng Mu dimulai pada dinasti Song dan terus berkembang terutama pada wilayah pesisir pantai dimana penduduknya bergantung dengan aktivitas kelautan, terutama di daerah Zhejiang, Fujian, Guangdong, Hainan, Taiwan dan tempat-tempat lain di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Hari Kebesaran Tian Shang Seng Mu diperingati setiap tanggal 23 bulan 3 Imlek.

qian li yan - sun feng er

Qian Li Yan dan Sun Feng Er (foto : foshanshuan.pixnet.net)

Pada masa Dinasti Song, perdagangan maritim Provinsi Fujian sangat berkembang. Para pelaut yang khawatir akan bahaya lautan selalu membawa arca Tian Shang Sheng Mu sebagai pelindung.

Dikisahkan bahwa Cheng Ho juga membawa arca dia dalam ketujuh pelayarannya yang terkenal. Sudah menjadi kebiasaan para pelaut semenjak masa itu untuk menyediakan altar Tian Shang Sheng Mu dalam kapal mereka. Beliau sering digambarkan/divisualisasikan bersama kedua pengawal siluman Qian Li Yan [千里眼] dan Sun Feng Er [順風耳].

Qian Li Yan berkulit hijau kebiruan, bertanduk dua, bertaring, dan memegang tombak; sedangkan Sun Feng Er berkulit merah kecoklatan, bertanduk satu, bertaring, dan memegang kapak bergagang panjang. Dikisahkan bahwa Qian Li Yan dapat melihat sejauh ribuan li sementara Sun Feng Er dapat mendengar sejauh ribuan li.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

One Response to Dewi Tian Shang Sheng Mu

  1. Jenny Liesanty Eriksen neé Liem says:

    Yes, I have with me a MakCo figure that I inherited from my father that inherited from his and so on…
    As story went once upon a time due to famine in their village(Fujian), my ancestor together with some local youngers sailed out to find somewhere else to live.
    The local priest gave them a MakCo figure to protect them underway. Finally they reached the coast in Semarang area & as the eldest my great-great-great Grandpa was to ‘take care’ of the MakCo as a token of gratitude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...