Fengshui Kuburan : Dikremasi vs Dikubur; Mana Yang Lebih Baik?

Selain membakar kertas dan hio untuk menghormati nenek moyang, kita harus meneliti fengshui kuburannya juga. Setelah selesai bersembahyang, kita selalu meletakkan kertas perak dan emas yang ditindih dengan batu di belakang/diatas kubur kan? Itu tanda bahwa kita telah memperbaiki ‘rumah’ nenek moyang.

Sebenarnya, teori ilmu titik kubur (墓箱学; Mù xiāng xué) ini sangat ilmiah. Kata orang, ibu dan ayah membawa kita ke dunia ini. Coba bayangkan, satu keluarga seperti sebatang pohon besar. Cucu dan cicit bagaikan ranting dan daun, Ibu dan Ayah bagaikan batang pokok, sedangkan nenek moyang bagaikan akar. Akar itu akan mencengkram tanah.

Jadi fengshui tanah itu mempengaruhi pokok (akar) tersebut; dengan arti kata lain, ia mempengaruhi nasib keluarga itu. Untuk itulah kita harus meninjau lokasi sekitar saat menziarahi makam nenek moyang.

A. Pada batu nisan, ada nama  yang ditulis dengan warna merah dan emas. Kenapa begitu?

Tampak sebuah kuburan yang bertuliskan tinta emas, yang artinya kuburan tersebut telah ‘dihuni’ oleh seseorang

Semasa menziarahi kuburan yang lama, jika tulisannya sudah pudar/luntur, kita harus menulisi kembali dengan maopi/kuas agar terlihat terang kembali.

Warna emas digunakan untuk orang yang telah meninggal. Sedangkan warna merah digunakan bagi mereka yang masih hidup. Hal ini biasanya terjadi pada suami istri berkongsi dalam satu batu nisan. Jadi, kedua nama orang itu (pasangan) diukir pada batu nisan yang sama.

Loading...

Biasanya tinta warna emas, hijau dan hitam digunakan untuk orang yang telah meninggal. Sedangkan warna merah dan ruangan (pada nisan) tanpa foto berarti orang itu masih hidup. Namun ada juga yang meletakkan huruf Shou  di bagian ruangan tempat foto. Itu juga bermakna sama.

B. Sekilas Mengenai Fengshui kubur. Dikremasi vs Dikubur; Mana yang lebih baik?

Tampak master fengshui Louis Luo Yiming (Malaysia) sedang melakukan pengukuran/perhitungan fengshui makam

Bagi orang Tionghoa, jasad seseorang biasanya dikebumikan atau dibakar (kremasi).

Mengebumikan jasad adalah bentuk cara tradisional etnis Tionghoa. Jadi pembakaran jasad jarang dilakukan pada jaman dulu. Tapi sejak agama Buddha tersebar di Tiongkok, cara ini mulai lazim dijalankan. Malah belakangan ini makin banyak orang yang memilih untuk melakukan kremasi.

Jika dibandingkan, biaya yang dikeluarkan dalam cara kremasi lebih murah dibanding dikubur. Namun, kedua hal itu ada bedanya. Lalu, mengkremasi atau menguburkan jasad, mana yang lebih baik?

Dari aspek fengshui, menguburkan jasad lebih baik. Apa sebabnya? Karena menurut ilmu titik kubur, orang tua membawa kita ke dunia ini. Jadi, selepas nenek moyang meninggal dan dikebumikan, jasadnya akan membusuk. Tulangnya akan menerima aura bumi, sehingga ia mampu membawa tuah atau musibah kepada keturunannya.

Sedangkan jika jasad nenek moyang dibakar, pengaruhnya tidak begitu kuat.

C. Lalu bagaimana dengan cara menghitung fengshui abu kremasi?

Luopan adalah kompas magnetik tradisional Tiongkok yang digunakan oleh praktisi Fengshui untuk menentukan arah yang tepat dari struktur atau lainnya.

Abu dari sisa jasad ditempatkan di rumah abu, dan dihitung dengan menggunakan luopan. Fengshui rumah abu ini juga akan mempengaruhi nasib keturunan. Jadi kita harus memilih letak yang baik dalam rumah abu, berdasarkan bazi nenek moyang (bazi terdiri 8 angka; yakni 2 angka tanggal, 2 angka bulan, 2 angka tahun, dan 2 angka jam kelahiran).

Apakah lokasi sekitar rumah abu akan mempengaruhi nasib keturunan? Mengenai hal itu, kita perlu melihat landskap area luar. Setelah itu, tentukan arah menara abu (papan nisan mini)

Loading...

D. Dalam fengshui kubur terdapat teori ilmu titik kubur. Apa itu?

Tampak salah satu kompleks perkuburan di Singapore. Setelah 15 tahun, tulang yang tersisa harus dikremasi, dan kuburan ybs akan ditempati oleh orang lain.

Lokasi tanah perkuburan yang lama umumnya tidak dirancang dengan baik. Jadi mungkin fengshuinya ada masalah. Untuk melihat fengshui kubur, kita perlu mengkaji ilmu titik kubur (墓箱学; Mù xiāng xué). Ilmu titik kubur sendiri terbagi menjadi 3 jenis , yaitu : titik manusia, rumah dan kubur.

Lalu bagaimana untuk melihat fengshui bentuk kubur? Kita perlu melihat apakah kubur itu terdapat masalah atau tidak, seperti :

  • Lihat apa kubur itu terdapat retak atau tidak?
  • Lihat apakah ada perubahan pada warna kubur (menjadi kusam/lusuh)?
  • Lihat apakah ada tumbuhan disekitar kuburan yang bermasalah?

Seperti badan kita, batu nisan leluhur melambangkan kepala dan badan keturunannya. Jika bagian atas batu nisan retak, maka bagian kepala keturunannya mungkin akan menghadapi masalah. Bagian bawah pada batu nisan melambangkan bagian perut.

Sementara bagian tepi kubur melambangkan anggota badan keturunannya. Jika terdapat retak, anggota badan keturunannya mungkin akan terpengaruh. Untuk itu, jika terdapat kerusakan atau retak pada bagian lain, perbaikilah secepat mungkin.

E. Beberapa contoh penerapan fengshui kubur

1. Ada satu kubur yang bagian tanahnya tampak tenggelam/amblas. Biasanya, bagian ini dijadikan seperti bentuk karapas kura-kura (gundukan). Keadaan ini amat biasa bagi kubur yang berusia 20 tahun keatas. Hal ini disebabkan karena bagian dalam belakang kubur tidak dibangun dengan bata.

Bagi kubur yang lama seperti ini, peti ditanam setelah lubang digali. Lalu lama kelamaan penutup petinya akan membusuk. Jadi, tanah diatas akan turut terbenam. Hal ini adalah kejadian biasa, dan bukan masalah besar. Pada hari cengbeng, timbunlah tanah baru diatasnya.

Tampak pada foto, merupakan contoh yang tidak baik dalam penataan aliran air, karena terdapat genangan air tanpa ada saluran pembuangan keluar yang memadai. Kubangan air akan menjadi kotor, dan merusak struktur fondasi kubur.

2. Tidak baik jika ada air tergenang, terutama dibagian depan kubur. Sebab, air tersebut akan menjadi kotor, biasanya kesehatan dan nasib keturunannya akan terpengaruh. Bagi kubur yang berada di tingkat rendah, air mungkin akan mengalir melalui kubur tersebut, sehingga menyebabkan keadaan tanah sekitar menjadi lembab.

Hal ini bukan saja akan merusak struktur bangunan kubur, malah kesehatan, nasib dan karir keturunannya akan terpengaruh. Banyak orang tidak berani memindahkan kuburan nenek moyangnya, padahal sudah jelas bermasalah. Mereka takut memindahkan kubur karena takut akan mendapat musibah. Pola pikir itu sebenarnya salah.

Coba bayangkan, jika ada seseorang yang tinggal dalam rumah yang buruk, tapi enggan untuk pindah. Ada malah yang bertanya, apakah memindahkan kubur bisa membawa musibah? Masalahnya, sekarang pun ia sudah mempengaruhi keturunannya. Jadi takut apa lagi?

Jika fengshui kubur bermasalah, minta pendapat pakar fengshui. Pilih tanggal baik untuk memindahkan ke tempat yang lebih baik.

Umumnya, ada 2 cara untuk mengurus masalah ini :

Pertama, buka peti dan kremasi sisa jasadnya.
Kedua, buka peti dan dikebumikan dalam kubur baru yang fengshuinya lebih baik.

Cara yang kedua lebih baik, sebab ia akan membawa kebaikan bagi keturunannya. Selain arah kubur, juga terdapat 5 elemen menentukan dalam perkuburan. Jika tidak, keturunannya mungkin dapat rezeki, tapi tidak bijak dalam mengelola keuangannya (banyak terbuang percuma).

Simak Video yang diulas oleh pakar fengshui Louis Luo Yiming asal Malaysia berikut dengan saksama, agar Anda bisa mendapat penjelasan mengenai fengshui kubur yang lebih detail.

F. Ada 5 faktor elemen yang mempengaruhi kubur. Apa sajakah itu?

Pertama, naga (龙; Lóng), yaitu bukit yang terdapat di belakang kubur. Bukit tersebut harus tampak penuh/padat dengan tumbuhan hijau.

Kedua, pasir (沙; Shā). Kubur yang baik mempunyai ‘bukit pasir’, di sebelah kiri yang melambangkan harimau hijau dan di sebelah kanan yang melambangkan harimau putih. ‘Bukit pasir’ tak seharusnya lebih tinggi daripada kubur.

Ketiga, air (水; Shuǐ), yang merujuk kepada tumbuhan yang melambangkan kekayaan. Asal ia tumbuh ditempat yang sesuai, kekayaan keturunan akan terjamin.

Keempat, goa (洞; Dòng), yaitu tanah perkuburan. Jika tanah perkuburan itu tidak dapat menyerap aura naga, meski terdapat elemen naga, pasir dan air pun menjadi tidak berguna.

Kelima, arah batu nisan (墓; Mù) juga amat penting dalam menyerap aura naga, tuah dan kekayaan. Jadi, kedudukan dan arah batu nisan haruslah tepat.

Kesimpulannya, Nasib seseorang itu ditentukan oleh :

♦ 33,4% ditentukan oleh Bazi 八字 (karakter kepribadian, kecerdasan mental, kemampuan)
♦ 33,3% ditentukan oleh Fengshui 风水 (fengshui rumah tinggal dan fengshui makam leluhur)
♦ 33,3% Usaha 努力 (pendidikan, kerja keras, perbuatan amal).

Fengshui kuburan amat penting karena mampu mempengaruhi nasib keturunan. Jadi, jangan lupa untuk meninjau fengshui leluhur anda!

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...