Fenomena Menegakkan Telur Ayam

Fenomena menegakkan telur ayam dapat dilakukan pada saat perayaan Duan Wu atau Bak Cang. Pada hari ini, kita dapat meletakkan/menegakkan telur ayam mentah dalam posisi berdiri diatas lantai atau meja.

Ini bisa dilakukan di sepanjang hari Duan Wu; namun waktu terutama berada pada siang hari pukul 12:00-13:00. Fenomena ini terjadi karena saat matahari memancarkan cahaya paling kuat, gaya gravitasi di tanggal ini adalah yang terlemah di sepanjang tahun, sehingga menyebabkan telur ayam mentah bisa berdiri tegak; dimana saat ini matahari sedang berada di “posisi istimewanya”, yakni tepat di atas khatulistiwa.

Loading...

Konon menurut para ahli, pada tanggal tersebut posisi bulan tepat berada pada satu garis lurus dengan bumi sehingga gaya gravitasi bulan pada tengah hari akan tepat berada dibawah bumi sehingga kuning-kuning telur akan tertarik sedikit lebih rendah dibanding pada hari-hari biasa.

Hal ini yang membuat titik berat telur lebih ke bawah dan membantu sang telur berdiri pada ujung lancipnya. Dan karena penanggalan imlek mengandalkan peredaran bulan, maka momen tersebut akan selalu jatuh tepat tengah hari tanggal 5 bulan 5 imlek, sehingga tradisi “mendirikan telur” juga merupakan bagian dari festival budaya ini, selain tentunya menyantap Bakcang.

Namun, selain pada saat momen perayaan Duan Wu (Bak Cang), konon tradisi “menegakkan telur” ini juga dapat dilakukan pada :

1. Saat Lichun (立春) yang menandakan awal permulaan Musim Semi di Asia Timur. Penetapan hari ini berasal dari kalender tradisional Asia Timur yang membagi tahun menjadi 24 bagian matahari. Lichun dimulai ketika matahari mencapai bujur langit 315° dan berakhir pada saat mencapai garis bujur 330°.

Lichun (istilah untuk garis bujur pertama) terjadi pada tanggal 04-05 Februari; dimana biasanya bertepatan atau agak bertepatan (15 hari pertama) dengan perayaan IMLEK.

2. Saat Kau Chun, tanggal 30 bulan 12 penanggalan IMLEK (namun perhitungan tanggalnya bisa berubah-ubah).

3. Pada saat spring/vernal equinox (20 Maret)

4. Pada saat summer solstice (21 Juni)

5. Pada saat autumnal equinox (23 September)

Tapi ada juga yang beranggapan bahwa untuk menegakkan telur dapat dilakukan setiap hari. Posisi matahari, bulan, dan bintang tidak ada hubungannya dengan aktivitas membuat telur berdiri. Ilmu Fisika mengajarkan bahwa benda dapat berdiri dengan stabil apabila titik beratnya tepat berada di atas titik tumpuan.

Demikian pula halnya dengan telur ayam. Membuat telur ayam berdiri di salah satu ujung lancipnya berarti membuat titik berat telur berada di atas titik tumpunya (bagian telur yang menempel dengan alas; posisi ujung lancipnya). Tentu saja telur akan menjadi lebih sulit berdiri apabila cairan di dalam telur masih bergerak-gerak.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...