Gongshou, Cara Penghormatan Tradisional ala Tionghoa

Gongshou (拱手), juga disebut ‘gong’ (拱),  atau ‘zuoyi’ (作揖). Merupakan tata krama dalam interaksi ketika saling bertemu di kalangan etnis Tiongkok dan perantauannya. Saat bertemu, kedua tangan saling memeluk dan diangkat di depan badan, memberi hormat kepada lawan bicara. Sejak jaman dulu tradisi ini sudah ada. Cara ini kemungkinan timbul karena meniru tangan budak yang terbelenggu, yang berarti kita bersedia menjadi budak si lawan bicara, bersedia diperintah.

Meski saat ini jabat tangan ala budaya Barat telah populer di Tiongkok, namun tradisi gongshou ini masih dilakukan; dilakukan seperti saat hari Imlek (saling memberikan ucapan Gongxi diikuti gerakan tangan gongshou), memberi ucapan selamat kepada pengantin baru, ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang, ucapan selamat atas buka usaha baru, saat memulai perlombaan wushu, kesenian barongsai dan sebagainya.

Loading...
gongshou-pada-film-drama-wuxia

Tampak Gongshou pada salah satu film serial Wuxia

cara-gongshou-tangan-tionghoa

Cara memberikan salam ala gongshou, wanita untuk gambar kiri; sementara pria untuk gambar kanan.

Cara memberikan salam ala gongshou sendiri dimasyarakat saat ini umumnya seperti gambar ilustrasi diatas. Namun ada beberapa pengecualian, seperti :

1. Pada olahraga Wushu, semua atlet akan melakukan gongshou seperti tampak seperti foto Jetli diatas; dimana tangan kiri membuka lurus, sementara tangan kanan menutup/melipat.

2. Pada jaman dahulu, cara memberikan gongshou oleh (1) bangsawan atau pejabat tinggi, dan (2) kaum terpelajar/sastrawan, umumnya seperti gambar ilustrasi dibawah ini :

gongshou-pejabat-tinggi

Gaya gongshou bangsawan atau pejabat istana kerajaan

gongshou-pelajar-sastrawan

Gaya gongsou kaum terpelajar atau sastrawan pada jaman dulu

Beberapa orang menyebutkan bahwa sebenarnya gongshou memiliki kelebihan daripada jabat tangan, diantaranya :

Pertama, lebih higienis. Karena tangan kita tidak bersentuhan dengan tangan lawan bicara, maka gongshou lebih higienis daripada jabat tangan.

Kedua, lebih praktis. Memberi hormat kepada ratusan atau bahkan ribuan orang, cukup dengan melakukan gongshou satu kali. Apabila kita berjabat tangan, harus menjabat tangan orang satu per satu.

Ketiga, lebih indah. Postur tubuh saat melakukan gongshou lebih gagah dan elegan dibandingkan dengan berjabat tangan.

Keempat, lebih bebas. Jabat tangan memerlukan kerjasama kedua belah pihak, barulah jabat tangan itu dianggap telah dilakukan. Sering kita menjumpai atau bahkan mengalami sendiri, dimana ketika kita sudah mengulurkan tangan namun lawan bicara kita tidak melihatnya, sehingga jabat tangan tidak terjadi, dan akibatnya kita merasa canggung. Berbeda dengan gongshou, dimana tidak memerlukan balasan dari lawan bicara. Kita bebas mau melakukan gongshou kapan saja (sumber : belajartionghoa.com).

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...