Inilah 5 Hal Tentang Arak Tradisional Tiongkok Yang Perlu Anda Ketahui

Arak (Hanzi : ; pinyin : jiǔ) adalah adalah minuman khas yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Tiongkok. Disana, arak memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dibanding sejarah teh. Pada tahun 1986, sebuah botol arak yang ditemukan di Propinsi Henan, diketahui telah berusia lebih dari 3000 tahun. Mulai dari acara jamuan makan, pernikahan, hari ulang tahun, pembukaan toko, sampai perayaan tahunan, tidak akan lepas dari acara minum-minuman keras yang satu ini. Saat ini hanya tinggal sebagian kecil orang Tionghoa yang gemar menenggak minuman beralkohol jenis Arak tradisional nenek moyangnya ini. Banyak diantara mereka yang hanya meminumnya pada saat perayaan tertentu saja.

A. Jenis-Jenis Arak Tiongkok

1.Huang Jiu (黄酒)

arak kuning huang jiu

Arak kuning ‘Huang Jiu’ (foto : cnjiuzhi.com)

Arak Huang jiu, biasa juga disebut arak kuning. Terbuat dari biji-bijian yang diragikan dan tidak disuling. Arak ini tidak terlalu keras dan sering dipakai untuk campuran memasak. Warna Huang Jiu beraneka ragam, mulai dari yang berwarna kuning terang sampai yang berwarna kemerah-merahan. Hong Jiu (红酒) atau arak merah yang sering dipakai untuk memasak Chinese food di Negara kita juga termasuk dalam kategori ini. Beberapa jenis arak kuning yang terkenal antara lain :

♦ Arak  perawan merah Nu Er Hong (女兒紅)
♦ Arak sarjana merah Zhuangyuan Hong (状元紅)
♦ Arak beras Shaoxing Jiu (绍兴酒)
♦ Arak Huadiao Jiu (花雕酒)

2. Bai Jiu (白酒)

arak putih bai jiu

Arak putih ‘Bai Jiu’ (foto : wine-world.com)

Arak Bai jiu, biasa juga disebut arak putih. Berbeda dengan Huang Jiu, kadar alkohol dalam Bai Jiu sangat tinggi. Minuman ini dibuat dari biji-bijian yang diragikan dan kemudian di suling. Contoh arak putih yang terkenal antara lain :

Loading...

♦ Arak Mao Tai (茅台酒)
♦ Arak Yanghe Da Qu (洋河大曲)
♦ Arak Fen Jiu (汾酒)

3. Arak buah (水果酒)

arak buah shui guo jiu

Arak buah ‘Shui Guo Jiu’ (foto : hk.deals.yahoo.com)

Arak Shuiguo Jiu, biasa juga disebut arak buah atau arak anggur. Banyak yang beranggapan bahwa teknologi membuat arak dari buah-buahan (khususnya anggur) masuk ke Tiongkok pada waktu Dinasti Han melalui jalan sutra. Namun berdarkan penelitian arkeolog, sisa-sisa arak yang terbuat dari buah ternyata sudah ditemukan dalam tempayan yang berusia 4000-5000 tahun di Tiongkok.

4. Arak Obat (药酒)

Arak obat ginseng ren shen shu

Arak obat biasanya terbuat dari tanaman obat, seperti ginseng (foto : wikiland.com)

Arak Yao Jiu, biasa juga disebut arak obat. Sesuai namanya, arak obat memang dibuat dengan mencampurkan berbagai herbal berkhasiat, seperti Ginseng (人蔘屬; Rén shēn shǔ). Yang termasuk dalam kategori arak obat ini antara lain :

arak wu jia pi

Tampak bahan utama dalam membuat arak Wu Jia Pi : Acanthopanax Root Bark (foto : tcm100.com)

Arak Wu Jia Pi (五加皮; Acanthopanax Root Bark). Arak ini biasanya dipakai untuk mengobati sakit rematik, memperkuat persendian tendon dan tulang. Selain ini arak ini juga berguna untuk mengobati lemah dan sakit pinggang dan lutut, serta mengobati penyakit angin lambung.
Arak Dang Gui (当归; Angleica Sinensis). Arak ini berguna untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh.
Arak Tu Su (屠蘇酒). Arak ini diramu dari tujuh macam tanaman berkhasiat. Biasa diminum pada saat Tahun Baru Imlek.
Arak Wuxiang Jiu (五香酒). Arak yang satu ini bukan untuk diminum, namun untuk dioleskan pada bagian tubuh yang terluka atau memar. Arak ini cukup populer di kalangan praktisi Wushu.
Arak Lu Jiu (鹿酒), atau arak ‘anunya’ menjangan (rusa). Sesuai namanya, jamu ini memang terbuat dari ‘anunya’ menjangan (rusa) yang dipotong, dikeringkan, lalu kemudian direndam dalam alkohol. Arak ini berguna untuk meningkatkan vitalitas lelaki.

B. Arak Dalam Kebiasaan Tradisi

1. Kedai arak pada zaman dulu memasang bendera arak di depan tokonya. Ketika hari masih pagi dan persediaan masih banyak, bendera itu digantungkan tinggi. Sebaliknya kalaua sudah mau habis, benderanya digantung rendah.

kedai arak zaman dulu

Tampak lukisan kedai arak

2. Sebelum diminum, arak biasanya dihangatkan terlebih dulu. Selain agar lebih nikmat, hal ini juga berguna untuk mengurangi kadar alkohol yang terkandung dalam arak.

3. Arak dituangkan ke tanah saat bersembayang menghormati leluhur.

4. Ritual mengangkat saudara dilakukan dengan mengiris jari dan menuangkan setetes darahnya ke dalam cawan arak, kemudian pihak-pihak yang terlibat harus meminumnya.

Loading...

5. Menolak arak yang disuguhkan pada kita dianggap kurang sopan. Sebagai alternatif, kita bisa membawa teman yang jago minum untuk menggantikan kita, menggunakan alasan kesehatan, atau minta diganti teh.

lukisan sam kok

Kisah tiga saudara yang mengangkat sumpah setia bersama : Guan Yu, Liu Bei, Zhang Fei pada kerajaan Shu

6. Kata ’Gan bei’ (hanzi : 乾杯) berarti ’cheers’, umumnya selalu diucapkan setiap akan bersulang. Artinya kita harus menghabiskan arak dalam sekali teguk dan menunjukan cangkir yang kosong itu.

C. Arak Dalam Festival

Beda perayaan beda juga jenis arak suguhannya. Arak yang diminum pada saat acara festival tahunan biasanya masuk kategori arak obat yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Beberapa festival yang biasanya sering ditemani oleh minuman khas ini adalah :

1.Festival Tahun baru Imlek : Arak Tu Su Jiu (tu su wine)

tu su jiu

Tu Su Jiu, cocok dinikmati di semua festival tradisional tionghoa (foto : cssn.cn)

Tu Su Jiu (屠蘇酒) atau arak herbal. Arak ini biasanya diminum pada hari perayaan Imlek. Menurut legenda, arak ini dipopulerkan oleh tabib Sun Simiao dari dinasti Tang. Adapun nama ‘Tu Su’, konon diambil dari rumah tabib Sun yang beratapkan ilalang (tu su berarti atap ilalang).

2. Festival Duan Wu (bakcang) : Arak Xionghuang Jiu (realgar wine)

xiong huang jiu

Xiong Huang Jiu, paling cocok dinikmati saat perayaan bakcang (foto : read01.com)

Xionghuang Jiu (雄黃酒) berfungsi sebagai penangkal racun, antiseptik dan penolak bala. Arak ini biasanya diminum pada hari perayaan Duan Wu yang diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 Imlek, karena hari itu dipercaya banyak hewan beracun yang berkeliaran. Arak ini pulalah yang membuat Bai Suzhen kembali kewujud aslinya, yaitu seekor ular putih, dalam cerita White Snake Legend.

3. Festival Tiong Chiu (kue bulan) : Arak Guihua Jiu (osmanthus wine)

gui hua jiu

Gui Hua Jiu, paling cocok dinikmati saat perayaan kue bulan (foto : 360doc.com)

Guihua Jiu (桂花酒) konon sudah ada sejak zaman negara-negara berperang (Zhan Guo). Arak ini biasanya diminum pada hari perayaan Tiong Chiu setiap tanggal 15 bulan 8 Imlek. Bunga osmanthus memang sedang mekar-mekarnya pada bulan ke 8, makanya minuman fermentasinya dipilih sebagai teman menyantap kue bulan. Rasanya yang manis melambangkan kebahagiaan & perjumpaan kembali.

4. Festival Chong Yang (double nine) : Arak Juhua Jiu (chrysanthemum wine)

ju hua jiu

Ju Hua Jiu, paling cocok dinikmati saat perayaan chong yang (foto : 58pic.com)

Juhua Jiu (菊花酒) atau arak bunga krisan. Arak ini biasanya diminum pada hari perayaan Chong Yang setiap tanggal 9 bulan 9 Imlek. Masyarakat Tiongkok zaman dulu biasanya akan naik ke gunung sambil membawa daun Zhuyu dan arak krisan. Berdasarkan cerita rakyat, kebiasaan ini muncul atas anjuran seorang Taois bernama Fei Changfang. Meminum arak krisan diyakini bisa menjernihkan panca indera & merngobati sakit kepala.

D. Aneka Permainan Sebagai Teman Dalam Minum Arak

Aneka permainan dalam minum arak bersama teman ada banyak. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah adu sastra dalam membuat puisi, dimana salah seorang membuat puisi lalu meminta temannya untuk melanjutkan; dan permainan melempar dadu (menebak jumlah angka besar atau kecil).

E. Cerita Tentang Arak Yang Ternama

1. Arak Nu Er Hong & Zhuangyuan Hong

arak nu er hong

Arak Ni Er Hong atau arak perawan merah (foto : blog.udn.com)

Arak Nu Er Hong (女兒紅) mungkin adalah arak yang paling sering disebut dalam film-film bergenre Wuxia. Arak tersohor ini berasal dari Shaoxing, Propinsi Zhejiang. Menurut kebiasaan disana, seorang ayah akan mengubur guci arak saat menunggu kelahiran anaknya. Nantinya saat si anak menikah, arak itu akan dikeduk & disajikan pada handai taulannya. Awalnya yang dikenal hanya Nu Er Hong (Arak Perempuan Merah) saja. Disebut demikian karena disajikan pada pernikahan anak perempuan yang berpakaian serba merah. Tapi belakangan muncul juga Arak Zhuangyuan Hong (状元) atau ‘Sarjana Merah’ untuk anak laki-laki.

Menurut legendanya, pada zaman dulu ada seorang penjahit yang tengah bersukacita menunggu kelahiran anak pertamanya. Menjelang hari kelahirannya, calon ayah itu memborong berguci-guci arak kuning kualitas nomor satu untuk menjamu para tamunya. Tapi betapa kecewanya Dia ketika mengetahui bahwa bayinya ternyata perempuan.

”Untuk apa punya anak perempuan! Masih kecil jadi tanggungan orang tuanya & setelah besar nanti merad mengikuti suaminya.” keluhnya sedih. Dia kemudian mengubur arak yang sudah dibelinya kedalam tanah.

Belasan tahun kemudian, bayi itu telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, berbakti & pandai. Berkat tangan dinginnya juga usaha jahitan ayahnya semakin maju. Singkatnya, Dia adalah teladan bagi semua perempuan muda di desanya. Bahkan anak laki-laki saja mungkin tidak ada yang secemerlang dia.

Pada hari perkawinan putrinya, rumah si penjahit kebanjiran tamu, sampai-sampai dia kehabisan stok arak. Saat itulah dia teringat arak yang dipendamnya dulu & langsung dikeduknya. Setelah dicicipi oleh para tamunya, rasa arak ini ternyata enak dan wangi, benar-benar arak berkualitas tinggi.

Sejak saat itu, masyarakat di Shaoxing dan sekitarnya ikut-ikutan memendam arak saat istrinya hamil. Belakangan, kepopuleran arak ini mulai berkembang dan akhirnya diperjualbelikan.

2. Arak Mao Tai

arak mao tai

Arak Mao Tai dalam kemasan modern yang diproduksi secara massal

Kalau Arak Nu Er Hong adalah arak yang sering disebut di film Wuxia, maka Arak Mao Tai (茅台酒) adalah arak yang banyak dipakai dalam literatur klasik. Minuman ini dikenal sebagai arak nomor satu, dan disajikan dalam acara-acara kenegaraan. Arak Mao Tai konon harus dibuat dari air sungai Chi Sui (Sungai Merah) dari Dusun Mao Tai di Guizhou.

Menurut legenda, tersebutlah seorang gadis yang menggelandang sendirian di suatu musim dingin yang hebat. Dengan memelas dia meminta seteguk arak pada tiap kedai yang dialuinya untuk menghangatkan badannya. Tapi tak ada satupun juragan yang mau membagikan arak mereka.

Setelah berputar-putar, ahirnya hanya ada satu pasangan renta yang mau memberinya arak. Mereka bahkan mengajaknya untuk bermalam di gubuk reot mereka. Malamnya sang kakek bermimpi didatangi Dewi Yidi (Dewinya Arak) yang wajahnya persis dengan gadis yang ditolongya tadi.

Setelah memuji kemurahan hati sang kakek, Dewi Yidi kemudian memintanya untuk membuat arak dari sungai yang mengalir di dekat rumahnya.

“Mana ada sungai didekat rumahku?, sentak si kakek kebingungan.

”Ada kok, coba saja besok kakek lihat sendiri”, ujar Dewi Yidi lembut. Lalu Dia pun menghilang.

Benar saja, keesokan harinya si kakek menemukan sebuah sungai yang berada di dekat rumahnya. Kakek itu pun buru-buru bersujud pada langit, karena dia meyakininya sebagai karunia dari Thian. Arak yang dibuat dari air sungai tersebut konon tak ada tandingannya sampai sekarang.

Menurut kepercayaan, kalau orang kaya yang membuat arak dari sungai merah pasti tak enak. Tapi kalau orang miskin yang buat rasanya pasti luar biasa.

Selain itu, masih banyak lagi kisah legenda tentang arak dalam sejarah Tiongkok. Misalnya :

1. Kisah Tao Yuanming, seorang penyair pada zaman Dinasti Jin, tidak dapat hidup tanpa arak dalam sehari.

2. Kisah penyair besar Li Bai pada zaman Dinasti Tang dapat menulis 100 syair setelah minum arak; semakin banyak arak yang ia minum, semakin baik pula puisi yang ia tulis.

3. Kisah Wu Song, seorang pemberani dari Liangshan pada zaman Dinasti Song, meminum 18 mangkuk arak tanpa henti, dan kemudian dengan tangan kosong bertarung dan membunuh seekor harimau besar.

4. Kisah Pengemis Su (Beggar So). Banyak film tentang Kungfu Mabuk (醉拳; Zui quan) sering menghubungkan jurus ini dengan Pengemis Su Can (蘇燦). Dialah yang menjadi guru Jackie Chan dalam film ‘Drunken Master’ tahun 1978. Lalu siapakah Su Can? Nampaknya tidak ada catatan sejarah yang mengulas tentangnya. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, Su Chan adalah penduduk asli Propinsi Henan yang belakangan pindah ke Propinsi Guangdong. Dia bersama adik perempuannya mencari nafkah dengan menjual atraksi beladiri di jalanan. Bersama Huang Qiying (黃麒英; Kanton : Wong Keiying), ayah Huang Feihong, Su Can konon diyakini sebagai salah satu dari anggota 10 Harimau dari Kanton (10 jagoan beladiri legendaris dari pada masa dinasti Manchu).

5. Pada tahun 1915 di World Expo Panama, Tiongkok ingin memamerkan Arak Mao Tai, namun pihak panitia merasa botol Mao Tai yang terbuat dari porselen tidak begitu menarik dan menolak untuk memamerkannya. Delegasi Tiongkok sangat marah. Mereka bertengkar dengan sengit, dan tiba-tiba seorang anggota delegasi Tiongkok dengan sengaja menjatuhkan sebotol Mao Tai ke lantai. Botol yang pecah mengeluarkan aroma arak yang memenuhi ruangan itu. Delegasi dari negara-negara yang lain takjub dengan wangi dari arak tersebut. Akhirnya, Mao Tai diberi penghargaan sebagai ‘Merek Terkenal Dunia’, dan memenangkan penghargaan medali emas pada saat itu.

Sumber referensi : budaya-tionghoa.net; belajartionghoa.com

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...