Instrumen Dalam Kelenteng

1. Gapura Kelenteng

Lambang penyelamatan bagi semua makhluk hidup yang digambarkan oleh langit dan bumi atas alam semesta yang teratur, aman dan subur mencapai status sempurna. Barang siapa memperoleh kesadaran Tao, maka ia akan menikmati kesucian dan ketenangan yang kekal abadi. Artinya sebelum kita memasuki Kelenteng kita harus mempersiapkan hati dan diri yang bersih.

Loading...

2. Pepatah/Kata Kiasan Di Atas Gapura

Hong Tiauw I Sun, Kok Tay Ping An
Artinya : Angin, hujan akan selaras hingga tercapainya negara aman, rakyat makmur sejahtera.

Fu Rung Tung Hae, Sou Pie Nan San
Artinya : Berkah & rejeki sedalam tautan tiada habis. Umur setinggi gunung bagai pohon cemara tidak pernah layu.

3.  Dua Buah Tempat Bakar Kertas

Menunjukkan Yin dan Yang. Sebelah kanan mewakili permohonan dari para Sinbeng sekalian. Sebelah kiri mewakili ucapan terima kasih atas berkat dan berkah kehidupan yang sudah mereka terima.

4. Atap Kelenteng Berbentuk Perahu

Melambangkan langit yang tiada batasnya sebagai pemberi berkah bagi semua makhluk hidup. Biasanya diatap Kelenteng terdapat sepasang naga dan bola apinya atau Hou Lou (labu).

5. Tiga Pintu Masuk Kelenteng

Pintu masuk kiri melambangkan “Pintu Naga”, umat yang akan masuk dan berdoa di dalam Kelenteng hendaknya menyiapkan hati yang bersih dan tulus.

Pintu tengah melambangkan “Pintu Utama Kelenteng” dimana pintu ini dibuka pada saat upacara sembahyang. Di depan pintu terdapat lukisan Dewa Pintu Yakni Oei Tit Kong & Cin Siok Pho serta 2 buah pasangan singa sebagai penjaga pintu.

Pintu keluar kanan melambangkan “Pintu Macan”. Umat yang akan keluar dari Kelenteng hendaknya selalu waspada dan mawas diri, karena di luar banyak cobaan dan godaan yang akan menghampiri.

6. Thian Cing (Sumur Langit)

Melambangkan tiga alam suci (Sam Kae Kong) yaitu alam atas (langit), alam tengah (bumi) dan alam bawah (air) yang mana mewakili kerukunan atas langit, bumi, manusia dan makhluk hidup lainnya.

Loading...

7. Tempat Arca (Altar Sembahyang/Kam)

Merupakan tempat Arca/patung Dewa-Dewi diletakkan; dimana para roh suci Sinbeng akan menerima semua doa dan permohonan dari para umat. Para roh suci Sinbeng yang mempunyai sifat luhur selalu senantiasa menolong umatnya dalam keadaan suka maupun duka. Pada altar sembahyang juga terdapat beberapa instrumen perlengkapan persembahyangan lain, seperti :

Hio/Dupa : Hio/dupa adalah bahan pembakar yang mengeluarkan asap dan berbau harum, sehingga dupa mengandung arti jalan suci dari kesatuan hati.

Dupa memiliki beberapa jenis, yakni :

– Dupa yang bergagang hijau gunanya untuk sembahyang leluhur.
– Dupa yang bergagang merah gunanya untuk sembahyang pada umumnya kepada Dewa/i.

Jumlah Dupa yang digunakan pada umumnya :

1 batang : digunakan untuk umum melalui arti satu hati menyatu dan bersujud.
2 batang : digunakan untuk para leluhur atau jenazah orang yang meninggal; menggunakan angka genap seperti 2 & 4 yang mempunyai arti yin yang.
3 batang : digunakan untuk sembahyang terhadap Thian dan para Dewa/i yang melambangkan Thian (langit), Di (bumi), Shui (air); untuk sembahyang pada umumnya menggunakan 3 batang.
5 batang : digunakan untuk Dewa/i yang mempunyai 5 unsur dalam kehidupan kita, seperti kayu, api, tanah, air, dan logam. Biasanya juga untuk sembahyang memohon rezeki.

Lilin : Digunakan sepasang (2 buah). Lilin yang menyala mempunyai arti menerangi kehidupan kita sejak menyala hingga habis menandakan manusia hendaknya ingat kehidupan itu akan terus berjalan seiring bertambahnya usia.

Kertas Emas (Kim Coa) : Kertas yang dibakar setelah sembahyang yang warnanya keemasan yang bergambar Dewa Hok (Cai Shen; Dewa rezeki), Lok (Shi Shen; Dewa keturunan & kebahagiaan), Siu (Shou Shen; Dewa panjang umur) mempunyai arti agar semua permohonan kita dapat direstui dan dikabulkan sehingga keluarga senantiasa diberkahi rezeki, kesehatan dan umur panjang.

Swan Lo (Ceng Lo) : Tempat membakar dupa serbuk, wewangian yang terbuat dari serbuk kayu atau kayu cendana.

Lampu Minyak : Tempat yang berisi minyak dan diberi sumbu, artinya lampu minyak akan terus menerus hidup agar supaya kehidupan kita bisa memperoleh penerangan.

Catatan :

1. Jika ada pembaca yang bersedia melampirkan foto setiap instrumen silahkan menghubungi admin.

2. Makna dari masing-masing instrumen bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap orang. Makna diatas (a) ditafsirkan menurut dan (b) bersumber dari kelenteng Kwan Kong Manado. Jika ada pembaca yang kurang sependapat silahkan kirimkan artikel pembanding dan kirim ke [email protected]

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...