Jia You! (加油; Let’s Go!)

Jika anda suka menonton pertandingan Olimpiade, maka mungkin anda terbiasa dengan teriakan pemompa semangat, seperti U-S-A! U-S-A!, atau In-do-ne-sia! – dilanjutkan dengan tepuk pramuka 3 kali. Namun apakah anda terbiasa mendengar teriakan Jia You!? Di Tiongkok sendiri, teriakan Jia You! digunakan untuk memompa semangat tim olahraga negara Tirai Bambu tersebut. Ucapan selengkapnya dari Jia You! adalah Zhong guo dui jia you! (中国队加油!; Let’s go Chinese team!), padahal secara harafiah Jia You! berarti “tambah minyak-nya”.

Istilah Jia You! sendiri berasal dari abad ke-14 M.

Loading...

Tersebutlah seorang Jenderal dari jaman Dinasti Ming bernama Liu Bo Wen (刘伯温; 1311-1375). Meski Jenderal Liu sangat terkenal, namun beliau menyesali nasibnya yang tidak hidup pada era yang sama dengan Jenderal Zhu Ge Liang (诸葛亮; 181-234) agar mereka dapat ‘bertanding kecerdasan’.

Suatu hari, Jenderal Liu dan pasukannya tiba di hutan pohon plum. Karena merasa sangat haus, Jenderal Liu kemudian meludah diatas rumput. Namun suara ludah-nya tersebut menimbulkan suara yang keras ketika jatuh keatas rumput.

Karena bingung (dan penasaran), Jenderal Liu memerintahkan anak buahnya untuk memotong rumput tersebut dan memeriksa kondisi sekitar rumput untuk mencari tahu penyebab suara keras tadi. Hasilnya sangat mengejutkan!

Di atas tanah tersebut ternyata ada sebuah monumen batu yang bertuliskan, “Liu Bo Wen pernah meludah disini”; dan bahkan, lebih dari itu, monumen tersebut ditandatangani oleh Zhuge Liang. Jenderal Liu menjadi semakin terkesan pada kecerdasan Zhuge Liang yang mampu meramal bahwa suatu hari Jenderal Liu akan meludah diatas tanah tersebut.

Namun tetap saja Jenderal Liu masih belum terlalu yakin bahwa Jenderal Zhuge Liang lebih cerdas darinya, sehingga ia memutuskan untuk terus berjalan masuk kedalam hutan tersebut.

Tidak lama kemudian, Jenderal Liu dan pasukannya tiba di sebuah makam yang ternyata adalah makam Zhuge Liang. Jenderal Liu berkata, “Lumayan juga kau, Zhuge Liang. Ternyata engkau dapat meramalkan bahwa suatu hari aku akan meludah diatas tanah ini dan kemudian menemukan makam-mu”.

Jenderal Liu dan pasukannya kemudian membuka dan menggeledah makam tersebut. Tepat didekat peti Zhuge Liang, Jenderal Liu menemukan sebuah lampu minyak kecil yang nyala apinya mulai meredup karena kekurangan minyak. Jenderal Liu berpikir, “Hmm. Semua orang memuji betapa cerdas dan luar biasanya dirimu, tapi lihat hari ini lampu minyak di altarmu nyaris padam”.

Namun ternyata, tepat di dekat lampu minyak tersebut ada sebuah perkamen (secarik kulit yang dijadikan media tulis-menulis jaman dahulu). Jenderal Liu membaca tulisan di perkamen tersebut dengan seksama, “Liu Tua, Liu Tua, tambahkan minyak, tambahkan minyak”.

Jenderal Liu langsung terpaku, dan kemudian berlutut dan menyembah di hadapan peti Zhuge Liang sebanyak tiga kali. Ia kemudian menyapu makam tersebut dikarenakan rasa hormatnya yang besar kepada Zhuge Liang. Sejak itu, kalimat “tambahkan minyak” digunakan sebagai pemompa semangat.

Nah, Jia you! sebenarnya tidak hanya digunakan dalam olah raga, namun juga dalam peristiwa-peristiwa luar biasa lainnya. Sebagai contoh, ketika terjadi gempa bumi di Chengdu, istilah Jia You! (tegakkan kepalamu / keep your head up) beredar di media-media sosial sebagai penyemangat.

Selamat beraktifitas dan Jia You!

Source: Benjamin, China, Add Oil!

Loading...
Loading...

The following two tabs change content below.

Audie Jo-Ong

Penulis @Newport Times dan pendidik yang gemar nonton film, basket, dan minum kopi. Part-time Lecturer @Binus Business School.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...