Legenda Ular Putih (White Snake Legend)

legenda ular putih

Sebagian orang mungkin ingat dengan film serial China yang terkenal pada tahun 1990 an, yakni tentang Legenda Siluman Ular Putih (New Legend of Madame White Snake; 新白娘子传奇) yang dibintangi oleh Angie Chiu yang memerankan tokoh Bai Su Zhen dan Cecillia Yip yang memerankan tokoh Xu Xian (Han Wen); dan yang terbaru diceritakan dalam film The Sorcerer and The White Snake (白蛇传说之法海) yang dibintangi Jet Lee yang memerankan tokoh kepala Biksu Fa Hai dan Eva Huang Shengyi sebagai tokoh Ular Putihnya. Legenda ini adalah cerita rakyat yang diceritakan dari mulut ke mulut di kota Hangzhou, Zhejiang. Legenda ini bermula dari Dinasti Song bagian selatan.

Tersebutlah Pai Su Cen (Bai Su Zhen), siluman ular putih yang kepengan menjadi Dewa. Dia mengambil rupa menjadi sesosok wanita cantik dan turun ke dunia manusia setelah melalui pertapaan keras disertai tekad baja selama 1700 tahun di gunung Go Bi (E Mei). Dia kemudian bertemu dengan temannya si siluman ular hijau, Xiao Qing, yang berulah dan menyebabkan musibah di tempat dia tinggal. Pai Su Cen berhasil menangkapnya dan mengurungnya di dasar sungai, dan berjanji akan membebaskannya 300 tahun kemudian.

Loading...

Setelah 300 tahun berlalu, dan Pai Su Cen pun kembali untuk membebaskan si siluman ular hijau, yang kemudian menjadi adik bagi Pai Su Cen. Mereka kemudian bertemu dengan seorang Biksu yang bernama Fa Hai, dimana ia berkeyakinan bahwa semua siluman itu jahat dan harus dibasmi. Tapi Fa Hai juga tahu bahwa Pai Su Cen sedang dalam proses untuk menjadi Dewa, jadi dia tidak bisa membunuhnya. Ia lalu berjanji bila tetap akan membunuhnya kelak jika bertemu dengan mereka lagi.

Pai Su Cen dan Xiao Qing kemudian beristirahat di sebuah tempat yang bernama Ban Bu Duo. Mereka berusaha untuk berbuat banyak kebaikan bagi penduduk sekitar, salah satunya dengan mendatangkan hujan di tempat yang tidak terjamah oleh hujan itu selama 3 tahun. Tapi Xiao Qing malah menimbulkan musibah yang akhirnya menyebabkan banjir bandang besar; yang mengakibatkan Pai Su Cen gagal untuk menjadi Dewa. Tetapi Dewi Kwan Yin memberikannya kesempatan sekali lagi.

Kemudian secara tidak sengaja ke dua siluman ini bertemu dengan Xu Xian (Shi Han Wen) yang kemudian menjalin asmara dengan Pai Su Cen. Sewaktu Pai Su Cen dan Xiao Qing berada di kaki gunung untuk bermain-main untuk sekedar menikmati waktu, tanpa sengaja mereka melihat seorang Xu Xian, yang juga sedang mencari rumput-rumput herbal. Xiao Qing yang iseng berubah menjadi wujud seekor ular, lalu mulai menakuti Xu Xian, yang menyebabkan dia jatuh ke dalam danau yang dalam.

Pai Su Cen yang melihat ulah adiknya itu menolong Xu Xian dengan menciumnya, dimana memungkinkan energi vital mengalir darinya ke dalam tubuh Xu Xian sehingga menyelamatkannya. Xu Xian adalah seorang tabib di kota Su Zhou, dulunya dia adalah reinkarnasi dari si bocah gembala yang pernah menyelamatkan nyawa Pai Su Cen. Setelah itu, alih-alih membalas budi dari Xu Xian, Pai Su Cen dan Xu Xian malah saling jatuh cinta. Keduanya bahkan kemudian memutuskan untuk menikah.

Xu Xian yang sejak awal perjumpaan sampai pernikahan, tidak pernah menyadari kalau istri dan adik iparnya sejatinya bukan manusia melainkan siluman ular. Tapi karena siluman dan manusia tidak seharusnya menikah, kota tempat mereka tinggal dilanda penyakit aneh yang hampir membunuh semua penduduk yang tinggal disitu. Pai Su Cen, Xu Xian, Xiao Qing dan Biksu Fa Hai kemudian setuju untuk bekerja sama dalam mencari obat penangkal untuk mengatasi penyakit aneh itu.

Pagoda Leifeng Hangzhou

Alkisah diceritakan dalam Legenda Pai Su Zhen si ular putih dipenjara dalam pagoda. Pagoda Leifeng inilah pagoda yang dimaksud dalam cerita tersebut (sumber foto : commons.wikimedia.org)

Ujian cinta terberat Pai Su Cen dan Xu Xian adalah Biksu Fa Hai. Saat pertama melihat wajahnya, Fa Hai tahu Xu Xian cocok menjadi biksu. Bakat kemuliaan terpancar jelas dari paras wajah Xu Xian. Sayang Xu Xian menolak ajakannya, karena lebih tertarik hidup berkeluarga. Belakang Biksu Fa Hai muncul lagi dengan tujuan yang sama, menarik Xu Xian menjadi muridnya. Ia berusaha memisahkan Xu Xian dengan Pai Su Cen. Apalagi ia tahu bahwa Pai Su Cen bukan manusia biasa, melainkan seekor siluman ular.

Pada hari kelima pada bulan kelima, Festival perahu naga dirayakan. Pada hari itu, semua siluman berubah menjadi rupa aslinya. Maka Pai Su Cen mengajak Xiao Qing dan Xu Xian ke Ban Bu Duo, sebuah dunia siluman. Tapi Xu Xian terjebak ke dalam muslihat Fa Hai, dimana ia memberi saran untuk mengajak Pai Su Cen istrinya minum arak. Pai Su Cen akhirnya meminum arak yang dibuat oleh Xu Xian sehingga membuatnya kembali berubah menjadi wajud aslinya sebagai seekor ular putih raksasa.

Melihat rupa asli Pai Su Cen, membuat Xu Xian meninggal karena ketakutan. Pai Su Cen kemudian mencari cara untuk menolong Xu Xian dengan mencari obat herbal dewa yang berada di Pegunungan Kunlun. Selama usahanya itu ia dihalang-halangi oleh Biksu Fa Hai dengan segala daya. Namun akhirnya ia berhasil juga dalam mendapatkan obat herbal dewa itu dan dan akhirnya bisa menghidupkan Xu Xian kembali, tetapi itu justru menghapus semua memori ingatannya pada masa lalu.

Mereka lalu melarikan diri dari kejaran Biksu Fa Hai sampai di kota Hangzhou. Disana Pai Su Cen akhirnya melahirkan anak dari Xu Xian yang kemudian mereka namai Xu Meng Jiao. Beberapa saat setelah Pai Su Cen melahirkan anak Xu Xian, dia tidak bisa mengontrol dirinya dalam wujud manusia dan terpaksa untuk memberitahukan Xu Xian perihal siapa dia sebenarnya. Anehnya, Xu Xian menerimanya dengan baik dan sama sekali tidak mempengaruhi cintanya pada Pai Su Cen.

Tapi kemudian Fa Hai berhasil menemukan Pai Su Cen dan menyerangnya. Pai Su Cen dibantu adiknya Xiao Qing menggunakan kekuatannya untuk membanjiri kota beserta kuil Jinshan, sehingga menenggelamkan banyak orang yang tidak bersalah. Namun, kekuatan Pai Su Cen yang terbatas karena dia baru saja hamil akhirnya kalah melawan Biksu Fa Hai berkat bantuan doa para biksu lainnya, yang berhasil mengurung Pai Su Cen dalam Pagoda Lei Feng sehingga ia harus berpisah selamanya dengan suaminya, Xu Xian. Mereka berdua sangat sedih karena harus dipisahkan oleh tembok pagoda.

Kemudian, Xu Xian akhirnya memilih untuk tinggal di sekitar pagoda dan mengisi waktunya dengan mencari rumput herbal di sekitarnya; sementara Pai Su Cen yang telah kembali ke bentuk aslinya sebagai ular putih terperangkap di dalam pagoda. 20 tahun kemudian, Xu Mengjiao mendapatkan tempat pertama dalam ujian kekaisaran dan kembali ke rumah untuk mengunjungi orang tuanya. Pada saat yang sama, Xiao Qing yang melarikan diri ketika Pai Su Cen ditangkap oleh Fa Hai, pergi ke Kuil Jinshan untuk menantang Fa Hai dan akhirnya berhasil mengalahkannya.

Pai Su Cen pun akhirnya dibebaskan dari Pagoda Lei Feng dan akhirnya kembali bereuni dengan suami dan anaknya; sementara Biksu Fa Hai sendiri melarikan diri dan konon ia menyembunyikan dirinya dalam perut kepiting. Inilah yang menyebabkan dulu ada perkataan yang menyebutkan bahwa lemak di dalam kepiting berwarna oranye karena menyerupai warna jubah dari Fa Hai.

Catatan :

Loading...

1. Cerita legenda ini memiliki banyak versi, mulai dari versi dari opera, pentas drama, film dan seri televisi (versi panjang) sehingga bisa berbeda dari satu dan lainnya.

2. Foto ilustrasi paling atas berasal serial drama Legenda Siluman Ular Putih (New Legend of Madame White Snake) produksi tahun 1992.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

4 Responses to Legenda Ular Putih (White Snake Legend)

  1. mas aplikasi says:

    wah, film legendaris nih.

  2. anton hadiarja says:

    Saya sangat suka cerita2 legendaris dari Tiongkok.

  3. nha says:

    Ini film zaman sy masih kecil,seru banget… Seandainya ada tayangan ulangnya..

  4. Tasya nat says:

    Wowwwwwww……..menarik ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...