Perlukah Melakukan Tradisi Bakar Kertas Kimcoa?

Penggunaan uang-uangan dan kertas kim coa pada saat acara kematian maupun persembahyangan yang terkait dengan kematian adalah salah satu dari Tradisi Hua Ren. Bagi yang pernah melihat upacara kematian upacara kematian orang hua ren, pasti juga melihat kertas kim coa dan lain sebagainya, yang dimasukan ke dalam peti untuk mengganjal jenazah.

Dalam Ajaran TAO sendiri tidak menganjurkan dan tidak melarang. Namun tidak ada konsep bahwa membakar uang-uangan itu bertujuan untuk mengirim uang kepada alm/almh di alam sana. Hanya sekedar menyemarakan atau menghangatkan suasana; yang penting umat mengerti maksud nya apa.

Loading...

Beberapa hal terkait penggunaan uang-uangan dan kertas kim coa dalam acara kematian yang masih sering dilakukan :

1. Uang-uangan dan kertas kim coa dimasukan ke dalam peti, untuk mengganjal jenasah alm/almh agar posisinya tidak bergeser. Hal ini masih dilakukan sampai saat ini. Hal ini jauh lebih baik daripada menggunakan kertas koran atau kertas bekas lainnya.

2. Membakar uang-uangan dan kertas perak ketika dirumah duka, saat keluarga menunggui peti, ataupun saat malam kembang (termasuk membakar ling wu atau rumah-rumahan). Hal ini ada sisi positifnya, yaitu membangkitkan semangat dan memberi kehangatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Yang penting tidak berlebihan dan tidak memaksakan diri (karena harga ling wu/rumah-rumahan itu mahal).

3. Jaman dahulu uang-uangan dan kertas perak disebar ketika mengantar jenasah ke kuburan, sehingga anak-anak maupun orang tua yang berjalan lebih lambat dapat mengikuti jejak hingga ke lokasi pemakaman. Saat ini, sebagian orang Tionghoa masih ada yang melakukan nya, namun seperlunya saja. Karena kalau melakukannya di jalan raya, akan kena denda.

4. Konon cerita, pada dinasti Ming, kaisar pertama Zhu yuanzhang mencari kuburan orang tua nya yang entah ada di mana; karena saat itu adalah masa perang menggulingkan dinasti Yuan (Mongol). Oleh karena itu seluruh kuburan disisir untuk mencari kuburan dari orang tua sang Kaisar. Kuburan yang sudah dibersihkan/dicek akan ditandai dengan tumpukan kertas sembahyang sebagai tanda. Oleh karena itulah saat hari Ceng Beng (Qing Ming) muncul tradisi menyebarkan/membakar uang-uangan dan kertas.

Catatan : Artikel ini adalah penjelasan dari artikel Beberapa Kebiasaan Orang Tionghoa Yang Masih Sering Dilakukan point 7

Oleh : Ivan Kurniawan (diambil dari grup Facebook Pengenalan Tao dengan pengeditan seperlunya)

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

3 Responses to Perlukah Melakukan Tradisi Bakar Kertas Kimcoa?

  1. yudi says:

    yg bisa jamin bahwa crita kaisar itu pura2 mati… siapa yah?
    bagaimana kalo ternyata kaisar itu ga pura2 mati, benar2 mengalami?

  2. Linda says:

    Jgn anda samakan ajaran Buddha dengan ajaran Konghucu, mbak dessy. Silakan saja anda tidak perlu mengikuti ajaran/tradisi ini kalau anda merasa ajaran Buddha tidak mengajarkan ini.

  3. dessy says:

    bukan itu aja tradisi zaman dulu ada cerita kaisarnya pura pura mati suri ini di lakukan kaisar supaya orang orang kaya mau membagi rezeki mereka sama yang miskin,sehingga kaisarnya pura pura mati suri sehabis mati suri si kaisar berkata orang yang meninggal disana butuh uang dari situlah tercipta kim cua dan gin cua untuk di bakar sama orang mati dan di zaman dahulu kim cua dan gin cua di buat oleh masyarakat susah sekarang kim cua dan gin cua di buat oleh orang kaya(Pabrik)makanya menurut saya tradisi ini cocok di hilangkan karena dalam ajaran buddha sendiri hal ini tidak di ajarkan,saya sendiri pengikut agama buddha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...