Sekilas Mengenai Marga Wang (王)

Marga Wang (Hanzi Tradisional : ; pinyin : Wang) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Wang dibaca ‘Ong‘ dalam ejaan bahasa Hokkian. Menurut catatan, Marga ‘Wang’ sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke 2* di Tiongkok (belum termasuk dengan masyarakat perantauan dan keturunan yang menggunakan marga romanisasi di luar Tiongkok). Marga ‘Wang’ sendiri menduduki urutan nomor 8 dalam Buku Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing [百家姓].

Penulisan ejaan lain untuk Marga Wang

♦ Bong (Hakka)
♦ Heng (Teochiu)
♦ Ong (Hokkian)
♦ Wong (Kanton)

Kata ‘Wang’ atau ‘Ong’ dalam bahasa Mandarin berarti ‘Raja‘. Awal penggunaan kata tersebut sebagai nama Marga adalah karena nenek moyang marga Wang (王) berasal dari keturunan keluarga kerajaan sejak masa pemerintahan Dinasti Shang dan Dinasti Zhou. Oleh karena itu, orang-orang menyebut mereka dengan sebutan ‘Wang Jia‘ (Hanzi : 王家), yang berarti (berasal dari) keluarga kerajaan. Kemudian keturunan mereka mulai menggunakan kata Wang (王) sebagai nama marga untuk mengganti marga awal/asli mereka.

Sejarah Marga Wang 

Ji Jin adalah Putra Mahkota dari Raja Zhou Ling Wang (周灵王) yang berasal dari Dinasti Zhou Timur. Pada suatu hari, Ji Jin memberikan sebuah nasihat yang jujur kepada Raja Zhou Ling Wang, namun nasihat itu tidak disukai sang Raja; oleh karena itu Ji Jin diturunkan/dibuang menjadi rakyat jelata, dan akhirnya meninggal karena depresi. Melihat situasi tersebut, anak Ji Jin yang bernama Zong Jin kemudian mengundurkan diri dan membawa keluarganya pindah ke Taiyuan, Shanxi, sebelah Utara Tiongkok.

Loading...

Karena Zong Jin adalah keturunan keluarga kerajaan, maka penduduk sekitar menyebut mereka sebagai Wang Jia (王家). Keturunan mereka kemudian mempergunakan kata Wang (王) sebagai nama Marga. Memasuki masa Dinasti Qin dan Dinasti Han, keturunan-keturunan Pangeran Jin mengintegerasikan nama marga Wang (王) berdasarkan latar belakang budaya. Itulah asal mula marga Wang (Sumber sejarah : tionghoa.com).

Menurut catatan sejarah terdapat banyak cerita mengenai asal mula mengenai marga Wang ini. Menurut catatan ahli sejarah Kuang Yun, terdapat 21 wilayah penyebaran asal dari marga Wang, diantaranya tersebar di provinsi Shanxi, Shandong, Henan, Hebei, Jiangsu, dan Hunan. Marga Wang sendiri umumnya dapat ditelusuri menjadi 3 asal usul utama, diantaranya adalah berasal dari Marga Ji, Marga Zi, dan Marga Gui.

Jumlah pengguna Marga Wang

Kantor berita Xinhua melaporkan, hampir 85 persen rakyat Tiongkok hanya memakai 100 nama keluarga, dengan Marga Wang, sebagai nama paling populer. Menurut data terbaru yang diperoleh Xinhua melalui perhitungan kalkulasi yang baru saja diumumkan Kementerian Keamanan Umum, ternyata terdapat 93 juta orang menggunakan Marga Wang di Tiongkok, menyusul di posisi kedua ada Marga Li –  yang dipakai oleh 92 juta orang, dan  di posisi ketiga sebanyak 88 juta orang menggunakan Marga Zhang –  (Sumber data : budaya-tionghoa.net).

Tokoh-tokoh terkenal Marga Ong (Marga Wang)

1. Wang Mang (王莽), seorang Kaisar yang berasal dari Dinasti Xin (Hanzi : 新朝; Pinyin : Xin Chao) pada tahun 8-23 M, adalah sebuah Dinasti yang berumur pendek di dalam Dinasti Han.
2. Wang Jian (王翦), seorang Jenderal Terkenal pada masa Dinasti Qin (Hanzi : 秦朝; Pinyin : Qin Chao) pada tahun 221 SM – 206 SM), adalah satu dari 3 dinasti yang paling berpengaruh di Tiongkok sepanjang sejarah.
3. Wang Chongyang (王重阳), seorang pendeta Tao pada masa Dinasti Song (Hanzi : 宋朝; Pinyin : Song Chao), adalah pendiri dari aliran Quanzhen (全真).
4. Susi Susanti (Hanzi: 王蓮香; Pinyin: Wang Lianxiang, lahir Jawa Barat, 11 Februari 1971, adalah seorang pemain bulutangkis asal Indonesia.

Catatan* : Beberapa sumber menyebutkan Marga Wang (Ong) adalah marga dengan pengguna terbanyak di dunia.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...