Tag Archives: ceng beng

Inilah Fengshui Makam dan Shengji Fengshui Yang Perlu Anda Ketahui

Sudah merupakan adat masyarakat Tionghoa untuk merayakan festival Qing Ming (清明节) setiap tahun. Festival ini melibatkan seluruh keturunan/anak cucu, untuk menghormati leluhur mereka yang telah berpulang, dengan cara mengunjungi dan membersihkan makam, membakar dupa, dan menawarkan makanan sesajian serta doa.

Budaya Dalam Aksara Tionghoa

Yang selalu orang Tionghoa inginkan adalah sebuah perubahan. Itu dapat dilihat dalam budaya. Aksara merupakan salah satu bagian dari budaya itu sendiri, yang sejak awal adanya tulisan terus mengalami perubahan tanpa kehilangan makna nya. Setiap perubahan selalu memiliki dasar untuk menggapai sebuah ‘kebenaran’.

Perlukah Melakukan Tradisi Bakar Kertas Kimcoa?

Penggunaan uang-uangan dan kertas kim coa pada saat acara kematian maupun persembahyangan yang terkait dengan kematian adalah salah satu dari Tradisi Hua Ren. Bagi yang pernah melihat upacara kematian upacara kematian orang hua ren, pasti juga melihat kertas kim coa dan lain sebagainya, yang dimasukan ke dalam peti untuk mengganjal jenazah.

Makna IMLEK Dalam Kekeristenan (Bagian II)

1. Biasanya pada malam tahun baru Imlek semua keluarga berkumpul dan makan bersama. Setelah makan bersama, maka diadakan acara “soja tea“. Para anak, cucu dan sebagainya dengan cara berlutut menyuguhkan tea kepada orang tua sebagai pernyataan baktinya. Seringkali umat Kristen bersikap serba salah berada diantara keluarga yang beragama lain, apalagi tatkala diadakan acara “soja tea”. Karena ada umat Kristen berpandangan bahwa dengan cara berlutut menyuguhkan tea adalah semacam penyembahan, sehingga mereka tidak mau melakukan dan akibatnya suasana yang mengembirakan, menjadi kacau.

Makna IMLEK Dalam Kekeristenan (Bagian I)

15 Tahun lalu, pemandangan seperti ini tidak mungkin ada : Mal-mal atau pusat belanja berhias lampion-lampion, pita-pita dan berbagai hiasan dengan nuansa serba merah. Tulisan Mandarin di sana-sini. Orang saling mengucap salam Gong Xi Fat Cai. Semoga sejahtera. Inilah yang pada Hari Raya Imlek atau tahun baru Imlek sejak jatuhnya rezim Soeharto.

Alasan Makin Menurunnya Pemeluk Agama Tionghoa di Indonesia

Saya beberapa bulan yang lalu mengelilingi kota-kota besar di Indonesia, seperti Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, sampai Makasar karena pekerjaan. Sekalian saya ambil waktu sedikit buat jalan-jalan mengelilingi setiap kota yang saya kunjungi; tentu saja yang tidak akan saya lewatkan adalah berkunjung ke beberapa Kelenteng setempat. Karena tidak menguasai lokasi, saya menggunakan jasa taksi. Miris memang, saya malah menemukan banyak Kelenteng yang sudah tidak berpenghuni.

8 Festival Budaya Orang Tionghoa

Budaya Tionghoa merupakan budaya yang paling kompleks dan sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia seiring dengan banyaknya orang China yang memilih untuk bermigrasi ke luar negeri. Budaya Tionghoa mencerminkan nilai luhur, kebiasaan dan bakti kepada leluhur. Meskipun budaya Tionghoa adalah salah satu kebudayaan yang paling tua di dunia, yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, tapi budaya Tionghoa mampu bertahan hingga saat ini. Berikut beberapa kebudayaan yang masih dibawa dan dilakukan hingga saat ini :

Menu Makanan Sembahyang Leluhur

Tampak sekeluarga sedang melakukan sembahyang CengBeng/ziarah kubur leluhurnya dengan meletakkan sesajian didepan makam/kubur

Kita biasanya mengadakan sembahyang kecil (tuang teh) setiap Che It 初一 (tanggal satu) dan Cap Go 十五 (tanggal 15) setiap bulannya dalam penanggalan Imlek di rumah. Selain sembahyang kecil, ada juga sembahyang besar/sembahyang leluhur yang merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang masih memegang teguh ajaran leluhur. Sembahyang besar ini biasanya memakai Sam Seng 三牲 (menggunakan tiga hewan bernyawa). Karena itu sembahyang ini juga biasa disebut dengan sembahyang Sam Seng/sembahyang bernyawa.

Hari Ceng Beng (Festival Ching Ming)

Hari Ceng Beng atau Qing Ming (Hanzi : 清明) adalah suatu hari ziarah tahunan bagi etnis Tionghoa. Hari Ceng Beng biasanya jatuh pada tanggal 5 April untuk setiap tahunnya. Warga Tionghoa biasanya akan datang ke makam kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya dan sekalian bersembahyang/pai di makam  tersebut sambil membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, serta karangan bunga.
error:
Loading...