Tag Archives: keturunan tionghoa

Diskriminasi Etnis di Yogyakarta : Kenapa Keturunan Tionghoa Tidak Boleh Memiliki Tanah? (BAGIAN II)

5. BPN Tegaskan WNI Nonpribumi Tidak Berhak Memiliki Tanah di Yogya

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Yogyakarta, Arie Yuwirin menegaskan memang warga negara Indonesia nonpribumi tidak boleh memiliki hak untuk memiliki tanah dengan SHM (surat hak milik) di Yogyakarta. BPN pun meluruskan pernyataan Sultan Hamengku Buwono X, terkait permasalahan tanah bagi warga Tionghoa seperti yang dilaporkan Granad (Gerakan Anak Negeri Anti Diskriminasi) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diskriminasi Etnis di Yogyakarta : Kenapa Keturunan Tionghoa Tidak Boleh Memiliki Tanah?

Dalam beberapa bulan terakhir ini, seorang penduduk Yogyakarta berusia 60-an, berupaya menghubungi Sultan Hamengkubuwono X untuk menanyakan tentang hak kepemilikan tanah di kota kelahirannya yang Ia anggap sebagai sebuah bentuk diskriminatif.

Tahukah Pembaca Arti Kata Gocap, Cepek, Gopek, Seceng, Noceng, Goceng, Ceban, Goban, Cepek Ceng, Cetiao, Gotiao?

Pernahkah pembaca datang ke satu toko untuk menanyakan harga barang, lalu penjualnya menjawab gocap, cepek, gopek, seceng, noceng, goceng, ceban, goban, cepek ceng, cetiao, gotiao? Tak perlu menjadi ahli bahasa, cukup mendengarnya saja kita sudah bisa menebak bahwa istilah-istilah ini merupakan bahasa Mandarin yang berdialek Hokkian¹.

Tionghoa dan Kawin Campur

Bagi orang tionghoa ada 5 (lima) peristiwa penting dalam kehidupan seseorang yaitu : saat kelahiran, saat lulus pendidikan tinggi (zaman dahulu lulus ujian kerajaan), saat menikah, saat melahirkan (untuk wanita) dan saat meninggal.

Istilah Untuk Menyebut Orang Tionghoa di Indonesia

Istilah Tionghoa untuk mengacu kepada orang Tionghoa secara umum, atau warga keturunan Tionghoa Indonesia secara khusus, tidaklah berasal dari orang Tionghoa, tapi dari orang Eropa yang mengaitkan dengan satu dinasti yang pernah memerintah di Tiongkok pada 225-206 SM, yaitu dinasti Qin.

Siapakah Orang Tionghoa Indonesia?

Secara rasial, orang Tionghoa dan mayoritas Pribumi Indonesia “Deutero Melayu” adalah sama-sama Mongoloid. Belwood menyebut Pribumi Indonesia sebagai Southern Mongoloid type, kecuali sebagian penduduk Indonesia bagian timur yang tergolong ke dalam type Melanesian dan Proto-Melayu, dan campuran Melayu-Melanesia.

Sejarah Migrasi dan Populasi Kelompok Etnis Tionghoa

Meskipun ada yang menyebutkan bahwa keturunan Tionghoa sudah mengenal kepulauan Nusantara sejak sebelum Masehi, namun belum ada keterangan lebih lanjut tentang daerah Nusantara yang mana, berapa populasi Tionghoa itu, apa kegiatan mereka, dan bagaimana bentuk hubungan mereka dengan daerah itu. Setelah zaman Masehi, beberapa catatan informasi dari Tiongkok menyebutkan tentang perjalanan beberapa tokoh agama Budha dari daratan Tiongkok ke India, dan singgah di berbagai tempat di Nusantara.

Ditengah Asimilasi dan Multikulturalisme

Indonesia dan keturunan China, atau yang biasa sekarang dikenal sebagai etnis Tionghoa, mempunyai sejarah yang cukup panjang, bahkan kalau kita perhatikan sebenarnya lebih panjang daripada masa penjajahan Indonesia oleh Belanda. Bangsa China terlebih dahulu sudah melakukan kontak dengan bangsa Indonesia jauh sebelum Indonesia jatuh ke tangan penjajahan Belanda.

Loading...