Tag Archives: perayaan

Chang E Terbang Ke Bulan

rsz_change-terbang-ke-bulan

Pada setiap tanggal 15 bulan 8 penangalan bulan adalah tradisi merayakan pesta pertengahan musim gugur di Cina. Bulan pada hari tersebut tampak lebih besar, lebih bulat, dan juga lebih terang. Ketika bulan mulai muncul, setiap keluarga semuanya duduk berkumpul mengelilingi meja sambil menyantap kue bulan dan bercerita tentang legenda bulan dan kisah suka duka alam manusia dengan alam surga. “Chang’e terbang ke bulan” adalah salah satu cerita dan legenda yang menyentuh hati.

Sejarah Cap Go Meh

festival cap go meh

Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas (hanzi : 十五暝; pinyin : Shíwǔ míng) bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, Cap mempunyai arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. 

Man Yue, Tradisi Untuk Sang Bayi

Sebuah perayaan telur merah untuk bayi yang baru berusia sebulan

Dalam budaya orang Tionghoa, bayi yang berumur satu bulan patut dirayakan. Perayaan untuk memperingati bayi berumur sebulan ini sering disebut dengan upacara “Man Yue“. Orang tua yang berbahagia akan memperkenalkan kehadiran momongan baru mereka kepada teman dan sanak saudara mereka, sambil merayakan sebuah pesta telur merah. Secara tradisi, nama bayi tersebut juga akan diberitahukan pada saat itu juga.

Tahun Baru Imlek, Hari Raya Agama atau Budaya?

Kalender Tionghoa yang kita pakai dalam penanggalan, kita dikenal sebagai kalender Imlek. Imlek berasal dari dialek Hokkian, artinya ‘kalender lunar’ (im= lunar atau bulan; lek = kalender). Dalam ‘dialek’ Mandarin Imlek adalah YINLI. Dengan demikian tahun baru Imlek artinya tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.

Hari Ceng Beng (Festival Ching Ming)

Hari Ceng Beng/Cing Ming, yang adalah suatu hari ziarah tahunan bagi warga tionghoa. Pada hari Ceng Beng ini, yang jatuh pada tanggal 5 April untuk setiap tahunnya, warga Tionghoa datang ke makam atau kuburan orang tua untuk membersihkannya dan sekalian bersembahyang/pai di makam sambil membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, dan karangan bunga.