Ungkapan Mandarin 6

Dùn kāi máo sāi
顿开茅塞

Langsung terbuka sumbatan/ganjelannya/kebuntuan pikirannya.

Loading...

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menggambarkan suasana dimana seseorang yang tadinya pikirannya masih bingung atau buntu, mendadak seperti terbuka WU nya, gara-gara mendapat nasehat/teguran/percakapan orang lain atau membaca tulisan orang lain. Bisanya demikian, tentu kalau kita sudah terbiasa selalu memperhatikan hal-hal yang kecil-kecil dalam hidup kita dan berusaha lapang dada.

Rù xiāng suí sú
入乡随俗

Masuk kampung/desa wajib mengikuti kebiasaan adat setempat.

Ungkapan ini menganjurkan kita untuk sedapat mungkin, kalau sampai ke suatu tempat, desa atau Negara lain, haruslah mengikuti kebiasaan setempat, supaya kita bisa diterima dengan baik dan hidup dengan tenang. Dalam peribahasa Indonesia nya “Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung.”

Bú kě jiù yào
不可救药

Sudah tidak bisa diobati. Tidak ada harapan lagi.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk melukiskan keparahan seseorang dalam segala bidang, bisa penyakitnya; bisa tingkah lakunya; bisa derajat ketahyulannya, dsb. Yang tidak bisa lagi ditolong atau dinasehati lagi oleh orang lain.

Zào yáo huò zhòng
造谣惑众

Berbuat fitnah atau kebohongan untuk membodohi masyarakat awam.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menunjukkan orang yang suka menyebarkan hal-hal yang tidak benar, kadang-kadang malah sengaja menciptakan cerita bohong atau fitnah untuk membodohi orang banyak.

Ciri-ciri khas orang yang demikian itu adalah suka menggunakan alasan-alasan kegaiban; menggunakan kesalahpahaman orang awam terhadap keberadaan Dewa/i, Buddha, bahkan Kui Kuai untuk membohongi orang awam, dengan tujuan Ming (Nama/ketenaran semu) dan Li (Harta/kekayaan semu). Jadi kita harus selalu waspada terhadap manusia yang beginian itu.

Yuǎn jiàn zhuō shi
远见卓识

Pandangannya jauh ke depan dan pengetahuannya tinggi dan luas.

Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi dan luas; punya pengalaman yang banyak serta mempunyai daya pikir yang berpandangan jauh ke depan.

Loading...

Jié shēn zì ài
洁身自爱

Menjauhkan diri dari perbuatan tercela.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menasehati seseorang supaya bisa selalu menjaga dan menyayangi jiwa dan raganya dari segala perbuatan-perbuatan yang tidak sehat/tercela, misalnya merokok, berjudi, mabok-mabokan, selingkuh dan perbuatan amoral lainnya.

Míng zhī gù fàn
明知故犯

Sudah tahu itu salah, malah sengaja melakukannya.

Ungkapan ini dipakai untuk mengatakan dimana seseorang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri, amoral, melanggar hukum dsb. Misalnya sudah tahu rokok itu bisa merusak kesehatan, eh malah sengaja jadi perokok berat.

Wù tān yìwài zhī cái, wù yǐn guòliàng zhī jiǔ
勿贪意外之财, 勿饮过量之酒

Jangan menginginkan harta yang panas, jangan minum alkohol diluar batas.

Pepatah ini, biasanya untuk menasehati kita supaya kita semua memiliki mental yang baik, kita harus tetap yakin, makanlah hasil jerih payah bekerja secara sungguh-sungguh, jangan selalu mimpi untuk mendapatkan sesuatu dengan Cuma-cuma. Dan menasehati kita supaya jangan merusak diri sendiri dengan hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik.

Jiǎo tà shí dì
脚踏实地

Kaki berpijak pada tanah yang keras/padat.

Ungkapan ini biasanya dipakai untuk menasehati seseorang supaya berani menghadapi realita/kenyataan, jangan suka berkhayal macam-macam (termasuk berkhayal main judi terus menjadi kaya-raya) dalam perjuangan mencari makna kehidupan.

Bisa juga untuk menasehati seseorang dalam bekerja, harus jujur apa adanya seperti orang yang berpijak pada tanah yang padat/keras. Jangan sampai bekerja cuma asal-asalan (asal sesuai suasana hati), seperti orang yang bermimpi tidur di awan (awang2).

Jīng chéng tuán jié
精诚团结

Bersatu padu/persatuan yang sangat padu dan kompak.

Ungkapan ini biasanya untuk menunjukkan sekaligus untuk menasehati kita supaya dalam bekerja atau berorganisasi bisa mencapai hasil yang baik, kita harus bisa bersatu padu serta siap rela berkorban demi kebersamaan semua. Contohnya seperti pada saat zaman penjajahan Jepang, rakyat Indonesia berjuang secara gagah berani, kita bersatu padu (Jing Cheng Tuan Jie) berjuang, sehingga bisa mengalahkan penjajah Jepang.

Dibuat oleh : Shanmao @siutao.com (中国熟语 – 第一册)
Diedit oleh : Mirianto
Dipublikasi oleh : Tionghoa.INFO

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

One Response to Ungkapan Mandarin 6

  1. Budianto Layka says:

    Saya suka program ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

error:
Loading...