Category Archives: Tradisi Pernikahan Tionghoa

Amoy Singkawang : 8 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Amoy Singkawang, Anciang!

Mendengar kata Amoy / Amoi, sebagian besar orang mungkin beranggapan negatif mengenai istilah tersebut. Di Indonesia, sebutan Amoy memang memiliki stigma yang negatif, dan cenderung melecehkan apabila ditujukan / dikatakan kepada seorang wanita Tionghoa. Saat ini, kata Amoy diidentikkan sebagai “perempuan muda yang rela dinikahi pria asing, dengan imbalan uang sebagai timbal balik“.

Legenda Arak Nu Er Hong, Araknya Pesta Pernikahan

Pada jaman dulu, arak (, jiu) yang biasa digunakan untuk acara pernikahan adalah Arak Nu Er Hong (女兒紅), yang secara harafiah bisa berarti “arak gadis perawan”. Arak tersohor ini berasal dari Shaoxing, Propinsi Zhejiang, Tiongkok. Menurut kebiasaan disana, seorang ayah akan mengubur guci arak saat menunggu kelahiran anaknya.

Inilah 10 Macam Seserahan Wajib Dalam Sangjit; Seserahan ala Tionghoa

Dalam tradisi Tionghoa, sebelum acara pernikahan terdapat 1 tahapan yang harus dilalui, yakni prosesi sangjit, atau dalam istilah lain disebut hantaran, antar harta, acara lamaran atau acara pertunangan. Acara sangjit merupakan prosesi memberikan baki seserahan yang dilakukan keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita. Prosesi sangjit biasanya dilaksanakan seminggu hingga 6 bulan sebelum hari pernikahan.

Inilah 8 Tahapan Prosesi Sangjit Bagi Yang Ingin Menikah

Prosesi Sangjit adalah acara perkenalan resmi antara keluarga besar dari pihak mempelai pria dan wanita dan merupakan momen hari yang berbahagia. Meskipun jauh sebelumnya diantara keluarga sebenarnya sudah saling mengenal, namun pada acara Sangjitan akan tetap dilakukan seolah-olah kedua belah pihak baru pertama kali saling mengenal.

Istilah Ulang Tahun Pernikahan dalam Bahasa Mandarin

Pernikahan (Hanzi: 婚礼; Pinyin : Hunli) adalah salah satu momen yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Dua Individu yang dulunya tidak saling kenal kemudian saling jatuh cinta dan memutuskan untuk bersama-sama menempuh perjalanan hidup ini, sama-sama merasakan suka dan duka. Saling mencintai, saling menghargai dan saling membutuhkan.

Pernikahan Tradisional Adat Tionghoa

Pernikahan tradisional etnis Tionghoa atau biasa disebut Chio Tau (Chio Tao) adalah prosesi upacara yang sangat kental dengan unsur budaya. Secara harfiah, Chio Tau berarti ‘menata kepala‘ atau ‘menata rambut‘. Masyarakat Tionghoa yang belum melakukan Chio Tau berarti belum sah secara tradisi.

Tradisi Tea Pai Dalam Rangkaian Pernikahan Adat Tionghoa

Tea Pai (teapai) merupakan salah satu rangkaian acara yang sering diadakan dalam pernikahan adat Tionghoa (chinese wedding) untuk menghormati orang yang lebih tua. Dalam beberapa kesempatan, tradisi penyuguhan teh di beberapa daerah sangatlah berbeda karena bisa tergantung dari kebiasaan  suku dan adat tradisi masing-masing.

Tradisi SANGJIT Dalam Budaya Tionghoa

Sangjit adalah salah satu prosesi pernikahan dalam budaya Tionghoa. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan atau lamaran dari pihak keluarga mempelai pria (dengan orang tua, saudara dan teman dekatnya yang masih single) dengan membawa “seserahan” ke pihak keluarga mempelai wanita. 

Tradisi Pernikahan Tionghoa

Kita sering melihat sebuah karakter Hanzi yang tertera pada kertas merah atau potongan kertas selalu ada pada saat pesta pernikahan. Karakter  (xǐ) juga biasanya ada tertera di kertas Angpao yang akan diberikan kepada pasangan pengantin baru.