Last Updated on 1 December 2021 by Herman Tan

Di jaman modern sekarang, ciri-ciri ke Tionghoa an orang Indonesia sudah mulai memudar. Padahal, semenjak era Gusdur (2000), etnis Tionghoa sudah dibebaskan untuk mengembangkan segala macam bentuk kebudayaan seluas-luasnya, seperti perayaan keagamaan, kesenian (barongsai, alat musik, tarian), sampai pada bahasa dan tulisan.

Yang tersisa sekarang, paling hanya dari ciri fisik, seperti mata yang sipit, berkulit putih (mudah dikenali) serta sedikit kebiasaan Tionghoa, seperti masih digunakannya istilah-istilah Kinship.

Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, meski sudah tidak fasih berbahasa Tionghoa, terutama bagi anak cucu yang sudah lahir dan besar di Indonesia, namun masih menggunakan sebutan-sebutan seperti kungkung, asuk, ncek, apak, ncim, dan sebagainya dalam kesehariannya.

Sayangnya, sekarang sebutan kinship ini pun sudah mulai ditinggalkan karena sudah dianggap kuno atau ketinggalan jaman. Rasanya lebih cocok/nyaman dengan sebutan opa, om, om, tante, papi, mami, dan sebagainya.

Padahal, sebutan-sebutan kinship inilah yang membedakan atau menandakan bahwa seseorang itu merupakan keturunan etnis Tionghoa atau tidak (sebutan khas).

Maka dari itu, saya berkeinginan untuk membuat/meluruskan daftar sebutan kekerabatan (kinship) dalam dialek bahasa Tionghoa, terutama dialek yang banyak atau sering dipakai oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia (Hakka, Tiociu, Hokkian, Konghu).

Tujuannya adalah untuk membantu mereka yang ingin tetap menggunakan sebutan kinship Tionghoa. Jika ada rekan-rekan pembaca yang ingin membantu dalam menyusun daftar panggilan dalam dialek yang lain, bisa menghubungi saya.

Berikut daftar bentuk panggilan kinship dalam dialek Hakka :

Daftar sebutan panggilan kekerabatan dalam dialek Hakka (Khek)

Bagan panggilan kekerabatan suku Hakka

Baca juga : Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Kanton (Konghu)

Dipanggil oleh 8 P :

1. A Pa (阿爸) = Ayah
2. A me (阿母) = Ibu
1 dan 2 Ja Oi/Fu Mu (父母) = Orang tua

3. Chin Ka/Qing Jia (親家) = Besan Lelaki
4. Chia Me/Qing Mu (親姆) = Besan Perempuan
5. Thaiko/Ako/Ta Siung (大兄) =Abang/kakak

6. A So/Ta Sao (大嫂) = Kakak Ipar
7. Chang Fu/Lao Kung/Weng Xu (翁婿) = Suami
8. Ngai Cika/Wo Ze Ji (我自己) = Saya

9. Moi Se/Mei Xu (妹婿) = Adik Ipar
10. Lo Moi/Mei Xu (小妹) = Adik Perempuan
11. Lo Thai/Xiao Di (小弟) =Adik Lelaki
12. Lo Thai Sim/Jin Zi  (妗仔) = Adik Ipar

Dipanggil Oleh 11 L :

1. A Pa (阿爸) = Ayah
2. A me (阿母) = Ibu
1 dan 2 Ja Oi/Fu Mu (父母) = Orang tua

3. Chin Ka/Zhang Ren (丈人) = Besan Lelaki
4. Chia Me/Zhang Mu (丈姆) = Besan Perempuan
5. Thaiko/Ako/Ta Siung (大兄) =Abang/kakak

6. A So/Ta Sao (大嫂) = Kakak Ipar
7. Ci Chong (姐夫) = Kakak Ipar
8. Thai Ce/A Ce/Ta Jie (大姐) = Kakak Perempuan

9. Ci Chong/Ci Fu (姐夫) = Kakak Ipar
10. A Ce/A Jie (阿姐)  = Kakak Perempuan
11. Ngai Chika/Wo Ze Ji (我自己) = Saya

12. Lo Pho/Mou (某) = Istri
19. Thai Lai/Lai ci/Xiao Sheng (孝生) = Anak Lelaki
20. Sin Khiu/Xin Fu (新婦) = Menantu Perempuan

21. Long/Along/Jian Xu (漢婿) = Menantu Lelaki
22. Moi Ci/Cha Mou Nian (查某囝) = Anak Perempuan
19 dan 22. Sen Yin/Nan Zi (囝仔) = Anak

Dipanggil oleh 12 P :

1. Ka Kon/Da Guan (大官/唐官) = (Mertua Lelaki)
2. Ka Nyiong/Tang Jia (大家/唐家) = (Mertua Perempuan)
3. A Pa (阿爸) = Ayah
4. A Me (阿母) = Ibu

3 dan 4 Ja Oi/Fu Mu (父母) = Orang tua
11. Lao Kung/Weng Xui (翁婿) = Suami
12. Ngai Cika/Wo Ze Ji (我自己) = Saya

19. Lai Ci/Xiao Sheng (孝生) = Anak Lelaki
20. Sin Khiu/Xin Fu (新婦) = Menantu Perempuan
21. Long/Along/Jian Xu (漢婿) = Menantu Lelaki

22. Moi Ci/Cha Mou Nian (查某囝) = Anak Perempuan
19 dan 22. Sen Yin/Nan Zi (囝仔) = Anak

Dipanggil oleh 19 L :

1L. A Kung/Kung Kung (阿公), A = Kakek
2P. Pho Pho/A Po (阿媽) = Nenek
3L. Cia Kung/Wai Gong (外公) = Kakek

3P. Cia Pho/Wai An (外安) = Nenek
5L. A Pak/Thai Pak (阿伯) = Paman, Pakde
6P. Pak Me (阿姆) = Bibi, Bude

7L. Ku Chong/Gu Zhang (姑丈) = Paman, Pakde
8P. Ku Ku/A Ku/Thay Ku (阿姑) = Bibi, Bude
9L. Ku Chong/Gu Zhang (姑丈) = Paman, Pakde

10P. A Ku (阿姑) = Bibi, Bude
11L. A Pa (阿爸)) = Ayah
12P. A Me (阿母) = Ibu

13L. A Kiu/Akeu/A Jiu (阿舅), Thai Kiu/Da Jiu (大舅) = Paman
14P. Khiu Me/A Jin (阿妗), Thai Me/Da Jin (大妗) = Bibi
15L. Ji Chong/Yi Zhang (姨丈) = Paman

16P. A Yi (阿姨), Yi Yi (姨姨) = Bibi
17L. A Kiu/Khiu Khiu (阿舅) = Paman
18P. Khiu Me (阿妗) = Bibi

Catatan :

1. Ejaan panggilan diatas berdasarkan bahasa Hakka/Khek, namun untuk beberapa ejaan/letter karena kurang familiar di telinga, maka ditambahkan ejaan pendamping dalam bahasa Mandarin.

Gelombang migrasi besar orang2 Hakka di China
5 sejarah gelombang migrasi orang2 Hakka di Tongkok.

Baca juga : Panggilan Kekerabatan Orang Tionghoa Dalam Dialek Tiociu (Teochew)

Lima sejarah gelombang migrasi orang2 Hakka di Tongkok :

1. Dimulai pada abad ke-4 M, dimana wilayah mereka di invasi 5 suku barbarian dari utara Tiongkok.
2. Lalu pada abad ke-10 M, saat kejatuhan Dinasti Tang.
3. Lalu pada akhir abad ke-12 hingga 13 M, saat kejatuhan Dinasti Song (dimulainya era Dinasti Yuan).
4. Kemudian pada pertengahan abad ke-17 M, dimana terjadi bencana alam pada jaman kekaisaran Kangxi.
5. Terakhir pada pertengahan abad ke 19 hingga 20 M, dimana terjadi pemberontakan Taiping, perang antar klan Hakka.

Demikianlah akhirnya orang2 Hakka terus bermigrasi hingga keluar wilayah Tiongkok, dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Orang2 Hakka berasal dari Fujian, Guangdong, Guangxi, dan Hainan.

Baca juga : Panggilan Kekerabatan Tradisi Tionghoa Dalam Dialek Hokkian

2. Bagaimana cara penyebutan kalau jumlah kakak atau adik lebih dari 1?

Masyarakat Tionghoa biasanya membedakan penyebutan per-generasi, dengan menambahkan istilah “yang tertua” dan angka sesuai dialek masing2.

Misalnya, mama punya 3 kakak laki-laki. Maka kakak tertuanya (paman, om) akan kita panggil dengan sebutan “Thai-kiu” (大舅; dimana Ta 大 artinya besar, atau yang tertua); Sementara istrinya kita panggil “Thai-me” (大妗).

Sementara kakak kedua dari mama bisa kita panggil “Yi-kiu, Yi Keu” (二舅), dan istrinya kita panggil “Yi-kim”. Lalu berturut2, kakak ketiga dipanggil “Sam-kiu, Sam-keu”, istrinya dipanggil “Sam-kim”, dan seterusnya.

Lalu, sebutan untuk kakak laki-laki dari ayah juga berbeda! Untuk kakak tertua (paman, om) akan kita panggil “Thai-pak” (大伯); sementara istrinya kita panggil “Thay-Me” (大姆). Sementara untuk kakak kedua kita panggil “Yi-pak” (二伯), dan istrinya kita panggil “Yi me”. Lalu kemudian “Sam-pak” dan “Sam-me”, dan seterusnya.

Sebutan untuk kakak perempuan dari ibu, adik laki-laki dari ibu, dan sebutan untuk kakak perempuan dari ayah, adik perempuan dari ayah, juga masing2 berbeda!

Namun saat ini, karena pengaruh perubahan jaman, panggilan berdasarkan generasi dan urutan (kakak/adik) sudah disederhanakan, yakni dengan menggunakan nama panggilan Tionghoa (nama cinanya) atau nama inggrisnya, untuk membedakan satu dengan yang lain. Misalnya “Koko Ameng“, “Cece Aling “, atau “pek Siu“, “kou Lan” dan lain-lain.

Mengenai Dialek Hakka (Khe Jia Fang Yan) :

Dialek ini digunakan secara luas oleh orang Hakka di selatan, seperti timur Guang Dong, utara dan barat Fu Jian. Jiang Xi dan Guang Xi. Wakil dari dialek ini adalah logat Mei Hsien. Dialek ini terbentuk semasa perpindahan penduduk besar2an dari utara ke selatan. Di dalam dialek ini masih banyak ditemui frase dan kosa kata dari dialek Utara kuno.

Dialek Hakka dipergunakan oleh 4% penduduk Tiongkok (diluar masyarakat perantauan dan keturunannya di negara2 lain).

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

33 thoughts on “Panggilan Kekerabatan Tradisi Tionghoa Dalam Dialek Hakka (Khek)”
  1. mohon tanya apakah ada buku tentang panggilan kekerabatan ini? saya mau buat jurnal tentang panggilan kekerabatan etnis tionghoa di Indonesia

  2. Sorry mau tanya. Utk panggilan ke kakek & nenek sisi ayah itu pake yeye & nainai? Utk kakek& nenek sisi ibu baru pake akung & apoh?

    1. tidak begitu..
      untuk yeye dan nainai itu bahasa mandarin
      sedangkan akung & apho itu bahasa khek (tionghua khek)
      bahasa tionghua khek & tionghua tio cu itu berbeda
      untuk panggilan nenek dan kakek dalam tionghua tio cu itu
      kakek (akong) dan nenek (amah)

  3. 哈喽哥哥
    dari mana itu ada bagan pengucapan seperti itu?
    saya tidak pernah mendengarnya sebelumnya, dan baru tahu ini
    dari kita (chinese) panggilan cukup satu untuk satu orang, sebagai contoh
    ayi/bibi/tante (阿姨)kakak laki2 (哥哥)
    kakak perempuan (姐姐) adik perempuan (妹妹) dan tidak ada kata lain dan umum digunakan di china, saya saat ini tinggal di harbin

    1. Sebenarnya ini adalah bagian dari tata cara pengucapan secara TRADISIONAL. dimana setiap person memiliki panggilan yang berbeda2, mengikuti tingkatan generasinya, dan dari sisi mana mereka memanggilnya (dari garis ayah atau garis ibu).
      Tentu saja, anak2 muda di Tiongkok, terutama yang tinggal di perkotaan mungkin sudah tidak lagi mengenal istilah2 ini.
      Dimana semua panggilan kekerabatan sudah digeneralisir secara umum, laiknya orang2 barat, paman, bibi, hanya tinggal dipanggil ‘uncle’ saja.
      Bahkan terhadap orang lain yg tidak bertalian darah pun bisa dipanggil ‘uncle’.

      Apalagi saudara kan tinggal di Harbin, dimana orang2 disana MAYORITAS adalah ber-etnis/suku Manchu (Manzhou).
      Tentu secara kultur tidak sama seperti orang2 Han, terutama yang tinggal di propinsi Guangdong dan sekitarnya (dialek Kanton), dan di propinsi Fujian dan sekitarnya (dialek Hokkian).
      Tapi jika anda memiliki kawan di Malaysia, di Taiwan, atau di Indonesia, coba tanyakan kepada mereka mengenai istilah2 kekerabatan tradisional ini, apakah benar adanya atau tidak.

      Semoga bisa menjawab,
      Salam hangat di Harbin yang sedang musim membeku 🙂

  4. Saya salut dgn para saudaraku yg keturunan China, mereka masih pegang tradisi asal usulnya. Mari kita budayakan semboyan yg telah dilahirkan dari para pendahulu kita, baik orang pribumi maupun orang keturunan, semasa perjuangan sebelum dan sesudah kemerdekaan. Mereka bahu-membahu tanpa membedakan suku, bahasa dan asal usul, yg penting bagi mereka kita merdeka, kita hidup di tanah air Indonesia, Nusantara yg kita cintai bersama. Jangan ada lagi fraksi2 lagi diantara kita. kita sama, kita satu, kita adalah kekuatan yg luar biasa diantara suku2 didunia.

    Saya orang Jawa, tapi saya dan keluarga saya TETAP membiasakan bahasa Jawa yg baik dan benar. Bahasa madura, bahasa sunda, bahkan bahasa Tionghoa juga PERLU kita lestarikan juga di Indonesia, dengan terus mempergunakannya dalam lingkup sehari-hari. Ayo sodara sodaraku semua yg dari keturunan China, mari kita BUDAYAKAN TERUS BUDAYA LELUHUR, demi anak cucu kita, dan bangsa Indonesia yg kita Cintai. Karena walau bagaimanapun, budaya Tionghoa juga sudah ada, dan telah melekat di bumi Nusantara ini sejak era kerajaan Sriwijaya (600 an s/d 1377), jauh sebelum munculnya kerajaan2 Islam masuk (tahun 1200-an).

    Merdeka…!!! Merdeka…!!!

    1. Terima kasih, Subhan Ariyadi.
      Sejak era reformasi (2000-an awal), kita memang membiasakan sejak dini kepada anak2 dan cucu2, agar kembali belajar dan berbahasa Mandarin, serta mempergunakannya minimal di lingkungan rumah. Apalagi di era modern ini, selain bahasa Inggris, bahasa Mandarin adalah bahasa Internasional, juga merupakan bahasa dengan penutur terbanyak ke-2 di dunia. Dengan menguasai bahasa ini (tentunya dengan bahasa inggris), keturunan kita kelak akan bisa lebih bersaing di luar negeri. Apalagi turis2 mancanegara yang datang ke Indonesia, paling banyak berasal dari negeri tirai bambu. Jika tidak menguasai bahasa ini, bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah yang baik? Apakah harus menggaji orang dari Malaysia/Singapore (keturunan) untuk menjadi tour guide disini?

  5. Hmm kayaknya 8P no.3 dan 11L no.3 : Besan laki-laki = Chin Ka bukan Chin Ke klo disesuaikan dengan dialek saya Khek, Kalbar. Untuk yang lain sama 👍

  6. Sy sejak kecil diajarkan panggil “No” kepada saudara angkat perempuan dari bapak sy, diangkat sbg anak asuh dari coco (nenek dari bapak saya), itu sebenarnya panggilan chinese dalam suku apa ya?

  7. Artikel bagus…kembangkan terus biar generasi lanjut anak anak keturunan tionghua Hakka tau cara menyapa dalam keluarganya nanti.
    Saya dari Hakka kalbar menikah dengan orang sunda di jawa barat.
    Dan tinggal di jawa barat…sangat sulit mengajarkan anak anak saya untuk berbahasa Hakka. Terima kasih admin

    1. Kalau tidak salah kakak ipar laki² dalam bahasa Hokkien disebut Cihu
      Bapaknya Cihu dipanggil Chin ke
      Ibu nya Cihu dipanggil Che em (Che eum)

      Yg saya tahu itu karena saya org hokkien.

  8. Mau nambahn sdkit..
    Kalo buat kk yg paling besar awalan d panggil pake thai= thai pak, thai ko, thai ce, thai ku. Misalnya d 19L itu ada apak/thaipak lawannya jd pak me/thaipak me.

    Kalo yg kcil biasa pake se = se ku, se khiu dll..

    Tapi ga ngerti d kluarga papa d terapin panggil pake urutan angka. Papa 9 sodara dan anak ke 7. Cc nya 5 org. Jd d suruh panggil ngi ku, sam ku, shi ku dan selanjutnya. Tapi dr pihak mama lnjut aja panggil thaiji / jiji.

  9. Bagannya kurang jelas nomor 5 sd 18 (keturunan ke-2) mana yg posisi sbg anak, mana yg pasangannya. Usul : dilebarkan jaraknya, lalu posisi anak tepat di bawah garis. Untuk nomor 19-22 lebih jelas, yg anak langsung pas di bawah garis. Terima kasih, sangat berguna.

  10. Bagannya kurang jelas nomor 5 sd 18 (keturunan ke-2) mana yg posisi sbg anak, mana yg pasangannya. Usul : dilebarkan jaraknya, lalu posisi anak tepat di bawah garis. Untuk nomor 19-22 lebih jelas, yg anak langsung pas di bawah garis.

  11. disini saya ada bbrp panggilan yg harus verifikasi & tambahan.

    1. hub ortu & anak yg dihubungi dgn “|” tidak jelas. (pada “x” yaitu 5-10 & 13-16) jd susah untuk cara panggilan.
    2. untuk 11L seharusnya panggil 3&4 sbg a pa & a me.
    3. untuk 12P seharusnya panggil 1&2 sbg a pa & a me.
    4. untuk panggilan chin ka & chia me tu panggilan 1,2,5-10 ke 3&4. n untuk 3,4,13-18 ke 1&2.
    5. besan lelaki = chin ka.
    6. suami = laokung (cangfu bahasa mandarin)
    7. ka nyong & ka khon tu sebutan antara saudara kandung cew(11) ketika bicara sama 11.
    8. 11 pgl saudara kandung 12 sesuai panggilan anaknya yaitu kpd cow yg lbh bsr drpd suami pgl “A pak” cow yg lbh kcl drpd suami pgl “a suk”. untuk cew kakak maupun adik pgl “ku ku”
    9. 12 pgl saudara kandung 11 sesuai panggilan anaknya juga, yaitu cow yg lbh besar maupun lbh kecil dari istri “A kiu” , cew besar maupun kecil sbg “A yi”.

    semoga membantu.

  12. Terima kasih,infonya sangat bermanfaat.Saya keturunan Khek domisili di ende flores NTT.

  13. yang ditulis di situ “Chin Ke/Qing Jia (親家) = Besan Lelaki”… bukan Chin Ke… tapi “Chin Ka”.. kalo Chin Ke itu bhs Tio Ciu.

  14. Itu Daftarnya sebaiknya yg anak kandung itu didepan, mau L atau P, kl anak kandung selalu didepan. Biar tau mana yg sekandung, mana yg bukan.

  15. Saya gak setuju kalo di bilang orang tionghoa sudah lupa ciri cirinya,di kampung saya singkawang,kalbar semua tionghoa menggunakan bahasa khek dalam kehidupan sehari hari. Di singkawang tradisi tionghoa tidak pernah akan hilang,bahkan kota singkawang mendapatkan julukan kota seribu klenteng dan kota amoi.
    Di hari raya imlek dan cap go meh saya rasa kota singkawang adalah kota yg paling meriah di indonesia.
    Kam cia….

  16. Sepertinya ada beberapa panggilan yg salah tulis bahasa Mandarinnya seperti no panggilan 11L:3,4,12,20,21,22=?,19dan 12=? tidak pernah saya dengar. dapat dari mana atau panggilan untuk daerah tertentu bukan umum.mohon penjelasan

    1. Halo Pak Bong, bisa bapak lampirkan panggilan yang sebenarnya bagaimana. Soalnya banyak juga yang komplain tapi ditanya bagaimana yang seharusnya juga tidak tahu. Saya harap kita dapat sama-sama merevisi artikel ini apabila dibutuhkan. Mungkin panggilan yang bapak ketahui dari dialek lain, dalam artikel ini adalah panggilan dalam dialek HAKKA.

  17. Saya orang Haka. Dari kecil sampai sekarang saya selalu berbicara bahasa haka dalam keluarga saya tuntutan nenek dari papa. Saya juga sangat suka Tionghoa info, karena jadi teringat kata2 nenek bahwa semua cucunya harus bisa bicara bahasa haka.

  18. Trims infonya….membantu banget secara saya turunan hakka yg sering kesulitan klo ketemu family jauh…dipanggil apa terutama klo g ada ortu yg kasih info

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: eitss, mau apa nih?