Last Updated on 3 January 2023 by Herman Tan

Asal ceritanya terjadi ketika suatu hari Kaisar Langit menulis surat kepada hewan2 diseluruh negeri. Angin pun lalu menyebarkan surat-surat itu ke seluruh pelosok negeri. Dalam sekejap, para hewan menerima surat2 itu, yang isinya seperti ini :

“Besok pagi di Tahun Baru, aku akan memilih hewan yang paling dahulu datang kesini, dari nomor 1 sampai dengan nomor 12. Lalu, setiap tahun aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan”. Tertanda, Tian.

Para hewan sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi, ada seekor hewan yang tidak membaca surat semacam ini, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. Ia hanya mendengar berita ini dari Tikus.

Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Tian esok lusa, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi.

Semua hewan bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya kerbau yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat.

Tikus yang licik melihatnya lalu meloncat dan menumpang di punggung kerbau, tapi kerbau tidak menyadari hal itu.

Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda semuanya berangkat berlari menuju ketempat Tian.

Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tampat tinggal Tian adalah…kerbau. Tapi kemudian Tikus melompat ke depan dan mendarat tepat dihadapan Tian. Maka Tikus pun menjadi yang pertama. Selamat Tahun Baru Tian…kata Tikus kepada Tian.

Kerbau pun menangis karena kecewa menjadi urutan ke dua. Di belakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dengan dua belas sesuai dengan urutan kedatangannya.

12 ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio dalam mitologi Tiongkok.

Para hewan itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Tian. Lalu, kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari Tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun berlari mengejar Tikus kesana kemari.

Sejak itu mulailah era 12 Shio dengan nama-nama hewan, dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu kerbau, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi.

Kucing yang tidak berhasil masuk ke dalam 12 shio sampai sekarang masih mengejar Tikus kesana kemari karena telah ditipu. Ada kepercayaan yang mengatakan bahwa keturunan langsung dari kucing yang kena tipu tikus itu sampai sekarang masih berkeliaran di kota Bangkok.

Lantas mengapa Naga justru berada di peringkat ke-5 dalam urutan zodiak Tiongkok?

Baca juga : Legenda 12 Shio; Bagaimana Asal Usul Penamaan dan Pemilihannya Dalam Mitologi Tiongkok?

Menurut salah satu cerita mitos, sewaktu Yu Huang Da Di mengadakan perlombaan dan memutuskan bahwa urutan hewan dalam zodiak Tiongkok akan ditentukan oleh siapa yang melewati garis finis di 12 tempat pertama, banyak Dewa-Dewi di surga berpendapat bahwa Nagalah yang akan mendapat tempat pertama.

Namun ternyata dia tidak mencapai ini. Naga datang di urutan ke-5, setelah Kelinci, Macan, Kerbau, dan Tikus. Mengapa?

Konon ketika sang Naga sedang dalam perjalanan ke garis finis, dia menemukan sebuah desa yang menderita kekeringan yang sangat serius, bahkan tanaman2 nya tidak tumbuh sama sekali, dan banyak orang kelaparan.

Jadi dia terbang melintasi awan dan membuka mulutnya untuk membuat hujan guna membantu kesulitan mereka.

Setelah itu, Naga kemudian melanjutkan balapan. Tapi setelah terbang beberapa puluh Li*, dia menjupai desa lain yang terancam banjir. Melihat hal itu, dia berhenti tanpa ragu, dan segera membuka mulutnya untuk menyerap air yang berlebihan di sungai.

Atas upaya dan kekuatannya dalam memindahkan air ke laut, bencana banjir di desa tersebut dapat dihindari.

Karena waktunya sudah banyak terbuang untuk menolong manusia, Naga pun segera bergegas menuju ke akhir balapan. Namun di akhir perjalanan, dia melihat bahwa Kelinci sedang dikejar oleh seekor Serigala.

Untuk menghadapi Serigala dan menyelamatkan nyawa Kelinci, dia membiarkan Kelinci untuk melaju duluan ke garis finis, sementara dia menghalang2-i dari belakang. Karena itulah Naga kemudian datang setelah Kelinci dalam urutan zodiak.

*1 Li (里; satuan panjang/jarak di Tiongkok) = 500 meter

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

One thought on “Asal Usul 12 Shio Dalam Tradisi Tionghoa; Kenapa Sang Naga di Urutan ke-5?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: eitss, mau apa nih?