Ramalan Shio 2019 di Tahun Tahun Babi Tanah 2019

Menurut penanggalan kalender lunar, tahun Babi Tanah 2570 Imlek akan dimulai sejak 5 Februari 2019 hingga 24 Januari 2020. Ingin tahu bagaimana peruntungan shio Anda di tahun 2019 secara detail? Simak ulasan lengkapnya hanya di Tionghoa.INFO secara GRATIS!

Kerusuhan Mei 1998 : Inilah Harga Yang Harus Dibayar Oleh Etnis Tionghoa!

Di bulan Mei ini adalah hari-hari bersejarah yang kelam bagi etnis TIONGHOA di Indonesia akibat kasus KERUSUHAN 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Seperti yang kita ketahui bersama, etnis Tionghoa menjadi korban utama kekerasan yang terjadi pada peristiwa itu.

Tradisi SANGJIT Dalam Budaya Tionghoa

Sangjit adalah salah satu prosesi pernikahan dalam budaya Tionghoa. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan atau lamaran dari pihak keluarga mempelai pria, dengan membawa hantaran seserahan ke pihak keluarga mempelai wanita.

Inilah 8 Festival Budaya Masyarakat Tionghoa - Indonesia

Budaya Tiongkok sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia seiring dengan makin banyaknya penduduk mereka yang bermigrasi; salah satu Negara persebarannya mencakup Indonesia. Berikut beberapa tradisi etnis Tionghoa yang masih dilakukan di Indonesia :

 

Bai Jia Xing : Asal Usul Marga Tionghoa di Indonesia

Semua Marga Tionghoa di Indonesia berasal dari marga Tiongkok, yang dibawa oleh perantauan. Asal-usul Marga Tionghoa dapat ditelusuri sejak 5.000 tahun yang lalu, dimulai sejak jaman 三皇五帝 San Huang Wu Di (2852-2070 SM), dimana pada awalnya mengikuti garis keturunan Ibu yang disebut dengan “Xing” (), yang artinya “nama keluarga”. 

Kubur Cina : Inilah 8 Bagian Yang Terdapat di Makam Cina

Saat pertama kali jenazah dimakamkan, keluarga mendiang (warga keturunan) tidak langsung serta merta membangun “kompleks” makam almarhum/ah. Tidak ada persyaratan khusus kapan makam tradisional Cina akan dibuat. Namun pada umumnya keluarga mendiang akan menunggu sampai 49 hari atau 100 hari masa berkabung.

Kebijakan Dua Anak Tiongkok (Two Child Policy) : Beban Ekonomi atau Kebahagiaan?

4 Dekade yang lalu (tahun 1979) pemerintahan Deng Xiaoping sudah mencanangkan suatu kebijakan, yang nantinya akan membatasi ledakan pertumbuhan yang diperkirakan akan dialami oleh Tiongkok mulai akhir tahun 1980-an. Kebijakan tersebut disebut dikenal sebagai “Kebijakan Satu Anak“, atau One Child Policy (一孩政策; Yī hái zhèngcè).

Kontroversi Kebijakan 2 Anak (Two Child Policy) di Tiongkok : Anak Ke-2 Harus Dipajak!

Berdasarkan apa yang diterbitkan oleh sebuah artikel di Tiongkok, yang ditulis oleh 2 orang akademisi, dimana ia mengajukan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan pemungutan pajak bagi masyarakat Tiongkok yang telah berusia 40 tahun yang mereka tidak mempunyai dua anak.

Tionghoa dan Cengkraman SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia)

Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) merupakan sebuah surat yang isinya menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah warga Indonesia. Akan tetapi, surat ini hanya diberikan kepada seseorang yang terlahir sebagai warga keturunan, khususnya keturunan Tionghoa.

Mahasiswa Asing di Tiongkok Sekarang Bisa Bekerja Part Time!

Tiongkok telah memberikan izin kepada mahasiswa internasional yang ada di Universitas Tiongkok agar mereka bisa mengambil kerja paruh waktu, atau part time. Hal ini bertujuan utnuk membuat sistem pendidikan tinggi yang berlaku di Tiongkok bisa lebih menarik. Penjelasan ini diperoleh dari keterangan yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Tiongkok, dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh Daily Tiongkok secara eksklusif.

Warga Taiwan Tidak Perlu Lagi Mengurus Visa Kerja di Tiongkok

Saat ini, masyarakat yang berasal dari Taiwan yang ingin bekerja di Tiongkok sudah tidak perlu lagi mengajukan visa izin kerja. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Juru Bicara dari Kantor Dewan Urusan Taiwan, Ma Xiaoguang, memaparkan bahwa keputusan tersebut telah dibuat dengan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kantor dan Kementerian SDM dan Jaminan Sosial Tiongkok (MOHRSS).

Pemerkosaan Perempuan Tionghoa Mei 1998 di Jakarta

Perempuan etnis Tionghoa merupakan target paling lemah dan yang paling mudah dicari, karena selain menyandang ciri fisik yang mencolok (ras asia timur), mereka menyandang triple minority : Perempuan, Tionghoa, dan Non muslim.

Diperkirakan terdapat ratusan perempuan etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi di rumah atau toko mereka sendiri. Sudah begitu, ruko mereka pun ikut dijarah dan dibakar pada tanggal 13 s/d 15 Mei 1998 silam di Jakarta dan sekitarnya.

Teror Kasus Ita Martadinata : Kenapa Perkosaan Perempuan Tionghoa Mei 1998 Jarang Dilaporkan?

Kepastian mengenai kasus-kasus pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa ketika itu memang terkesan ditutupi, dianggap belum jelas, dan hanya dianggap sekadar gosip. Bahkan B.J.Habibie, sebagai presiden yang menggantikan Soeharto kala itu juga tidak sepenuhnya percaya bahwa pemerkosaan massal itu benar-benar terjadi.

Siapa sebenarnya para pelaku pemerkosaan pada Kerusuhan Mei 1998?

Kerusuhan Mei 1998 : Inilah Harga Yang Harus Dibayar Oleh Etnis Tionghoa di Indonesia!

Ingat Kerusuhan Mei 1998 ? sebagian besar orang mungkin akan berpikir bahwa momen tersebut melahirkan sebuah era REFORMASI. Memang benar! Tetapi ada catatan sejarah menyedihkan yang tersimpan di baliknya; yakni sebuah kerusuhan, yang menjadikan etnis Tionghoa sebagai TUMBAL REFORMASI!

Peristiwa ini sebagai pengingat abadi : Bahwa Negara PERNAH GAGAL dalam melindungi warga Negaranya!

Kerusuhan yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 merupakan salah satu memori terkelam etnis Tionghoa di Indonesia, yang masih menyimpan sebuah tanda tanya : KENAPA HARUS MEREKA?