Category Archives: Sastra

Sekilas Mengenai Marga Lin (林)

Marga Lin (Hanzi : 林; pinyin : Lin) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Lin dibaca ‘Lam’ dalam dialek Kanton, atau ‘Lim/Liem‘ dalam dialek Hokkian. Menurut catatan, Marga Lin sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke-16 di daratan Tiongkok, dengan jumlah sekitar 1%, atau sekitar 1,4 juta jiwa.

Lagu Kebangsaan Tiongkok : Yiyongjun Jinxingqu

起來!不願做奴隸的人們!Arise! All who refuse to be slaves!

Mars Para Sukarelawan (hanzi : 义勇军进行曲; pinyin: Yiyongjun Jinxingqu), atau March of the Volunteers, adalah lagu kebangsaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Lirik lagu ditulis pada tahun 1934 oleh Tian Han (田汉), dan kemudian dibuatkan musik instrumental nya pada tahun 1935 oleh Nie Er (聂耳) untuk film patriotik Children of Troubled Times tahun 1935.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 17) END

Mendengar masalah sepelik itu, saya pun bertanya apakah dia ada solusinya.

Teman saya yang paham Tao ini pun hanya geleng-geleng kepala. Dia mengaku kemampuan dia tidak cukup untuk membantu. Harus mencari seorang pendeta Tao yang tatarannya lebih tinggi untuk melakukan ritual di kuil Chenghuang. Tujuannya untuk meminta Dewa Chenghuang agar mengurus masalah Yin Yang ini dan membuat “kesepakatan damai”.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 16)

Malam itu saya tidak tidur sama sekali. Saya hanya merebahkan badan sampai pagi hari. Setelah dari luar kamar terdengar suara aktivitas, baru saya bangun dari ranjang. Saya melihat si C tidur sangat nyenyak. Si A (A tidur di ranjang yang satu lagi) juga sudah bangun. Saya bisa melihat wajahnya yang tegang. Kemungkinan besar dia juga terbangun semalam.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 15)

Entah wajah itu sudah menatap saya berapa lama. Pikiran saya masih blank gara-gara dikejutkan seperti begitu. Pandangan saya tetap tidak lari dari wajah itu. Wajah itu adalah si C, teman sekamar saya. Dia itu tidur di ranjang bagian atas saya. Entah mengapa dia sengaja menjulurkan kepalanya dari ranjang atas untuk melihat saya.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 14)

Saya awalnya agak tidak mempercayai omongannya. Soalnya teman yang satu ini memang terkadang suka melebih-lebihkan sesuatu. Tetapi saya akhirnya memutuskan lebih baik jangan bermalam di kamar itu. Kebetulan saya mendengar teman sekamar saya sudah kembali. Jadi saya pun memutuskan pada saat mereka ada di kamar, saya membereskan pakaian dan pergi.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 13)

Saya tidak bisa berkata apa-apa ketika teman saya bilang sudah terlambat. Melihat wajah saya tanpa ekspresi dia pun melanjutkan “Sebetulnya tidak segampang itu untuk roh bisa merasuki manusia. Setiap orang memiliki Jiwa Utama, dan Jiwa Utama adalah energi Yang.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 12)

Setelah mendengar kisah saya, teman saya yang ahli Tao ini hanya bisa menggeleng-geleng kepala, sambil menghela napas panjang. Dia mengatakan bahwa kami ini betul-betul anak dungu yang tidak tahu diri, berani-beraninya mengumpulkan energi Yin untuk mengundang roh!

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 11)

Pertama-tama mereka membakar kertas orang mati di wastafel. Mereka juga menaruh ranting kayu banyan ke atas piring berisi air hujan. Habis itu air hujan baru dituangkan ke dalam wastafel. Setelah itu mereka menutup seluruh lampu kamar, menyalakan 2 lilin putih dan mulai permainan jelangkung sekali lagi.

Jelangkung : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 10)

Waktu itu saya sudah memasuki tahun ke 4, sudah memasuki periode perkuliahan terakhir. Saya sebelumnya sudah tidak tinggal di asrama lagi. Lagipula jumlah kelas di semester akhir sedikit. Tetapi dikarenakan ada 2 kelas kuliah di pagi hari, saya akhirnya memutuskan mendaftar lagi untuk tinggal di asrama, kali ini tinggal di Asrama Dazhuang.

error: eits, mau ngapain nih?