Last Updated on 25 August 2021 by Herman Tan

Lianhua Qingwen Jiaonang (连花清瘟胶囊) merupakan produk obat herbal asal Hebei, Tiongkok. Obat ini berbentuk bubuk dan dikemas dalam kapsul, yang secara khusus digunakan untuk membantu meringankan gejala2 Covid-19, seperti demam, panas dalam, batuk, influenza, nyeri sendi dan tenggorokan kering.

Obat Lianhua Qingwen ini mengandung ekstrak bahan2 herbal alami, dimana salah satu kandungan utamanya, Dryopteris Crassirhizomatis Rhizoma (Akar Dryopteris), sudah diakui oleh US National Library of Medicine National Institute of Health karena terbukti memiliki efek anti virus yang bagus untuk mengurangi penyebaran virus sejenis influenza.

Pada Maret 2020, Lianhua Qingwen bahkan dikirim ke Italia sebanyak 100.000 kotak dosis.

Bahan tersebut bekerja dengan cara meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga membantu melindungi tubuh dari virus, bakteri, ataupun mikroorganisme lainnya penyebab flu. Selain itu, Akar Dryopteris juga diketahui bersifat sebagai analgesik alami (pereda rasa nyeri).

Sedangkan beberapa kandungan lainnya yang terdapat dalam obat ini juga berkhasiat dalam membantu menurunkan demam, mengurangi peradangan, meredakan rasa nyeri, meningkatkan sistem daya tahan tubuh, mengeluarkan panas, serta membuang racun dalam tubuh,

A. Penggunaan Obat Lianhua Qingwen di Tiongkok

Pada tahun 2005 dan 2009, Lianhua Qingwen pernah secara resmi menjadi salah satu daftar produk obat yang direkomendasikan oleh Pemerintah Tiongkok untuk mengobati penularan penyakit influenza di daerah bencana gempa & banjir. Obat ini dipasarkan pertama kali sejak krisis SARS melanda Tiongkok pada tahun 2003 silam.

Obat ini juga pernah mendapatkan penghargaan dari Institute of Chinese Medicine Science and Technology pada tahun 2008, sebagai obat influenza terbaik.

Obat Lianhua Qingwen sebenarnya telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat tradisional impor dari Tiongkok (TI144348471) pada 13 Juni 2019, jauh2 hari sebelum Covid-19 masuk di Indonesia. Obat ini diproduksi oleh Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical Co Ltd (Hebei), dan di Indonesia diimpor oleh PT Intra Aries.

Dari hasil uji klinik, obat Lianhua Qingwen memang terbukti efektif dalam “meredakan” gejala Covid-19 kategori ringan-sedang.

Sesuai hasil uji klinik terbatas pada 284 pasien Covid-19, menunjukkan bahwa obat ini cukup efektif dalam mengurangi gejala Covid-19 dan aman digunakan. Pengobatan Covid-19 dengan obat ini menghasilkan tingkat efektivitas yang lebih tinggi, serta waktu pemulihan yang lebih pendek daripada pengobatan biasa selama 14 hari perawatan.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Phytomedicine pada Mei 2020, yang diperkuat oleh jurnal2 lainnya dari PlOS One, 11 September 2020, yang meneliti secara retrospektif kepada 154 pasien Covid-19.

B. Ciri2 Obat Lianhua Qingwen PALSU

Seperti diketahui, berbagai obat tradisional Tiongkok sebelumnya telah dikonsumsi oleh lebih dari ½ total pasien positif Covid-19 di provinsi Hubei, Tiongkok. Meski demikian, para ahli masih menyarankan untuk melakukan uji klinis lebih lanjut, agar menguatkan efektivitas dari obat herbal ini.

Screenshoot seruan obat palsu yang dikeluarkan BPOM RI per tanggal 1 Juli 2020 (sumber : pom.go.id)

Baca juga : 7 Macam Obat Cina Legendaris dan Khasiatnya Yang Masih Banyak Dipakai (PART 1)

Karena itu, obat ini sangat laris di pasaran dan toko2 online, serta banyak mendapat pemberitaan dari berbagai media. Salah satunya yakni pemberitaan dari ex Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran yang membagikan obat herbal asal Tiongkok kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif bulan Juli silam.

Kala itu, Fadil berujar bahwa banyak anggotanya yang sembuh setelah meminum obat tersebut, tanpa harus dirawat di rumah sakit. Obat tersebut juga telah digunakan di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Dia juga berani menyarankan obat herbal ini kepada masyarakat berdasarkan praktek2 pengobatan yang sudah dilakukan di berbagai tempat, termasuk di Wuhan dan Jakarta.

Yayasan Budha Tzu Chi pun diketahui rutin memberikan bantuan ribuan pack obat Lianhua untuk polisi2 di daerah, seperti di Polda Sulawesi Selatan, Polda Sumatera Barat, Polrestabes Palembang, dsb; yang kemudian dipakai oleh anggotanya sendiri, maupun didistribusikan ke masyarakat sekitar.

Sudah banyak testimoni positif masyarakat Indonesia mengenai khasiat obat Lianhua dalam menghadapi Covid-19. Meski adapula testimoni masyarakat yang terlihat enggan mengakuinya sepenuh hati (berat hati), karena faktor sentimen anti cina.

“Alhamdulillah gua sama istri sembuh pake nich obat. Tapi bukan obat ini doang yg gua konsumsi. Ada madu dan vitamin yg banyak. Alhamdulillah Allah ngasih gua kesembuhan, dan masih ngasih kesempatan gua untuk tetap Hidup.”

Namun sayangnya, obat ini banyak dipalsukan. Ciri2 Lianhua Qingwen ASLI adalah :

1. Berbentuk kapsul, dimana isinya berbentuk serbuk berwarna kecokelatan (versi BPOM) atau hitam (versi Non-BPOM/original).
2. Pada kemasan dus, sachet dan strip/blister tercantum nama produk, nama importir, nomor POM, dan logo dari PT Intra Aries.
3. Tercantum nomor POM TI 144 348 471.

4. Pada kemasan dus bagian depan terdapat tulisan bahasa Indonesia, sedangkan kemasan dus bagian belakang terdapat tulisan bahasa Mandarin.
5. Dalam kemasan hanya terdapat 1 kemasan, yang berisi 2 strip @12 kapsul.

Sementara ciri2 Lianhua Qingwen PALSU adalah :

1. Nama produk tertulis Lianhua Qingwen Formula.
2. Dikemas dalam botol plastik, atau dalam plastik bening @24 kapsul.
3. Berbentuk simplisia kering (bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun, berupa bahan yang telah dikeringkan).

C. Lianhua Qingwen BPOM (resmi) vs Non BPOM (Original, diimpor langsung dari Tiongkok)

Berikut video yang membahas mengenai perbedaan obat Lianhua Qingwen yang berlabel BPOM (diimpor oleh PT Intra Aries), dengan Non BPOM (diimpor sendiri oleh importir), yang pada intinya obat Lianhua keluaran BPOM ada 2 bahan herbal (ingredients) yang ditiadakan.

Adapun alasan dari ke-2 bahan itu ditiadakan adalah karena (1) bahan Ephedra (麻黄; Mahuang) yang apabila diekstrak akan berubah menjadi efedrin (ephedrine), dan kalau di ekstraksi lagi akan berubah menjadi salah satu bahan dasar dari narkotika (karena itu dicoret, merujuk rekomendasi FDA – Food and Drug Administration, BPOM USA).

Sementara alasan dari bahan (2) Bo He/mint ikut ditiadakan adalah karena apabila terlalu banyak kadar mintnya, bisa merusak efek lambung (berhubungan dengan naiknya asam lambung).

Padahal sebenarnya ke-2 bahan ini sangat berguna bagi penderita Covid-19, dimana bahan herbal Zhi Ma Huang apabila dikonsumsi akan mengeluarkan keringat dan melegakan pernapasan. Sementara Bo He akan melegakan gatal di tenggorokan, akibat batuk terus-menerus.

Jadi, BPOM seperti mengubah/mengutak-atik komposisi obat sekehendak mereka, laiknya obat ciptaan sendiri. Padahal bahan2 obat herbal Tiongkok sudah punya reputasi ribuan tahun lamanya, yang setiap unsur dalam obat memiliki filosofinya sendiri!

Ciri2 Lianhua yang berlabel BPOM :

1. Pada kemasan dus bagian depan terdapat tulisan bahasa Indonesia, dengan label/nomor register BPOM.
2. Dalam dus terdapat lembaran cara penggunaan, khasiat, dosis, dan komposisi obat, yang bertuliskan bahasa Indonesia.
3. Pada kemasan alumunium pembungkus obatnya terdapat nomor POM.

4. Jumlah gram lebih ringan, ada beberapa komposisi herbal yang dosisnya telah dikurangi.
5. Serbuk/bubuk obat berwarna kecokelatan (disebabkan oleh hilangnya 2 bahan diatas).

Tampak hasil scan barcode pada dus kemasan Lianhua asli original dari Yilingshop (Yiling Pharmaceutical). Jika diterjemahkan, artinya “Produknya asli dan berlisensi, yakinlah untuk membeli!”

Sementara Lianhua yang Non-BPOM (asli/versi Tiongkok) :

1. Ada barcode yang dapat di scan pada dus kemasan, untuk mengecek keaslian produk, dimana keterangan/statusnya dalam bahasa mandarin.
2. Memiliki bau yang agak harum, dan rasa agak pahit.

3. Ada rasa mint (sensasi pedas dingin) di tenggorokan (efek dari Bo He).
4. Jumlah gram lebih berat daripada yang versi BPOM.
5. Serbuk/bubuk obat berwarna hitam.

Namun, menurut pandangan seorang ahli sinshe, sebuah ramuan/resep dari obat tidak boleh dikurangi atau ditambah, atau itu akan mengurangi efek pengobatannya. Jadi yang terbaik adalah menggunakan obat Lianhua Qingwen versi Tiongkok (bukan versi BPOM), yang mana bahan2 nya lengkap dan tidak dikurangi.

D. Khasiat Obat Lianhua Qingwen

Obat Lianhua Qingwen Capsules bekerja dengan cara mengeluarkan panas dan membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi), sehingga sangat membantu dalam mengurangi peradangan, menurunkan demam, mengobati influenza, meredakan nyeri dan bengkak.

Selain itu, Lianhua Qingwen juga bekerja dengan cara melembabkan paru-paru yang kering akibat suhu panas yang berlebih dan digunakan untuk membantu meredakan batuk serta tenggorokan kering.

E. Dosis Obat Lianhua Qingwen

Orang dewasa : 3x sehari, @4 kapsul sekaligus. Dikonsumsi setelah makan! Disarankan agar tidak makan makanan pedas, berminyak, atau makanan yang dapat mengiritasi perut saat pengobatan.

Untuk meredakan batuk akibat tenggorokan gatal, buka kapsulnya (2-3 butir), lalu makan bubuknya tanpa dicampur air.

Catatan : Ini adalah obat, bukan vitamin atau untuk pencegahan! Jadi disarankan untuk mengonsumsinya HANYA APABILA terasa gejala2 Covid-19 diatas.

F. Harga Obat Lianhua Qingwen; BPOM Lebih Mahal 2x Lipat! Original Lebih Murah 🙂

Harga obat Lianhua Qingwen versi BPOM dan versi Original berbeda jauh. Yang BPOM biasanya 2x lebih mahal, karena ada “fee” besar yang dibayar disana.

Obat Lianhua Qingwen dijual dalam kemasan dus, 2 strip/blister @12 Kapsul, dengan rentang harga ~ Rp. 50.000 s/d 70.000 untuk versi BPOM, dan ~ Rp.25.000 s/d 35.000 untuk versi Original. Obat ini juga dapat pembaca beli di toko2 online terpercaya. Jika ragu, chat ke penjual sebelumnya.

G. Komposisi Obat Lianhua Qingwen

Obat Lianhua Qingwen Jiaonang mengandung 11 ramuan tanaman herbal (versi Non-BPOM), diantaranya 225 mg dryopteridis crassirhizomatis rhizoma, 85 mg rhodiolae crenulatae radix et rhizoma, 25 mg forsythiae fructose, 225 mg lonicerae japonicae flos, 225 mg isatidis radix, 85 mg pogostermonis herba, dan 85 mg ephedrae herba (hiney-fired).

♦ Berikut komposisi obat Lianhua Qingwen Jiaonang (mandarin) secara unsur Yin Yang :

Lian Qiao : Menurunkan panas, menghilangkan bengkak.
Jin Yin Hua : Menurunkan panas, meredakan radang/inflamasi.
Zhi Ma Huang : Mengeluarkan keringat dan melegakan pernapasan.
Ku Xing Ren : Meredakan batuk yang disertai sesak napas, melancarkan BAB.

Shi Gao : Menurunkan panas tinggi, mengurangi rasa haus.
Ban Lan Gen : Menurunkan panas, melegakan tenggorokan.
Ma Guan Zong : Menurunkan panas dan menghentikan pendarahan.
Yu Xing Cao : Menurunkan panas, menghilangkan abses.

Guang Huo Xiang : Mengeluarkan angina dan meredakan mual kembung.
Da Huang : Menurunkan demam dan menghilangkan sembelit/susah BAB.
Hong Jing Tian : Meningkatkan energi (Qi) fungsi respirasi pertukaran oksigen dan karbon dioksida, dan meredakan sesak di dada.
Bo He : Mengeluarkan angina, meredakan gatal tenggorokan, melegakan tenggorokan,
• Gan Cao : Meningkatkan energi, meredakan batuk, dan menurunkan panas.

Catatan : warna biru = Yin, warna kuning = Yang.

Jika dilihat, rata2 dari bahan (ingredients) diatas adalah untuk menurunkan panas, menurunkan bengkak, menghilangkan radang/inflamasi, dan meredakan rasa sesak di dada, dimana ini semua adalah efek gejala2 yang ditimbulkan oleh Covid-19. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada video yang dibawakan oleh pakar sinshe Ignatius Bambang, CHT  diatas.

Setiap ramuan herbal tradisional Tiongkok selalu terkandung unsur Yin (herbal yang bersifat dingin) dan unsur Yang (herbal yang bersifat panas). Contoh herbal panas, seperti jahe, kunyit, buah nangka, durian. Contoh herbal dingin, seperti semangka, ketimun.

Tampak isi kemasan obat Lianhua Qingwen.

Baca juga : Mengenai 2 Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Wuhan : Huoshenshan dan Leishenshan

♦ Berikut komposisi obat Lianhua Qingwen Capsule (latin-indonesia) :

1. Dryopteris Crassirhizomatis Rhizoma (Akar Dryopteris) : Memiliki efek anti virus yang bagus untuk mengurangi penyebaran virus sejenis influenza. Bahan tersebut bekerja dengan cara meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga membantu melindungi tubuh dari virus, bakteri, ataupun mikroorganisme lainnya penyebab flu. Selain itu, Akar Dryopteris juga diketahui bersifat sebagai analgesik alami (pereda rasa nyeri).

2, 3. Rhodiolae Crenulata Radix et Rhizoma (Akar Rhodiolae) & Houttuyniae Herba (Daun Kameleon) : Memiliki khasiat yang dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga membantu mencegah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

4. Forsythiae Fructus (Buah Forsythiae) : Memiliki khasiat yang dapat membantu mengeluarkan panas dan membuang racun dalam tubuh, mengurangi peradangan, meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, serta efektif digunakan untuk mengobati flu, demam tinggi, sakit tenggorokan, dan ruam pada kulit.

5, 6, 7. Gypsum Fibrosum (Batu Tahu), Armeniacae Amarum Semen (Biji Apricot), dan Glycyrrhizae Radix et Rhizoma (Akar Kayu Manis) : Memiliki khasiat yang dapat membantu membuang panas berlebih pada paru-paru, melembabkan paru-paru yang kering, meringankan gejala sesak napas, meredakan panas dalam, serta menghentikan batuk2 kering maupun berdahak.

8, 9. Lonicerae Japonicae Flos (Bunga Honeysuckle) dan Isatidis Radix (Akar Isatidis) : Memiliki khasiat mengurangi penyebaran infeksi saluran pernapasan atas, meredakan sakit tenggorokan, serta mempercepat penyembuhan luka pada kulit. Lonicera japonica juga bekerja dengan memblokir pengikatan protein SARS-CoV-2 ke reseptor manusia, dengan enzim pengubah angiotensin.

10. Rhei Radix et Rhizoma (Batang Talas) : Memiliki khasiat untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh (detoksifikasi), memperlancar aliran darah, serta menambah energi.

11. Pogostemonis Herba (Tanaman Herbal Pogostemonis) : Biasa digunakan untuk membantu meringankan gejala2 flu, seperti demam dan sakit kepala, meringankan pegal2, perut kembung, mual, mengobati diare dan sistem pencernaan.

Bahan2 herbal diatas juga sudah lazim digunakan oleh tabib/sinshe pengobatan tradisional China (TCM).

Update : Pada Minggu, 10 Januari 2021, Dahlan Iskan juga terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelum dirawat di RS, beliau mengonsumsi obat Lianhua @4 butir x 3.

Obat Lian Hua merupakan salah satu obat TCM untuk pengobatan Covid-19. Sebelumnya digunakan sebagai obat flu, kemudian sebagai pengobatan untuk SARS (2003) dan flu burung (2005).

Ada jurnal ilmiah yang membahas tingkat efektivitas obat Lian Hua dalam menghambat Covid-19, dimana terbukti dapat mencegah replikasi virus pada sel tubuh manusia, agar minim gejala dan mempercepat kesembuhan.

Pada prinsipsinya, semakin dini diobati dengan obat2-an yang tepat, maka semakin minim pula dampak kerusakannya. Jika virus ini berhasil bereplikasi, maka akan menjalar ke sel-sel paru dan menimbulkan penumonia. Lalu menjalar ke darah, liver, ginjal, jantung, bahkan sampai ke otak.

Organ2 yang diserang virus ini akan mengalami kerusakan, dimana darah akan mengalami penggumpalan dan kehilangan kemampuannya dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan dampak sistemik.

H. Kesimpulan : Obat Lianhua Versi Original (Yiling)

Dengan adanya 2 bahan (ingredients) yang dikurangi, tentu akan mengurangi efek khasiatnya juga. Namun jika pembaca lebih merasa aman dengan label “jaminan mutu” BPOM, silahkan beli yang label BPOM.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

2 thoughts on “Lianhua Qingwen, Obat Herbal Covid-19, Beli Yang BPOM Atau Original (Non-BPOM)?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!