Last Updated on 20 April 2022 by Herman Tan

Ini adalah kisah Zhao Zi Hao, Seorang Pengusaha Sukses di Tiongkok, yang mengundang seorang Master Fengshui untuk melihat lokasi villanya di pinggiran kota.

Suatu ketika, Zhao menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli sebidang tanah di pinggiran kota, dan membangun sebuah villa bertingkat 3.
Di dalamnya terdapat kolam renang yang mengesankan, serta sebatang pohon Leci (荔枝; Lìzhī) berusia ratusan tahun di halaman belakang.

Sebenarnya dia membeli properti itu hanya karena pohon ini, karena istrinya suka sekali makan buah leci. Selama renovasi, teman2nya mendesaknya untuk meminta pendapat seorang master Fengshui.

Zhao sendiri sebenarnya kurang percaya terhadap Fengshui, namun cukup mengejutkan ketika dia tiba2 setuju untuk menghubungi seorang master Fengshui dari Hong Kong.

Grand Master itu bernama Master Cao, yang telah berpengalaman selama 30 tahun dan sangat terkenal dalam dunia Fengshui. Zhao  kemudian mengantar sang master untuk melihat villanya yang terletak di daerah pinggiran kota.

Sepanjang perjalanan, ketika mobil di belakang mereka mencoba menyalip, Zhao melambatkan mobilnya dan memberi jalan. Master Cao dengan tertawa berkomentar, “Tuan Zhao, Anda benar2 mengemudi dengan aman.”

Zhao pun ikut tertawa, “Biasanya orang yang menyalip memiliki beberapa masalah mendesak untuk segera diurus, jadi kita seharusnya tidak menahannya.”

Sesampainya di sebuah kota kecil, jalan semakin sempit, sehingga Zhao memperlambat laju mobilnya. Seorang anak sambil tertawa tiba2 melesat keluar dari sebuah gang, dan ketika anak itu berlari melintasi jalan, Zhao mendadak menghentikan mobilnya.

Lalu dia terus menunggu, sambil menatap ke mulut gang itu, seolah sedang menunggu sesuatu.

Dan betul saja … tiba2 seorang anak lain lari melesat keluar, mengejar anak tadi yang di depannya.

Master Cao terkejut dan bertanya, “Bagaimana bisa Anda tahu akan ada anak lain yang mengikuti?”

Zhao mengangkat bahu, “Sebenarnya ketika bermain, anak2 selalu saling mengejar satu sama lain, dan tidak mungkin seorang anak yang sedang gembira seperti itu tanpa teman bermain.”

Master Cao kemudian mengacungkan jempolnya dan tertawa terbahak2, “Anda sangat perhatian sekali!”

Kisah Fengshui yang Kalah Oleh Kebajikan Seseorang …

Sesampainya di villa, mereka pun turun dari mobil. Tiba2 segerombolan burung beterbangan dari halaman belakang. Melihat hal itu, Zhao berkata kepada Master Cao: “Jika Anda tidak keberatan, tolong tunggulah sebentar.”

“Ada apa?” Master Cao tercengang.

“Oh, tidak apa2, hanya mungkin ada beberapa anak yang sedang mencuri buah leci di halaman belakang. Jika kita masuk sekarang, mungkin akan membuat mereka ketakutan. Kita sebaiknya jangan mengagetkan mereka, nanti ada anak yang jatuh dari pohon”, jawab Zhao dengan  nada gurau.

Master Cao terdiam beberapa saat, kemudian berkata, “Sejujurnya, rumah ini tidak perlu memerlukan evaluasi Fengshui lagi.”

Tuan Zhao terkejut dan berkata, “Kenapa begitu?”

“Setiap tempat yang Anda miliki, secara alami telah berubah menjadi properti dengan Fengshui yang baik dan menguntungkan. Inilah yang namanya kebaikan hati mengalahkan ilmu Fengshui.”, jawab sang Master.

Bila pikiran dan kebaikan hati kita memprioritaskan kedamaian dan kebahagiaan orang lain, yang beruntung bukan hanya orang lain, tapi juga diri kita sendiri.

Bila seseorang memiliki kebaikan hati dan memperhatikan orang lain setiap saat, maka orang ini secara tidak sadar telah menjadi sumber energi positif.

Orang yang memiliki energi positif seperti ini sebenarnya adalah orang2 yang selalu mendahulukan segala sesuatunya untuk kepentingan orang banyak, sebelum memikirkan untuk dirinya sendiri.

Ada pepatah yang mengatakan :

“Jika kita berbuat baik, walaupun rejeki belum datang, tetapi malapetaka sudah menjauh. Jika kita berbuat jahat, walaupun malapetaka belum datang, tetapi rejeki sudah menjauh”

Baca juga : Kisah Ramalan Fengshui Yang Kalah Oleh Kebaikan

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: eitss, mau apa nih?