Last Updated on 5 February 2022 by Herman Tan

Masyarakat Tionghoa umumnya percaya bahwa Fengshui suatu tempat bisa berubah setelah satu periode. Tetapi tidak ada yang tahu persis 1 periode itu berapa lama. Kemarin saya menemani istri untuk cari sepatu ke Pasar Baru (Jakarta Pusat), pusat perbelanjaan yang pernah begitu terkenal pada masanya. Apa yang saya saksikan?

Sebagian toko disana sudah pada tutup. Entah tutup karena menjelang libur nasional, atau sudah tutup permanen. Tapi toko2 yang masih buka memang menunjukkan tanda2 sudah tergerus perkembangan jaman.

Beberapa toko di Pasar Baru yang saya dimasuki sudah berubah. Entah karena kondisi di Pasar Baru yang suram, karena Fengshuinya yang sudah berubah, atau karena pemilik tokonya yang tidak mau berubah mengikuti perkembangan jaman.

Andaikan bangunan toko Lee Ie Seng (1873) bisa menceritakan kejayaannya pada masa itu …

Kehidupan seseorang di dunia sebenarnya diatur oleh 3 faktor penting, yaitu keberuntungan Surga (天; Tian), keberuntungan Manusia (人; Ren), dan keberuntungan Bumi (地; Di).

Keberuntungan surga ditetapkan sejak lahir dan menentukan potensi hidup kita. Keberuntungan manusia mengacu pada tingkat pendidikan, kebajikan dan tindakan kita. Sementara keberuntungan Bumi mengacu pada pengaruh lingkungan dan bangunan dalam hidup.

Ke-3 faktor ini mempengaruhi hidup kita melalui tingkat yang berbeda2. Dengan menyesuaikan lingkungan dan bangunan tempat kita tinggal dan bekerja dengan saksama, kita dapat meningkatkan keberuntungan Bumi kita (yang berkontribusi pada keberuntungan kita secara keseluruhan) untuk pencapaian usaha kita dengan lancar.

Ketika rumah, kantor, dan tempat bisnis selaras dengan lingkungan sekitar dan penghuninya, kita bisa lebih beruntung dalam hal keuangan, kesehatan, studi, dan keluarga.

Jika tidak fengshui friendly, mereka dapat menyebabkan masalah, seperti kesehatan yang buruk, kemalangan, kecelakaan, permasalahan hukum, masalah dalam keluarga, dimana segala sesuatunya akan memburuk!

Inilah alasan mengapa pengaturan Fengshui begitu penting dan dibutuhkan dalam hidup seseorang!

Kembali ke topik …

Dari faktor Langit (天), Bazi (八字) akan ikut memengaruhi. Bisnis yang cocok bagi sang kakek, belum tentu jadi jaminan akan sukses saat di tangan anak cucu. Kecocokan antara bazi dan jenis bisnis sangat penting. Belum lagi soal faktor hoki yang berbeda2 antara individu.

Jadi misalkan sang kakek atau sang ayah sukses mengelola bisnis kuliner, jatuh ke tangan anak, belum jadi jaminan pasti akan mengalami keberhasilan yang serupa. Sang ayah atau kakek boleh saja adalah jawara di bidang tekstil, tapi kalau si anak cucu tidak cocok dengan bidang tersebut, maka akan memengaruhi kemajuan bisnisnya!

Dari faktor manusia (人), ketika suatu era/jaman berganti, maka life style juga ikut berubah. Di masa kejayaannya, kawasan Pasar Baru (Jakarta Pusat) dan kawasan2 pertokoan/bisnis lainnya tentu tidaklah punya banyak saingan seperti di era milenial sekarang.

Jadi pilihan bagi masyarakat kala itu tidak banyak. Makanya Pasar Baru, Pasar Pagi, menjadi primadona dan ramai dikunjungi. Sekarang, di setiap pelosok terdapat Mall (pusat perbelanjaan & hiburan) berbagai kualitas dan ukuran. Masing2 menawarkan daya tarik dan kelebihannya sendiri2.

Tentunya semua ini ikut mengurangi selera orang untuk bertandang ke pusat2 perbelanjaan tempo dulu.

Tingkat perekonomian masyarakat mayoritas sudah lebih maju, dan membutuhkan penyesuaian gaya hidup. Shopping mall yang modern, mewah, dan nyaman, ibarat gadis muda yang cantik dan seksi, secara otomatis akan lebih difavoritkan orang untuk dikunjungi.

Pusat2 perbelanjaan vintage (yang ketinggalan jaman), seperti Pasar Baru cs tentu tetap masih ada peminatnya juga. Tetapi jumlahnya tentu tak sama dibandingkan masa kejayaannya dulu.

Hal lain yang menyangkut attitude pelaku bisnisnya juga tentu ikut memengaruhi. Kalau si pengelola bisnisnya tidak mau mengikuti perubahan jaman, enggan menyesuaikan dengan cara2 terbaru dalam berbisnis pasti akan terkena imbas.

Sekarang pusat2 belanja modern saja mulai banyak yang koit karena mulai tergerus oleh gaya belanja online shopping. Apalagi di pusat2 bisnis jadul, gedung2nya umumnya kurang dirawat, terkesan kumuh dan terabaikan.

Pihak pemerintah daerah seakan tidak peduli, pihak pemilik pun juga sama cueknya. Apalagi kalau generasi2 penerus mereka sudah tidak tinggal dilokasi, atau sudah tidak melanjutkan bisnisnya.

Ini sama saja ibarat seseorang yang sudah masuk usia lansia, tidak merawat diri dan menjaga penampilan. Daya tarik tentu menurun, dilihatnya tentu sudah kurang menarik!

Dari faktor Bumi (地), mengenai masa berlaku Fengshui suatu kawasan, setiap tahun, setiap belasan atau puluhan tahun sekali pasti akan berubah. Perubahan Fengshui sendiri bergantung dari bagaimana situasi dan kondisi sekitar kawasan.

Selain itu, dipengaruhi pula oleh aktivitas2 perubahan (seperti pembangunan) yang terjadi di dalam kawasan itu sendiri.

Perubahan bangunan fisik di dalam and di sekitar kawasan tentu akan merubah energi dan dinamika pergerakan energi di kawasan tersebut. Banyak sekali contoh yang bisa disaksikan langsung. Misalnya :

1. Sejak jalan layang (flyover) Pasar Pagi – Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat beroperasi, maka hampir semua bank di kawasan yang dilewatinya satu persatu pada rontok.

2. Sejak beroperasinya jalan layang (non tol) Antasari, Jakarta Selatan, saya banyak mendapat klien dari kawasan yang dilewati jalan layang tersebut. Umumnya mereka pada mengalami problem di kehidupannya sejak adanya objek massive di depan rumah/bangunan mereka!

3. Perubahan arus lalu lintas juga ikut menyumbang pada dinamika energi sebuah kawasan. Entah menjadi jadi lebih positif atau sebaliknya. Faktor ini juga adalah urusan Fengshui, namun banyak yang tidak disadari. Karena orang2 umumnya fokus hanya ke soal setiap tahun harus melakukan ini di sektor itu, membuat itu di sisi ini bangunan!

Karena itulah mengapa begitu penting memiliki perencanaan tata kota dan tata kawasan yang baik. Karena kalau masing2 hanya memerhatikan kepentingannya sendiri2, maka dalam jangka panjang sama2 akan dirugikan, sama2 bunuh diri!

Ini juga salah satu sebab mengapa wilayah seperti Singapore dan Hongkong mengalami kemajuan pesat. Meski secara kontur alam, Fengshui mereka lebih jelek daripada Fengshui Indonesia! (referensi : @suhanalimfengshui)

Fengshui Bangunan : Contoh Kasus Cheung Kong Center milik Li Ka-shing

Tampak Cheung Kong Center yang diapit gedung Bank HSBC (bank terbesar di Hong Kong) dan gedung Bank of China

Dari foto bangunan besar di atas, apakah ada yang terlihat aneh di mata Anda? Jika tidak ada yang aneh, mari kita bahas sedikit. Coba perhatikan dengan jeli pada bangunan yang paling kanan, kita bisa melihat terdapat sebuah meriam di bangunan paling atas.

Benar kan? Itu adalah gedung bank HSBC, salah satu bank terbesar di Hongkong. Lantas kenapa pasang meriam, apakah mau perang?

Kemudian perhatikan lagi pada bangunan yang paling kiri, ada satu gedung besar dengan bentuk seperti pisau yang menghadap langsung ke gedung HSBC. Gedung ini juga milik sebuah bank terbesar di dunia, yaitu Bank Of China.

Setelah bangunan ini selesai didirikan pada tahun 1990, omset dari HSBC menurun drastis. Bank HSBC kemudian menambahkan sesuatu di atas gedungnya, yakni sepasang “meriam” untuk menangkal “pisau” raksasa milik Bank Of China. Tidak berapa lama, omset mereka kembali normal.

Pada saat itu, bangunan yang berada di tengah belum didirikan. Bangunan itu adalah gedung Cheung Kong Center milik Li Ka-shing, seorang pengusaha terkaya di Hong Kong. Cheung Kong Center selesai didirikan pada tahun 1999.

Bentuk gedung ini dibuat persegi empat sempurna, yang menurut ahli fengshui merupakan cara paling efektif untuk menangkal efek/meredam serangan dari “meriam” dan “pisau” tetangga. Li Ka-shing hingga saat ini masih masuk dalam top 5 pengusaha terkaya di Asia.

Apa yang mereka terapkan di atas sebenarnya adalah ilmu Fengshui yang diterapkan pada bangunan dalam skala besar.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: eitss, mau apa nih?