Category Archives: Dewa Dewi

Dewa Tua Pek Kong, Toapekong (Da Bo Gong; 大伯公)

Dewa Tua Pek Kong (Hanzi : 大伯公; pinyin : Dàbó Gōng) merupakan salah satu Dewa dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa perantauan di Malaysia dan Indonesia. Namanya sendiri memiliki beragam sebutan. Orang Hakka menyebutnya Thai phak kong, orang Hokkian memanggilnya Tua peh kong, sementara orang Kanton mengejanya Daai baak gung.

Di Indonesia sendiri, masyarakat Tionghoa sering disebutnya sebagai Toa Pekong, Toapekong, atau Topekong, yang secara harafiah berarti “Paman Agung”). Dalam dialek Hokkian, Toa/Tua sendiri memiliki arti “yang paling besar, atau yang tertua”. Sementara Pek sendiri memiliki arti “paman, atau kakak“. Lalu Gong sendiri memiliki arti “kakek”.

Lukisan 36 Panglima Langit (三十六官將; Sanshiliu Guan Jiang)

Nama 36 Panglima Langit (Hanzi : 三十六官將; Pinyin : Sanshiliu Guan Jiang; Hokkian : Sa Cap Lak Ciong Kun).

Chen Jinggu (Linshui Furen), Dewi Pelindung Wanita Hamil dan Anak-Anak

Dewi Linshui (Linshui Furen) adalah seorang Dewi dalam agama Taoisme, yang semasa hidupnya bernama Chen Jinggu. Beliau lahir sekitar tahun 700, dan konon disebut sebagai titisan Dewi Guanyin.

Semasa manusia, Chen Jinggu terlahir sebagai seorang anak ajaib. Begitu lahir, dikatakan Dia bisa langsung berbicara, dan setelah mampu berjalan, Ia pun bisa segera terampil menulis. Dulunya Beliau adalah seorang pawang hujan, yang kemudian setelah meninggal menjadi Dewi yang bertugas melindungi bayi dan anak2. Oleh sebab itu, Linshui Furen banyak dipuja oleh para wanita.

Masyarakat di pesisir propinsi Fujian dan Guangdong Tiongkok banyak yang mempercayai bahwa Chen Jinggu (陳靖姑), atau dikenal juga dengan Lin Shui Fu Ren (臨水夫人) sebagai Dewi pelindung anak hingga anak memasuki usia dewasa. Selain itu, ada juga Zhusheng Niang-Niang (註生娘娘) yang dikenal sebagai Dewi kelahiran (pelindung kesuburan wanita).

Dewi Guan Yin (Kwan Im) Menurut Versi Taoisme dan Buddhisme

Dewi Kwan Im, atau Dewi Guan Yin (Hanzi : 觀音娘娘; 觀世音; Pinyin : Guanyin niangniang; Guanshiyin) adalah Dewi Welas Asih dan penyayang yang populer dipuja masyarakat Tiongkok dan perantauannya  di dunia. Sebutan ‘Kwan Im’ sendiri berasal dari dialek Hokkian yang umum dipergunakan mayoritas etnis Tionghoa di Indonesia.

Secara harafiah, Guan 觀 artinya “melihat”, dan Yin 音 artinya “suara/mendengar”. Jadi, asal melihat atau mendengar ada yang minta tolong (khususnya perempuan), Dewi ini yang selalu datang/turun menolong.

Kitab Suci Guan Sheng Di Jun (Guang Gong)

Kitab Kebenaran Yang Mulia Dewa Guan Gong (Kwan Kong) Menyadarkan Umat Manusia

Yang Mulia Bersabda :

Setiap orang di dunia ini, lelaki maupun perempuan, semua harus menjunjung tinggi kesetiaan; Kesetiaan kepada Bangsa dan Negara, berbakti kepada orang tua, memahami diri sendiri dan kesetiakawanan, dengan melaksanakan kesemuanya ini, maka ia tidak akan bertentangan dengan kehendak langit dan semesta alam.

Mencuri adalah tindakan serakah, hidupnya tidak akan berkesinambungan, jika tidak menjunjung tinggi kejujuran, walaupun raganya hidup, tetapi hatinya telah lama mati, itulah sifat yang dimiliki oleh seorang pencuri.

Bao Sheng Da Di (Pau Sen Ta Ti), Sang Dewa Pengobatan

Gelar BAO SHENG DA DI (保生大帝) atau dieja Pau Sen Ta Ti, merupakan singkatan dari “WAN SHOU WU JI BAO SHENG DA DI” yang dianugerahkan kepada Da Di pada tahun 1425 oleh Ming Renzong (Kaisar Hongxi, 洪熙), Kaisar ke-4 dari Dinasti Ming (1368-1644), China. Penjelasan singkat mengenai peristiwa ketika gelar itu diberikan, dapat dilihat dalam artikel berikut.

BAO SHENG DA DI (yang berarti Sang Maha Pelindung Kehidupan) adalah Dewa Penyembuhan atau Dewa Pengobatan yang terkenal di kalangan masyarakat Hokkian, dan lebih sering disebut “DAI TEY YA”. Beliau biasanya dipuja oleh para tabib dan ahli obat-obatan di China (terutama di Fujian) dan Taiwan.

Legenda Pan Gu, Pencipta Alam Semesta, Langit dan Bumi

Tidak seperti dunia barat yang meng-agungkan teori BIGBANG nya, masyarakat Tiongkok mempunyai versi lain soal teori asal mula alam semesta, yakni Pan Gu (盘古), Pencipta alam semesta, langit dan bumi, beserta segala isinya.

Inilah 8 Dewa Rezeki Cai Shen Yang Dipercaya Etnis Tionghoa

Masyarakat Tiongkok dan perantauannya, termasuk yang ada di Indonesia (Tionghoa) pada umumnya mempercayai adanya Dewa Rezeki (Hanzi : 财神; Pinyin : Cáishén) yang bertugas untuk memberikan harta dan kekayaan kepada umat manusia.

20 Ajaran Welas Asih Dewi Kwan Im (Dewi Guan Yin)

Dewi Kwan Im, atau Dewi Guan Yin (Hanzi : 觀音娘娘; 觀世音; Pinyin : Guanyin niangniang; Guanshiyin) adalah Dewi Welas Asih dan penyayang yang populer dipuja masyarakat Tiongkok dan perantauannya  di dunia. Sebutan ‘Kwan Im’ sendiri berasal dari dialek Hokkian yang umum dipergunakan mayoritas etnis Tionghoa di Indonesia.

Secara harafiah, Guan 觀 artinya “melihat”, dan Yin 音 artinya “suara/mendengar”. Jadi, asal melihat atau mendengar ada yang minta tolong (khususnya perempuan), Dewi ini yang selalu datang/turun menolong.

Siapakah Sebenarnya penguasa San Guan Da Di Itu

San Guan Da Di (Hanzi : 三官大帝), dalam dialek Hokkian disebut Sam Kwan Tai Te; atau secara umum juga dikenal dengan sebutan San Jie Gong (Hanzi : 三界公) terdiri dari tiga pejabat. Pemujaan terhadap San Guan Da Di ini adalah pengaruh dari Taoisme, yaitu pemujaan terhadap ketiga penguasa alam, yakni : Alam Langit, Alam Bumi dan Alam Air.