Last Updated on 24 February 2021 by Herman Tan

Marga Lin (Hanzi : 林; pinyin : Lin) adalah adalah sebuah nama marga Tionghoa yang umum digunakan. Marga Lin dibaca ‘Lam’ dalam dialek Kanton, atau ‘Lim/Liem‘ dalam dialek Hokkian. Menurut catatan, Marga Lin sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke-16 di daratan Tiongkok, dengan jumlah sekitar 1%, atau sekitar 1,4 juta jiwa.

Di Taiwan, marga Lin merupakan marga ke-2 dengan pengguna terbanyak dengan populasi 9% dari total penduduk, di bawah marga Chen (Tan). Sementara di propinsi Fujian (yang berbatasan langsung dengan pulau Taiwan), marga ini merupakan marga dengan pengguna terbanyak.

Marga ‘Lin’ sendiri menduduki urutan nomor 147 dalam Buku Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing [百家姓]. Selain di Tiongkok dan Taiwan, Marga Lin juga lazim digunakan di Negara2 tetangga seperti Jepang dan Korea, serta di Negara2 Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, termasuk juga Indonesia.

Marga Lin juga disebut dengan dengan istilah “Double Mu Lin (双木林; Shuang Mu Lin)”, karena karakter Lin [林] merupakan gabungan dari 2 karakter Mu [木].

Di Indonesia sendiri, pemilik marga Lin meng-indonesiakan marganya menjadi : Halim, Salim, Limanto, Limantoro, Limianto, Liemena, Alim, Limawan, Liman, dsb.

Ragam penulisan karakter Lin 林

Penulisan ejaan lain untuk Marga Lin

♦ Lam (Kanton, Vietnam)
♦ Lim/Liem (Hokkian, Hakka,  Teochiu/teochew)
♦ Ling (Eastern Min, Northern Min)
♦ Hayashi (Jepang)
♦ Im (Korea)

Sejarah Marga Lin

Asal usul Marga Lin berasal dari Marga Zi, dan dapat ditelusuri hingga ke jaman Dinasti Shang (1600 – 1046 SM).

Leluhur dari marga Lin adalah Bi Gan (比干) yang merupakan paman dari Kaisar terakhir dinasti Shang, Shang Zhou Wang (商紂王), yang berkuasa pada 1154 – 1122 SM. Beliau merupakan penguasa yang lalim, terkenal suka menyiksa dan membunuh orang-orang tidak bersalah.

Ayah dari Bi Gan adalah Wen Ding (文丁) yang juga merupakan Kaisar dari Dinasti Shang, Tiongkok.

Selain Bi Gan, Kaisar Zhou juga memiliki 2 paman yang lain, yaitu Ji Zi, dan Di Yi, yang dikenal sebagai “Tiga Pria Baik Shang”. Bi Gan, Ji Zi dan Di Yi senantiasa mendampingi sang Kaisar dan berusaha memberi nasihat2 yang baik, tetapi tidak membawa hasil.

Tak lama, Di Yi mengundurkan diri, sedangkan Qi Zi berpura-pura menjadi gila sehingga dimasukkan ke dalam penjara. Hanya Bi Gan yang masih berada di sisi Kaisar Zhou untuk terus memberikannya nasehat.

Baca Juga :  Mau Punya Nama Mandarin? Simak 4 Cara Pemberian Nama Tionghoa Berikut

Pada jaman itu, Bi Gan merupakan salah satu pejabat tinggi Dinasti Shang yang sangat setia, dan selalu memberikan nasihat dan kritik terhadap Kaisar Shang Zhou Wang yang kejam, dengan harapan agar suatu saat sang Kaisar tersadar dapat berubah, sehingga bisa memimpin Dinasti Shang dengan bijaksana.

Bi Gan juga dikenal sebagai salah satu Dewa Rezeki Sipil atau Wen Cai Shen (文财神).

Tetapi kadang kritikan Bi Gan terlalu keras, sehingga membuat Kaisar Shang Zhou Wang tersinggung dan membencinya. Sang Kaisar akhirnya menghukum Bi Gan di ruang utama istana kekaisaran, dengan memerintahkan pengawal istana untuk mencungkil jantungnya hidup2 di depan pejabat lainnya!

Bigan kemudian dieksekusi dengan jalan jantungnya dikeluarkan (比干剖心; bi gan pou xin). Kaisar juga memerintahkan para pengawal kerajaan untuk mengepung rumah Bi Gan dengan maksud untuk menangkap dan mengeksekusi seluruh keluarganya.

Bi Gan yang memiliki 2 istri; yang saat itu keduanya juga sedang hamil besar berusaha untuk melarikan diri.

Mereka sadar bahwa hukuman mati terhadap sang suami sudah pasti akan menyebabkan seluruh keluarga ikut dihukum mati juga (tindakan ini merupakan hal yg lazim di jaman kekaisaran Tiongkok dulu untuk menumpas seluruh keluarga hingga ke akar rumput agar tidak menimbulkan persoalan kelak).

Namun istri tertuanya berhasil tertangkap dan langsung dibunuh oleh pengawal kerajaan. Sedangkan istri ke 2 nya berhasil lolos dari pengepungan tersebut dan langsung mencari tempat bersembunyi di hutan yang bernama Chang Lin Shi Shi 長林石室 (sekarang lokasinya di provinsi Henan).

Dalam penyembunyiannya, Istri Bi Gan melahirkan seorang bayi laki2 dan membesarkan darah daging Bi Gan tersebut, yang kemudian diberi nama Jian (堅).

Tidak berselang lama, Dinasti Shang pun jatuh. Setelah Kaisar Zhou Wu Wang (周武王) menggulingkan pemerintahan Dinasti Shang dan mendirikan Dinasti Zhou (1066 SM – 221 SM). Sang Kaisar kemudian mengetahui bahwa Bi Gan adalah seorang pejabat Negara yang setia dan berani,

Baca jugaKisah Bi Gan Menteri yang dicungkil jantungnya dan Daji, Selir Raja Zhou yang kejam

Segera, Zhou Wu Wang memerintahkan untuk mencari istri dan anak Bi Gan di seantero Negeri. Kaisar kemudian menganugerahi Marga Lin (林; yang berarti Hutan) kepada anak Bi Gan, Jian (堅) karena dia lahir di dalam hutan.

Keturunan dari Lin Jian (林堅) kemudian terus menggunakan karakter Lin sebagai marganya, dan berkembang menjadi Marga Lin yang mayoritasnya berada di Provinsi Henan.

Baca Juga :  Sekilas Mengenai Marga Zhao 赵 (Teo, Chiu)

Marga Lin ini disebut juga dengan Marga Lin Henan atau “Henan Lin Shi (河南林氏)”.

Tokoh-tokoh terkenal Marga Lin

1. Lin Zhengying (林正英; Lam Chingying; 1952-1997) : Merupakan aktor Hongkong yang terkenal dengan perannya sebagai Pendeta TAO dalam film2 horornya. Salah satu serial film yang paling terkenal adalah Vampire Expert. Beliau meninggal karena sakit liver.

2. Lin Dan (林丹; 1983) : Merupakan pemain bulutangkis profesional dari Tiongkok. Rekornya adalah 2x juara Olimpiade di nomor tunggal putra, 5x juara dunia badminton, dan 5x juara All England (turnamen badminton tertua).

3. Lin Shuijing (林水鏡; Liem Swie King; 1956) : Merupakan pemain bulutangkis legendaris dari Indonesia.

4. Lin Qingxia (林青霞Lin Ching-hsia; Brigitte Lin; 1954) :  Adalah seorang aktris populer asal Taiwan era 70-90-an. Beliau dianggap sebagai ikon sinema film2 wuxia Tiongkok & Hongkong; pensiun pada 1994.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!