8 Serial Kungfu Mandarin Era Tahun 90an Yang Lekat di Hati

Mungkin kalau mau dibandingkan dengan cita-cita kids jaman now yang pingin jadi Youtuber, cita-cita sebagian besar anak di tahun 90’an selain jadi rockstar, adalah pingin jadi pendekar Kungfu.

Mereka berpikir, bahwa menjadi ahli Kungfu yang menguasai jurus 9 Matahari (九陽真經) milik Zhang Wuji (Thio Bu Ki), atau 18 Tapak Penakluk Naga (降龍十八掌) milik Guo Jing (Kwee Cheng), atau Tapak Kerinduan Memuncak (黯然銷魂掌) milik Yang Guo (Yo Ko), untuk memberantas kejahatan, adalah sebuah goal yang sangat keren.

Terdengar konyol rasanya, tapi sepertinya siapapun yang hidup di era itu sedikit banyak akan bisa mengerti keinginan itu.

Tidak lain tidak bukan karena menjamurnya film serial Kungfu Mandarin di masyarakat kala itu. Menjamurnya serial-serial itu tentu juga diiringi animo masyarakat yang demikian besar. Karena selain akting para pemainnya yang memikat, aksi yang memukau, dan cerita yang menyentuh hati, juga banyak pelajaran kehidupan yang bisa dipetik.

Loading...

Bahkan aransemen musiknya masih setia berada di hati para penggemarnya hingga saat ini. Pendek kata, dibanding serial yang menjamur di televisi kita saat ini, serial Kungfu era 90’an adalah sebuah masterpiece!

Siapa yang tidak kagum akan kehebatan Thio Boe Ki? Siapa yang tidak ikut terharu saat Yo Ko dengan sedih menangisi kepergian kekasihnya (Bibi Lung) di Lembah Putus cinta? Siapa juga yang tidak kenal si kera tampan dari Gunung Hua Guo?

Membahas film2 di era 90’ an memang seolah tidak ada habisnya, karena selalu membangkitkan kenangan di hati mereka yang pernah menontonnya. Berikut beberapa serial Kungfu Era 90’an, yang selain membekas di hati penggemarnya, juga direkomendasikan untuk para generasi milenial :

1. The Grand Canal 大運河 (1987 TV Series)

Serial ini dibintangi oleh Tony Leung, Idy Chan dan Wong Yee Kam. Serial ini membawa para penonton ke era Dinasti Sui dimana perebutan kekuasaan di era itu nantinya akan membuat dipilihnya salah satu Kaisar China yang bijaksana, Lee Sai Man.

The Grand Canal (1987)

Serial ini awalnya menceritakan upaya Yang Guang, seorang putra mahkota yang licik dan sewenang-wenang, yang akhirnya nanti karena perbuatannya menyebabkan Negaranya terus-terusan dilanda konflik. Hal itu menyebabkan kelompok para pendekar yang diketuai Jenggot Naga untuk melawan kesewenang-wenangan Yang Guang itu.

Kisah berlanjut dimana nantinya Jenggot Naga ternyata jatuh cinta pada salah satu anggota keluarga kerajaan, dan dalam kelompok pendekar yang diketuainya, ada seorang yang sifatnya sangat berkebalikan dengan Jenggot Naga, yaitu Li Mei.

Kelicikan Li Mei dan Yang Guang adalah salah satu bagian menarik dari serial ini. Penonton akan diaduk-aduk emosinya melihat kelicikan mereka, penonton pasti berpikir kok ada saja ya akal mereka buat, demi mencapai keinginannya lewat segala cara.

Selain itu, hal yang tak kalah kerennya dari serial ini adalah koreografi kungfu nya yang memukau. Membuat para pemain di serial ini seolah-olah adalah para ahli Kungfu tingkat tinggi, totalitas banget berantemnya, mulai dari jatuh dari tebing, waktu rumah kebakaran, pas enak-enak makan, mereka selalu siap menampilkan aksi Kungfu yang luar biasa.

Kesuksesan serial ini membuka demam serial kungfu di layar kaca satu dekade berikutnya. Sulit rasanya membayangkan era demam kungfu saat itu tanpa ada serial ini didalamnya.

Maka kalau ada penggemar serial kungfu Mandarin yang belum pernah nonton serial ini, dan bertanya-tanya apa yang membuat serial kungfu Mandarin digemari dan menjadi booming di era itu, maka serial ini adalah jawabannya.

2. Justice Bao a.k.a Hakim Bao (1993 TV Series)

Serial ini dibintangi oleh Jin Chao Chun, Fan Hung-hsuan dan Kenny Ho, Awalnya serial ini hanya dibuat untuk 15 episode saja, namun karena animo penonton yang luar biasa, akhirnya serial ini diperpanjang menjadi 236 episode. Luar biasa!

Jaksa Bao, Justice Bao (1993)

Serial Jaksa Bao ini menceritakan seorang hakim yang bermana Bao Zheng (5 Maret 999 – 3 Juli 1062) yang juga merupakan tokoh kebanggaan bangsa China. Beliau dikenal sebagai hakim yang jujur dan adil, yang hidup di masa Dinasti Song.

Loading...

Sepanjang berkarir di bidang hukum, dia terkenal tegas dan memutuskan semua perkara yang dihadapinya dengan adil dan bijaksana. Meskipun jika harus menghukum mati siapapun, termasuk para pejabat tinggi Negara, sampai anggota keluarga kerajaan sekalipun. Bahkan hampir tiap kasus yang diselesaikan di serial ini diakhiri hukuman mati (dengan cara dipancung) kepada para terpidana.

Dalam melaksanakan tugas sehari-harinya, hakim Bao dibantu oleh 4 pengawalnya yang setia; yaitu Wang Chao, Ma Han, Zhang Long, dan Zhao Hu, serta seorang sekretaris yang teliti dan tidak kalah bijaksana, yaitu Gongsun Zhi, dan juga seorang perwira Chan Chao (Kenny Ho) yang baik hati, sekaligus pendekar pedang yang tidak terkalahkan.

Meskipun keras dan tegas dalam melaksanakan tugasnya, namun hakim Bao tetaplah seorang yang mudah terharu dan selalu memikirkan kepentingan rakyat banyak.

Pernah dalam suatu episode di serial ini ada kasus yang melibatkan suatu keluarga yang terpandang di masyarakat, dan salah satu anggota keluarga terpandang ini melakukan suatu kejahatan, yang akhirnya menyebabkan rantai kejadian yang membuat seluruh anggota keluarga ini melakukan kejahatan dan harus dihukum mati.

Namun demikian, hakim Bao memutuskan bahwa salah satu anggota keluarga ini hukuman matinya ditangguhkan beberapa waktu dulu agar dia bisa menikah. Dan saat istrinya hamil, barulah hukuman mati dilaksanakan. Hal ini dilakukan karena hakim Bao khawatir bahwa garis keturunan keluarga ini akan terputus jika mereka dihukum mati semuanya secara bersamaan. Mengagumkan bukan?

Tahukah kamu :

Disebutkan juga bahwa awalnya Kaisar menganugerahi Bao 3 buah Guillotine (鍘刀; Zhádāo) atau alat penggal dalam tugasnya sebagai hakim. Ketiga Guilotine itu mempunyai dekorasi yang berbeda dan digunakan untuk menghukum orang sesuai statusnya, yakni :

1. Guilotine kepala anjing (狗頭鍘; Gǒutóu zhá) untuk menghukum kalangan rakyat jelata,
2. Guilotine kepala macan (虎頭鍘; Hǔtóu zhá) untuk menghukum kalangan pejabat,
3. dan Guilotine kepala naga (龍頭鍘; Lóngtóu zhá) untuk menghukum kalangan bangsawan kekaisaran.

Salah satu hal yang paling dikenang dari serial ini, apalagi kalau bukan soundtrack penutupnya yang menyentuh hati itu, yang berjudul Xin Yen Yang Hu Die Meng atau Impian Sepasang Kupu-Kupu. Selain dinyanyikan dengan sangat baik oleh Kenny Ho, lagu ini memiliki lirik yang sarat makna.

Lihat lagu & liriknya disiniXin Yuanyang Hudie Meng, Impian Sepasang Kupu-Kupu

Buset, Hakim ‘Bao’ juga ikut hadir dalam kasus persidangan Jessica sianida, gara-gara kasusnya yang tak kunjung selesai,

Baca juga : Bao Zheng/Jaksa Bao; Hakim Teradil dan Terjujur

Film ini sebenarnya layak diangkat kembali di layar televisi, alih-alih menayangkan sinetron yang tidak jelas di malam hari. Di tengah kejahatan, korupsi, dan kasus2 pencurian dan pembunuhan di masyarakat, rasanya hakim-hakim kita perlu menonton serial ini, malam sebelum tidur.

Ingat di tahun 2013 lalu, di depan gedung KPK dan di dalam ruang pengadilan tipikor Jakarta, ada sesosok yang mengenakan kostum laiknya Hakim Bao, karena kecewa dengan sistem peradilan di Indonesia. Begitu juga dengan kasus Jessica Wongso di tahun 2016 lalu, sesosok Hakim Bao juga ikut muncul, karena kesal dengan para hakim yang mengadilinya.

3. Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali, a.k.a Sin Tiauw Hiap Lu (1983 TV Series)

Ini adalah serial (sepanjang 50 episode) yang sering membuat para penontonnya ikut merasakan patah hati. Karena meskipun secara garis besar menceritakan konflik di dunia persilatan, tapi pada dasarnya serial ini menceritakan kisah cinta antara Yo Ko (Yang Guo) dan gurunya, Bibi Lung (Xiao Long Ni). Yang dibintangi oleh Andy Lau dan Idy Chan.

Yoko dan Bibi Lung dalam serial Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali (1983)

Film ini adalah kelanjutan dari film Legenda Pendekar Pemanah Rajawali, a.k.a Sia Tiauw Eng Hiong).

Yo Ko adalah anak dari Yo Kang (Yang Kang), yang dikenal sebagai penjahat di dunia persilatan dan pengkhianat Negara (dinasti Song). Setelah kematian Yo Kang, Yo Ko dibesarkan oleh ibunya. Namun itupun tak lama, karena beberapa waktu kemudian ibunya juga meninggal dunia.

Setelah itu Yo Ko pun hidup terlunta-lunta. Pamannya yang baik hati, Kwee Cheng, setelah mendengar berita ini, meskipun agak terlambat akhirnya merawat Yo Ko di rumahnya. Namun ternyata istri Kwee Cheng, yang bernama Huang Rong takut pada Yo Ko, yang dianggapnya akan mewarisi sifat2 jahat ayahnya.

Kemudian akhirnya Huang Rong yang dikenal cerdas itupun akhirnya berhasil membujuk suaminya untuk membawa Yo Ko ke Perguruan Quan Zhen untuk dididik menjadi pendekar yang baik.

Loading...

Tapi di perguruan itu ternyata Yo Ko sering dibully oleh para seniornya, karena latar belakangnya yang adalah anak Yo Kang.

Akibatnya Yo Ko kabur karena tidak tahan diperlakukan semena-mena terus. Dalam pelariannya itu, akhirnya dia bertemu dengan Gadis Naga Kecil, atau yang nanti dipanggilnya Bibi Lung, yang akhirnya memperbolehkan Yo Ko tinggal di tempat tinggalnya (Sekte Makam Kuno) dan mengajarinya kungfu dan ilmu tenaga dalam.

Seiring waktu, akhirnya mereka tidak bisa membohongi perasaan mereka, kalau mereka telah saling jatuh cinta.

Kisah asmara guru dan murid masih menjadi hal yang tabu saat itu, dan menimbulkan pertentangan dari banyak pihak. Kemudian suatu hari, akhirnya Yo Ko tahu bahwa pamannya Kwee Cheng dan istrinya Huang Rong adalah yang menyebabkan kematian ayahnya.

Akibatnya, Yo Ko sempat bergabung dengan tentara Mongol untuk membalaskan dendam ayahnya itu, sebelum akhirnya dia sadar bahwa ternyata ayahnya lah yang bersalah. Hal ini membuat Yo Ko bertekad mengubah arah hidupnya, dan membuktikan bahwa dirinya tidak mewarisi sifat jahat ayahnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Yo Ko menemui banyak rintangan dan lika-liku, apalagi setelah dia kehilangan kekasih hatinya (ditinggal 16 tahun) yang membuat hatinya sangat sedih. Yo Ko menjadikan kepedihan hatinya itu sebagai inspirasi baginya untuk menciptakan jurus (andalannya) yang menggambarkan kegalauan hatinya, Tapak Kerinduan Memuncak.

Selain Yo Ko, di serial ini juga menampilkan tokoh lain yang tidak kalah berkarakter, seperti Si Bocah Tua Nakal yang lucu dan konyol, Hakim Roda Emas yang dingin dan keras. Kisah ini adalah serial yang berhasil melejitkan nama Andi Lau di tanah air sampai saat ini.

Bersambung ke Bagian II : 8 Serial Kungfu Mandarin Era Tahun 90an Yang Lekat di Hati (Bagian II)

Catatan editor :

Masa itu, di era 90-an, sebenarnya adalah masa-masa yang paling toleran di Indonesia. Film2 Mandarin banyak diputar di bioskop2, lalu film serial (bersambung) diputar di stasiun2 tv, hingga film berbau kepercayaan Tionghoa, seperti film2 vampire (baik film satu2 yang diputar setiap sabtu pagi di RCTI, ataupun yg tayang setiap malam, vampire expert, dengan bintangnya Lam Ching Ying).

Sebelum kerusuhan Mei 1998 meletus, seperti meledakkan kembali semangat anti cina di masyarakat, efeknya terasa hingga saat ini. Masyarakat menjadi intoleran, dan memusuhi orang2 diluar kelompoknya. Masa-masa toleran itu sepertinya sulit kembali di Negeri ini.

Catatan : Nama tokoh pada serial film diatas berdasarkan ejaan Hokkian, yang lazim dipergunakan pada subtitle atau dubbing pada jaman 90-an.

Penulis : David I Nainggolan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *