Klan Sima akhirnya menjadi penguasa Kekaisaran Jin (265-420) setelah berhasil mempersatukan daratan Tiongkok yang sempat terpecah menjadi 3 Negara pada Zaman Tiga Negara (三国) pasca Dinasti Han (Cao Wei 曹魏, Shu Han 蜀汉, dan Dong Wu 东吴).

Dinasti Jin atau Jin Chao (晉朝) sebenarnya berasal dari Negara Cao Wei yang dipegang oleh klan Cao Cao (曹操), kemudian dikudeta oleh klan Sima (司馬). Dinasti ini bertahan selama 155 tahun, dan untuk sementara waktu mereka menguasai wilayah yang sama seperti era Kekaisaran Dinasti Han (206 SM-220 M).

A. Awal dari Kekaisaran Jin (220-265)

Pada tahun 220, Kekaisaran Han yang besar terbagi menjadi 3 kerajaan, yakni : Cao Wei (曹魏), Shu Han (蜀汉), dan Dong Wu (东吳). Periode ini disebut Zaman Tiga Kerajaan, a.k.a Sam Kok (三国) yang masing2 berebut hegemoni atas wilayah2 ex Han.

Kerajaan Cao Wei (曹魏) berada di wilayah utara sungai Yangtze, dan dipimpin oleh klan Cao Cao dan klan Sima. Pada akhirnya, mereka berhasil menaklukkan wilayah Kerajaan Shu Han (蜀汉) di barat daya sekitar Sichuan, dan wilayah Kerajaan Dong Wu (东吳) di tenggara yang memiliki wilayah pesisir pantai.

3 Pemimpin yang Menjadi “Rival”

Peta Kekaisaran Dinasti Jin (265-420 M)

Pada awalnya, 3 Kerajaan masing2 wilayahnya sendiri. Mereka adalah Cao Cao (155-220) yang menguasai Cao Wei, Liu Bei (161-223) yang menguasai Shu Han, dan Sun Quan (182-252) yang menguasai Dong Wu.

Klan Cao memerintah kerajaan Cao Wei . Setelah tahun 230-an, mereka diancam oleh klan Sima, yang kala itu menguasai lebih banyak tanah (dan kekuatan militer tentunya).

Sima Yi (司馬懿) awalnya adalah seorang jenderal hebat yang mengabdi kepada Kerajaan Cao Wei. Pada tahun 238, Sima Yi dan pasukannya mengambil alih ibu kota Luoyang.

Pada tahun 263, Kerajaan Cao Wei melancarkan serangan besar dari tiga arah, untuk mengepung wilayah2 Kerajaan Shu Han. Karena kekurangan jenderal2 yang berkualitas (pasca ditinggal Guan Yu cs), pasukan Shu akhirnya dipaksa mundur.

Pada akhir tahun 263, Liu Shan (anak Liu Bei yang naik tahta) akhirnya menyerah. Ini kemudian menandai awal dari akhir periode 3 Kerajaan.

Pada waktu itu, klan Cao masih memegang tahta di kerajaan Cao Wei. Namun pada tahun 265, Sima Yan (司馬炎) dari klan Sima berbalik melawan Kaisarnya sendiri (Kaisar Cao Huan dari Wei; 曹奐) dan memaksanya untuk turun tahta. Ia kemudian mendirikan Dinasti Jin pada tahun 265.

Nama dinasti diambil dari Negara Jin (晋; state/negara bagian) pada Periode Musim Semi dan Gugur (770-476 SM).

B. Kekaisaran Jin Barat (265-316)

Sejak tahun 265, Kekaisaran Jin yang baru berkonsentrasi untuk mengkonsolidasikan kendali mereka atas daerah sekitar Sichuan dan membangun kekuatan militernya. Negara besar terakhir dari bekas Kekaisaran Han yang masih melawan mereka adalah Dong Wu di tenggara. Namun mereka bersiap untuk segera menyerangnya.

Pada tahun 269, Dinasti Jin memulai pembangunan angkatan laut untuk mengendalikan Sungai Yangtze (扬子; Yangzi), dan mengangkut pasukan untuk menyerang wilayah Dong Wu. Invasi ini terjadi pada tahun 279, setelah 10 tahun melakukan persiapan.

Pada 280, Kaisar Sun Hao dari Dong Wu menyerah. Dengan ini, praktis Dinasti Jin menguasai seluruh wilayah ex Kekaisaran Han (206 SM-220 M).

Peristiwa Selanjutnya dari Dinasti Jin Barat

Lukisan Sima Yan, Kaisar Wu dari Jin.

Pada tahun 290, Sima Yan (晋武帝; Kaisar Wu dari Jin) meninggal setelah memerintah selama 24 tahun. Sepeninggalnya, terjadi perebutan suksesi di antara para pangeran (anak2 Kaisar), dan terjadilah perang saudara di antara anggota klan Sima yang berkuasa, yang berlangsung hingga tahun 307.

Selama terjadinya perang saudara, kerajaan mereka di wilayah utara sungai Yangtze hancur lebur. Dikatakan bahwa pertempuran tersebut sampai menewaskan banyak prajurit di utara, dan sangat melemahkan Kekaisaran Jin. Pemenang dari pertempuran ini adalah pangeran yang masih hidup, yang bernama Sima Yue (司馬岳), yang bergelar Kaisar Kang dari Jin.

Kemudian peristiwa yang mengejutkan terjadi. Selama Periode 3 Kerajaan, suku nomaden Xiongnu (匈奴; sekarang bagian dari Mongolia) yang telah menjadi ancaman besar selama berabad-abad sejak Kekaisaran Dinasti Qin, dibawa ke wilayah tersebut untuk dijadikan budak/buruh.

Orang2 Xiongnu kemudian memberontak pada tahun 304, disaat Dinasti Jin masih lemah akibat perang saudara, dimana jutaan orang menjadi korban. Dengan pasukan yang relatif sedikit, akhirnya memaksa mereka untuk mundur (retreat) ke wilayah selatan.

Pada tahun 316, beberapa anggota klan Sima yang masih tersisa melarikan diri ke wilayah selatan di Jiankang (sekarang Nanjing). Sungai Yangtze akhirnya menjadi penghalang alami melawan serangan suku Xiongnu, yang telah menguasai sepenuhnya wilayah utara.

Kekaisaran Jin yang melarikan diri dari pemberontakan Xiongnu, menandai akhir dari era Kekaisaran Jin Barat, dan dimulainya era Kekaisaran Jin Timur.

C. Kekaisaran Jin Timur (317-420)

Sima Rui (司馬睿) yang bergelar Kaisar Yuan dari Jin kemudian mendirikan Dinasti Jin Timur di Jiankang pada tahun 317 (memerintah sampai 323).

Selama periode ini, sejumlah besar penduduk telah pindah ke wilayah selatan dan mulai berkembang di wilayah itu. Selama era ini, kekaisaran yang baru terbentuk masih lemah, dan penguasa regional mulai memberontak.

Sementara di wilayah utara sungai Yangtze dikendalikan oleh sekitar 16 suku yang berbeda. Masing2 suku menguasai 1 wilayah, dan suku2 tersebut sering berperang untuk memperluas pengaruh hegemoninya.

Era Dinasti Jin terkenal dengan kualitas barang dagangan porselennya, yang berdesain hewan dan religius.

Serangan dari Bekas Qin (Former Qin; 前秦)

Ancaman utama bagi Kekaisaran Jin Timur adalah negara baru di utara yang disebut Bekas Qin. Negara ex Qin (351-394) kemudian menaklukkan semua wilayah suku2 lainnya di utara pada tahun 376.

Kemudian pada tahun 383, pasukan mereka menyerang Kekaisaran Jin Barat dengan kekuatan sekitar 300.000 pasukan. Mereka menghadapi sekitar 100.000 pasukan Jin. Karena pertempuran yang dasyat, diperkirakan bahwa masing2 dari mereka kehilangan setengah dari jumlah pasukan.

Kekalahan ini menggoyahkan pemerintahan Qin Awal, kemudian berakhir dengan pemberontakan dan serangan dari suku2 lain pada tahun 394.

Ini dianggap sebagai salah satu kemenangan terpenting dalam sejarah perebutan wilayah, karena kekuatan Kekaisaran Jin yang lebih kecil berhasil membunuh banyak pasukan musuh di utara, sementara pusat pemerintahannya di bagian selatan tidak tersentuh perang sama sekali.

D. Akhir dari Kekaisaran Jin Timur

Meski kemenangan atas ex Qin ini adalah kemenangan besar, tetapi Dinasti Jin Timur tidak bertahan lama setelahnya, setelah klan Sima yang berkuasa digulingkan dari kekuasaan.

Lukisan Liu Yu, Kaisar Wu dari Song.

Kaisar Dinasti Jin terakhir adalah Sima Dewen (司馬德文) yang bergelar Kaisar Gong dari Jin (memerintah 419-420). Dia naik tahta ketika saudaranya yang cacat (Sima Dezong; memerintah 396-419) dibunuh atas suruhan Penguasa (regent) Liu Yu (劉裕). Karena kecacatannya, kekuasaan yang sebenarnya dikendalikan oleh pamannya, Sima Daozi.

Meski Sima Dewen menjadi Kaisar, namun selama masa pemerintahannya yang singkat, kekuasaan yang sebenarnya ada di tangan Liu Yu. Pada tahun 420, di bawah tekanan Liu Yu, dia dipaksa untuk turun menyerahkan tahta kepada Liu Yu, dan mengakhiri Kekaisaran Jin.

Pada tahun 421, Sima Dewen kemudian dibunuh, karena Liu Yu percaya bahwa mantan Kaisar Jin tersebut merupakan ancaman bagi pemerintahannya yang baru.

Liu Yu kemudian mendirikan Dinasti Liu Song (刘宋), dan menjadi Kaisar pertama dari dinasti tersebut di Selatan, pada periode Dinasti Selatan dan Utara (420-589).

Periode ini adalah sebuah masa dimana daratan Tiongkok terpecah menjadi 2 dinasti yang berseteru (utara dan selatan). Dinasti Selatan adalah penerus Dinasti Jin yang terdesak mundur ke selatan pada akhir penghujung kekaisarannya; sementara Dinasti Utara adalah Wei Utara yang berhasil mempersatukan 16 Negara kecil di utara Tiongkok.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow Facebook & Twitter @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *