Last Updated on 7 February 2022 by Herman Tan

Setelah mendengar kisah saya, teman saya yang ahli Tao ini hanya bisa menggeleng-geleng kepala, sambil menghela napas panjang. Dia mengatakan bahwa kami ini betul-betul anak dungu yang tidak tahu diri, berani-beraninya mengumpulkan energi Yin untuk mengundang roh!

Dia bilang dunia Yin dan dunia Yang sebetulnya tidak boleh berbaur, tidak boleh saling berhubungan. 9 dari 10 hubungan antara dunia Yang dengan dunia Yin, pasti membawa malapetaka.

Lagipula proses penghubungan ini akan menyebabkan kerusakan aliran energi dan mengganggu keseimbangan Qi. Untuk skala ringan akan mengurangi umur, sementara untuk skala parah bisa sampai membawa kematian dan melibatkan ke orang-orang sekitar.

Dia mengatakan, sebetulnya menggunakan air hujan dan kayu banyan tidak terlalu berimplikasi apa-apa karena roh di luar tidak akan mungkin masuk ke kamar tanpa alasan yang jelas.

Yang bermasalah adalah proses membakar kemenyan di dalam kamar. Membakar kemenyan sudah pasti akan mengundang roh luar, dan parahnya lagi, pada saat proses pembakaran kemenyan, tidak ada orang sama sekali di kamar. Di dalam kamar juga tidak dipasangkan altar Dewa, energi Yang (positif) sudah pasti hampir tidak ada.

Tidak heran roh-roh yang ada di luar pun tertarik dan masuk.

Sebetulnya begitu roh-roh masuk pun, tapi kalau belakangan ada orang masuk juga, roh itu juga tidak akan bertahan lama. Sebab pada dasarnya tempat ini bukanlah tempat bagi mereka. Tetapi tanpa diduga, kami malah membakar kertas uang mati. Dan lebih parahnya lagi, kertas yang kami bakar itu adalah kertas berjenis uang kecil, yang diperuntukkan untuk hantu2 gentayangan.

Itu sebabnya, roh yang diundang mengira ada doa untuk persembahan pada arwah gentayangan, jadi mereka pun tetap di situ.

Saya mendengar dengan mulut ternganga. Teman saya menatap tajam kemudian melanjutkan.

“Mendengar cerita dari kamu, roh yang mungkin kalian undang adalah salah satu dari 2 ini : (1) roh yang terikat di bumi, atau (2) roh biasa yang tidak bisa bereinkarnasi. 2 jenis roh ini paling tidak boleh diganggu, terutama roh yang terikat, karena sebagian besar dari mereka adalah roh jahat.

Roh-roh seperti ini pada umumnya meninggal karena difitnah atau dijerumuskan, sehingga dendamnya tidak pernah pudar. Mereka tidak sudi untuk reinkarnasi dan memilih menetap di alam ini.

Namun karena dia dibatasi oleh batasan Chenghuang¹, dia hanya bisa berada di tempat tertentu. Karena tidak bisa meninggalkan dunia ini, maka disebut roh yang terikat di bumi.

Baca Juga :  Suara Misteri : Kisah Seram Kampus di Taiwan (Part 1)

Kalau sampai berurusan dengan roh jenis ini, masalahnya tidak akan sederhana. Dia pasti akan meminta tumbal. Orang yang menjadi tumbal kalau tidak segera meminta pertolongan Pendeta Tao yang berilmu tinggi untuk mengusir, kemungkinan besar tidak akan bisa lolos dari kematian.

Roh terikat ini tidak gampang dihadapi. Mengapa? Bayangkan saja, dia berani menentang ketentuan Langit dan Raja Yama, dengan tidak mau bereinkarnasi, mana mungkin bisa dihadapi dengan mudah?

Moga-moga saja yang kalian hadapi itu adalah roh biasa. Kalau itu, cukup melakukan ritual, bakar-bakar kertas uang dan kertas pakaian. Juga bakar kertas orang-orangan untuk menemani dia. Umumnya mereka akan pergi…”

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dia, saya pun bertanya tidak sabar, “Apakah ada cara untuk mengetahui roh jenis apa yang mengganggunya?”

Dia hanya menggeleng-geleng kepala. Tubuh saya sudah mulai terasa dingin.

Saya kembali bertanya “Kalau ini adalah roh jahat itu, bagaimana caranya dia mencari tumbal? Dan dia akan mencari siapa?”

Dia hanya tertawa pahit “Sekarang baru merasa takut? Sepertinya sudah agak terlambat…”

Catatan¹ : Dewa Chenghuang (城隍爷; Cheng Huang Ye) secara harafiah berarti “Dewa parit dan tembok” atau “Dewa perbatasan”, adalah nama Dewa pelindung kota dalam kepercayaan Taois. Beliau dipercaya sebagai pejabat pengadilan di akhirat (alam baka) yang bisa mengisi kelemahan pengadilan di dunia. Demikianlah Cheng Huang Ye sangat dihormati di kalangan rakyat jelata.

Belakangan, istilah itu ternyata digunakan untuk para pemimpin yang didewakan di kota itu, yang memiliki otoritas atas roh-roh orang yang meninggal di kota itu. Dipercaya bahwa arwah orang yang telah meninggal dunia akan dibawa ke hadapan Cheng Huang Ye untuk diperiksa, lalu diputuskan akan menjalani proses reinkarnasi kembali, atau di tahan di neraka (地狱; Diyu).

Bersambung ke part 13

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!