Sembahyang Ce It dan Cap Go

Bagi sebagian orang Tionghoa, sembahyang kepada Thian atau Tuhan Yang Maha Esa dapat dilakukan setiap hari di rumah masing-masing; yakni pada pagi hari saat akan memulai aktivitas dan pada malam hari. Tetapi ada waktu-waktu sembahyang khusus yang dilakukan di Klenteng atau tempat ibadah lainnya (Dao Guan, Wihara atau Li Thang), yakni setiap  Ce It dan Cap Go (tanggal 01 dan 15 penanggalan Imlek). Seperti apa sembahyang Ce It (初一) dan Cap Go (十五) ini? Berikut ulasan singkatnya.

1. Apa itu sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Sembahyang CeIt dan Cap Go adalah sembahyang yang dilakukan kepada Thian atau Tuhan Yang Maha Esa; kepada Dewa- Dewi (sin beng) kepercayaan Tionghoa; dan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal.

2. Siapa yang melakukan sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Di Indonesia sendiri, sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan oleh setiap masyarakat keturunan Tionghoa yang menganut agama leluhur (Tao, Kong Hu Cu, dan Buddha? (saran masukan)); dan hal ini juga dilakukan oleh masyarakat yang menganut agama-agama diatas yang berada di berbagai belahan dunia.

3. Kapan sembahyang Ce It dan Cap Go dilaksanakan ?

Loading...

Sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan setiap tanggal 01 dan tanggal 15 kalender Imlek. Kalender Imlek berasal dari kata Mandarin “YIN LI” [阴历] yang berarti penanggalan kalender berdasarkan pergerakan bulan, karena tanggal 1 adalah bulan baru dan tanggal 15 pasti merupakan bulan purnama.

4. Dimana sembahyang Ce it dan Cap Go dilakukan ?

Sembahyang Ce It – Cap Go dapat dilakukan pada siang atau malam hari di rumah masing-masing umat; juga dapat pergi bersembahyang di kelenteng-kelenteng atau Tao Kwan.

5. Mengapa harus sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Banyak alasan umat dalam melakukan sembahyang. Utamanya adalah seperti memohon kekayaan, kedudukan, kesehatan, umur panjang dan keturunan; Juga untuk bersosialisasi atau berkumpul bersama dengan umat lainnya jika melakukan sembahyang ke klenteng-klenteng. Bagi umat Kong Hu Cu, pada hari sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan sembahyang terhadap leluhur/orang tua sebagai tanda wujud bakti.

6. Bagaimana tata cara sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Jika sembahyang dilakukan di kelenteng-kelenteng biasanya sembahyang dengan 1 atau 3 batang dupa di setiap arca/patung Dewa/i dan kepada Thian/langit. Jika sembahyang dilakukan di rumah yang memiliki altar, ini tergantung adat kebiasaan masing-masing. Yang utamanya (simple nya) adalah menyediakan 5 macam buah-buahan beserta permen/manisan dan 5 cangkir teh. Kadang ada juga yang menambahkan kue ku, kue lapis, kue mangkok, atau kue-kue lainnya tergantung kebiasaan masing-masing.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

6 Responses to Sembahyang Ce It dan Cap Go

  1. Fani says:

    Tolong tanya dimana harusnya letak tempat dupa dewa langit di rumah. Kebetulan rumah saya 2 lantai. Dan saya pelihara anjing. Apakah tidak boleh ada anjing yg berkeliaran di dekat tempat dupa tsb? Mohon penjelasan

    • Herman Tan says:

      Hi Fani,

      Letak sembahyang Thian / Thian Gong adalah tepat di pintu utama rumah.
      Jika rumah Anda 2 lantai, maka posisi tempat dupanya bisa diletakkan di depan pintu lantai 2.
      Bisa menggunakan hiolo gantung, bisa juga hiolo tempel di dinding.
      Tidak masalah ada anjing, yang penting tidak “pup” disembarang tempat.

      Kira-kira demikian, semoga dimengerti.

  2. delvi says:

    kalau pas cheit capgo mau sembahyang di rumah kelupaan pas pagi nya
    lebih bagus langsung cepat sembahyang waktu siang hari atau nunggu malam aja y ?
    biasa nya kalau mau taruk bunga di altar kwan te kong , contoh bunga apa yang bole di sembah ya ?
    apa kwankong bole sembah arak lokal ?
    thanks

    • Herman Tan says:

      Hi delvi,

      Sembahyang Ce it dan Cap go pada dasarnya dilakukan pada malam harinya, karena orang2 kebanyakan beraktivitas di pagi hingga sore hari.
      Namun ada juga yg sembahyang pada pagi atau siang hari, tergantung ketersediaan waktunya saja.
      Kalau saya pribadi tidak menggunakan hiasan bunga. Hanya buah 5 macam + teh 5 cangkir, sepasang lilin, dupa, cukup.
      Namun kalau mau pakai bunga, disarankan yang tidak berduri. Itu saja.

      Semoga membantu!

  3. Yuliani says:

    Mau nanya sembayang ju ik,dan 15 itu yg benar kita sembayang nya malam satu hari sebelum tg 1 dàn tgl 14 atau tgl 1 malam dab tgl 15 malam?makasih

    • Herman Tan says:

      Awal mula sembahyang malam 1 hari sebelum hari H itu berasal dari Konghucu, yakni Si atau jam yang pertama, sekitar jam 11 malam.
      Hari besar Dewa-Dewi sering diadakan sejak malam sebelum hari H nya, dan ini biasanya menyebar di klenteng2 dengan unsur Konghucu yang kental.
      Namun untuk Ce It dan Cap Go tidak mengenal istilah itu. Sembahyanglah pada malam hari H nya.

      Demikian info & salam hangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: eits, mau ngapain nih?