Tag Archives: kerusuhan mei 1998

Kerusuhan Mei 1998 : “Apa Salah Kami, Sampai Harus Diperkosa dan Dibunuh?”

Pada peristiwa Mei 1998, lebih dari 150 orang perempuan etnis Tionghoa mengalami perkosaan dan pelecehan seksual, dimana 20 orang diantaranya meninggal dunia. Demikian menurut catatan tim relawan kasus Mei 1998. Jumlahnya bisa lebih besar dari itu, karena banyak korban memilih diam. 21 tahun kemudian, kasus-kasus perkosaan inipun juga tak kunjung terungkap, dan tak ada pelaku yang pernah disidangkan.

Pemerkosaan Perempuan Tionghoa Mei 1998 di Jakarta

Perempuan etnis Tionghoa merupakan target paling lemah dan yang paling mudah dicari, karena selain menyandang ciri fisik yang mencolok (ras asia timur), mereka menyandang triple minority : Perempuan, Tionghoa, dan Non muslim.

Diperkirakan terdapat ratusan perempuan etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi di rumah atau toko mereka sendiri. Sudah begitu, ruko mereka pun ikut dijarah dan dibakar pada tanggal 13 s/d 15 Mei 1998 silam di Jakarta dan sekitarnya.

Teror Kasus Ita Martadinata : Kenapa Perkosaan Perempuan Tionghoa Mei 1998 Jarang Dilaporkan?

Kepastian mengenai kasus-kasus pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa ketika itu memang terkesan ditutupi, dianggap belum jelas, dan hanya dianggap sekadar gosip. Bahkan B.J.Habibie, sebagai presiden yang menggantikan Soeharto kala itu juga tidak sepenuhnya percaya bahwa pemerkosaan massal itu benar-benar terjadi.

Siapa sebenarnya para pelaku pemerkosaan pada Kerusuhan Mei 1998?

Kerusuhan Mei 1998 : Inilah Harga Yang Harus Dibayar Oleh Etnis Tionghoa di Indonesia!

Ingat Kerusuhan Mei 1998 ? sebagian besar orang mungkin akan berpikir bahwa momen tersebut melahirkan sebuah era REFORMASI. Memang benar! Tetapi ada catatan sejarah menyedihkan yang tersimpan di baliknya; yakni sebuah kerusuhan, yang menjadikan etnis Tionghoa sebagai TUMBAL REFORMASI!

Peristiwa ini sebagai pengingat abadi : Bahwa Negara PERNAH GAGAL dalam melindungi warga Negaranya!

Kerusuhan yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 merupakan salah satu memori terkelam etnis Tionghoa di Indonesia, yang masih menyimpan sebuah tanda tanya : KENAPA HARUS MEREKA?

Peringatan 20 Tahun Reformasi, Tionghoa Sebagai “TUMBAL” Reformasi

Peringatan 20 Tahun REFORMASI (12 Mei 1998 – 12 Mei 2018), Tionghoa Sebagai “TUMBAL” Reformasi. Pada bagian depan Museum Tionghoa Indonesia di Kawasan TMII, Jakarta, terpampang kalimat “Indonesia Kepadamu Kami Berbakti”.

Sejarah Kebencian Terhadap Etnis Tionghoa di Indonesia

Sebenarnya apa sih yang merupakan sumber permasalahan sentimen rasial terhadap masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia? Dari hasil penelitian seorang profesor ilmu politik Amy L Freedman dari Franklin and Marshall College, USA, yang ditulis dalam artikel jurnalnya yang berjudul Political Islam in Indonesia and Malaysia.

Sebuah Catatan : Ahok dan Isu Sentimen Anti Tionghoa di Indonesia

Basuki Tjahaja Purnama (hanzi : 鍾萬學; pinyin : Zhōng Wànxué) atau lebih dikenal dengan Ahok, lahir di Bangka Belitung pada 28 Juni 1966. Ahok sendiri tidak malu mengakui dirinya sebagai bagian dari keturunan Tionghoa (sama seperti Gusdur), dan bisa berbahasa Mandarin serta Khek dengan lancar (pernah diwawancarai CCTV). Tidak seperti tokoh2 etnis Tionghoa lainnya, yang malah enggan mengakui jati dirinya hanya demi jabatan!

Tahukah Kamu : Timeline Etnis Tionghoa di Indonesia

414 M : Fa Hien memulai sejarah orang Tionghoa di wilayah nusantara. Dia pula yang mengabadikan Kerajaan Tarumanegara dan Kalingga.

1600 MMigrasi besar yang pertama membuat jumlah populasi orang Tionghoa di Batavia dari 2,000-an jiwa menjadi 10.000-an jiwa.

Inilah 9 Keturunan Etnis Tionghoa yang Mati-Matian Membela Indonesia!

Sentimen anti Tionghoa (anti Cina) bukan lagi hal yang baru di Indonesia; dan bahkan di dunia pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh migrasi orang Tionghoa dalam jumlah besar ke negara-negara lainnya di berbagai belahan dunia dengan alasan mencari peruntungan baru, memperluas jaringan bisnis, menempuh pendidikan, maupun memperbaiki tingkat kehidupan.

Kapan ‘Kecinaan’ Akan Berhenti?

Kebrutalan dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998 menyebabkan terjadinya eksodus massal. Ribuan orang keturunan Tionghoa dari beberapa kota besar di Indonesia ‘melarikan diri’ ke negara-negara tetangga, seperti Singapore, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Australia (Pertanyaan : Kenapa Tiongkok bukan menjadi salah satu Negara yang dituju sebagai pelarian?)