Festival Tiong Chiu Pia

Kue bulan (Hanzi : 月餅, pinyin : yuèbǐng) atau ‘Moon cake‘ adalah penganan tradisional Tionghoa yang menjadi sajian wajib pada perayaan Festival Musim Gugur setiap tahunnya. Di Tiongkok, Festival ini dikenal dengan sebutan Zhongqiu Jie (中秋节) dan di dunia barat atau masyarakat internasional mengenalnya dengan sebutan Mid Autumn Festival.

Di Indonesia kue bulan biasanya dikenal dalam dialek Hokkian-nya; Gwee Pia atau Tiong Chiu Pia. Kue bulan atau kue pia tradisional pada dasarnya berbentuk bulat yang melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring perkembangan zaman, varian bentuk lainnya mulai bermunculan, menambah variasi dalam komersialisasi bisnis kue bulan.

Kue bulan bermula dari penganan sesajian pada persembahan dan penghormatan pada leluhur di musim gugur, yang biasanya merupakan masa panen yang dianggap penting dalam kebudayaan Tionghoa yang berbasis agrikultural. Perkembangan zaman menjadikan kue bulan berevolusi dari sesajian khusus pertengahan musim gugur kepada penganan dan hadiah namun tetap terkait pada perayaan festival musim gugur tadi.

A. Kue bulan biasanya dibedakan atas :

1. Menurut cara pembuatan : Guangdong, Chaozhou, Beijing, Hongkong, Taiwan.
2. Menurut rasa : manis, asin.
3. Menurut isi : kuning telur, tausa (kacang merah), kacang hijau, buah-buahan.
4. Menurut bahan : tepung gandum, tepung terigu, minyak sayur, mentega, gula.

jenis macam kue bulan

Jenis Kue Bulan (Moon Cake)

B. Macam-macam isi Kue Bulan :

1. 莲蓉月饼 (Lián róng yuèbǐng); Lotus paste mooncake
2. 豆沙月饼 (dòushā yuèbǐng);  Red bean mooncake
3. 冰皮月饼 (bīng pí yuèbǐng);  Snowy mooncake
4. 五仁月饼 (wǔ rén yuèbǐng);  Five nuts mooncake
5. 蛋黄月饼 (dànhuáng yuèbǐng);  Egg yoke mooncake
6. 鲜肉月饼 (xiān ròu yuèbǐng);  Pork moonckae
7. 酥皮月饼 (sū pí yuèbǐng);  Flaky mooncake

C. Sejarah Festival Zhongciu Jie / Mid Autumn Festival

Zhu Yuan Zhang, pendiri dinasti Ming (1368-1644 M)

Beberapa legenda mengemukakan bahwa kue bulan berasal dari Dinasti Ming, yang dikaitkan dengan pemberontakan heroik Zhu Yuan Zhang memimpin para petani Han melawan pemerintah Mongol. Pada saat itu rakyat Han menentang pemerintahan Mongol dari Dinasti Yuan, dan para pemberontak yang dipimpin sendiri oleh Zhu Yuan Zhang, merencanakan untuk mengambil alih pemerintahan. Zhu Yuan Zhang bingung memikirkan bagaimana cara menyatukan rakyat untuk memberontak pada hari yang sama tanpa diketahui oleh pemerintah Mongol.

Loading...

Salah seorang penasehat terpercaya nya akhirnya menemukan sebuah ide. Sebuah berita disebarkan bahwa akan ada bencana besar yang akan menimpa negeri Tiongkok dan hanya dengan memakan kue bulan yang dibagikan oleh para pemberontak dapat mencegah bencana tersebut. Kue bulan tersebut hanya dibagikan kepada rakyat Han, yang akan menemukan pesan “Revolusi pada tanggal lima belas bulan delapan” pada saat membukanya.

Karena pemberitahuan itu, rakyat bersama-sama melakukan aksi pada tanggal yang ditentukan untuk menggulingkan Dinasti Yuan. Dan sejak saat itu kue bulan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Perayaan pertengahan Musim Gugur. Namun sebenarnya, kue bulan telah ada tercatat dalam sejarah paling awal pada zaman Dinasti Song (960-1279). Dari sini, kue bulan dipastikan telah populer dan eksis jauh sebelum Dinasti Ming (1368-1644) berdiri.

*Adapun asal usul yang lain dari perayaan festival Kue Bulan yang jatuh setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek adalah konon berasal dari cerita Chang E Terbang ke Bulan.

D. Tradisi Festival Zhongjiu Jie / Mid Autumn Festival

festival lampion

Nampak suasana Festival Lampion dalam menyemarakkan Perayaan Zhongjiu

Tradisi dalam perayaan Zhongjiu ini dalam aktualisasi kegiatannya selalu dilengkapi atribut seni budaya Tionghoa seperti hiasan lampion. Makanya perayaan Zhongjiu ini sering juga disebut perayaan lentera karena atribut yang paling menonjol dalam penyambutan bulan purnama adalah Lampion. Pada malam festival, lampion-lampion akan dinyalakan lampu akan tampak menawan dan mempunyai suatu keindahan tersendiri. Kini lampion ini telah berkembang hingga dalam berbagai bentuk dan ukuran raksasa memberikan tontonan keindahan tersendiri.

Sosok Dewi Bulan yang diilustrasikan dalam perayaan kue bulan di suatu kelenteng

Bagi kalangan muda-mudi, perayaan festival Zhongjiu punya arti khusus bagi mereka. Banyak orang percaya di bulan juga ada seorang tua bernama Yue Lao. Orang tua ini punya tugas merangkap jodoh manusia. Tanggal 15 bulan 8 Imlek ini biasanya menjadi malam istimewa bagi Yue Lao (Hanzi : 月下老人; pinyin : Yue Xia Lao Ren) atau dikenal sebagai Dewa Jodoh karena urusan perjodohan yang tak kunjung habis dari muda-mudi yang bersembahyang di kelenteng misalnya; doa mereka pasti tidak lepas dari harapan memperoleh pasangan yang sesuai dengan idaman. Maka Festival Zhongjiu juga disebut Lambang Perjodohan.

Sembahyang dalam memperingati hari Tiong Chiu sendiri diselenggarakan setiap tanggal 15 bulan delapan Imlek secara religius sebagai pernyataan syukur kepada Malaikat Bumi (Thu Ti Kung/Hok Tek Cin Sin). Penyambutan di saat bulan purnama di pertengahan musim gugur di belahan bumi Utara. Saat itu cuaca baik dan bulan nampak sangat cemerlang.

Para petani sibuk dan gembira karena berada di tengah musim panen. Maka musim itu dihayati sebagai saat-saat yang penuh berkah Tuhan Yang Maha Esa lewat bumi yang menghasilkan berbagai hasil bumi, sehingga malaikat Bumilah disembahyangi terutama bagi negara agraris yang memiliki empat musim seperti Tiongkok.

Loading...

The following two tabs change content below.
Tertarik dengan tradisi & budaya Tionghoa di Indonesia. Ikuti Twitter @tionghoainfo untuk info-info terbaru.

2 Responses to Festival Tiong Chiu Pia

  1. Irfan Handi says:

    Kue bulannya keliatan uenak banget Bang. 😀
    Sukses selalu.

  2. Desy says:

    Selamat merayakan Festival Tiong Chiu Pia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Loading...