Last Updated on 1 May 2021 by Herman Tan

Sebagai peradaban dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia, di Tiongkok kuno dikenal “Empat Harta Pelajar‘ (hanzi : 文房四宝, pinyin : wén fáng sì bǎo). 4 Harta Pelajar ini terdiri dari kuas, kertas, tinta dan alas tinta.

Walaupun ke-4 benda ini terdengar sepele, tapi ke-4 nya memiliki sejarah menarik dan sangat berharga bagi para pelajar di masa lalu. Salah satu harta berharga bagi pelajar adalah alas tinta.

Di Tiongkok, alas tinta dibuat dari timah hitam atau bebatuan. Bubuk timah hitam dicampur dengan air sebelum digunakan untuk menulis atau melukis, oleh karena itu alat penumbuk timah selalu digunakan berbarengan dengan alat tulis lainnya.

Barulah di era Dinasti Han, tinta buatan diproduksi dan digunakan bersama alas tinta. Timah hitam pun mulai ditinggalkan.

Sebelum era Dinasti Tang, tidak ada meja atau kursi berkaki. Orang-orang menulis di atas tikar jerami sambil duduk, sehingga dibutuhkan wadah tinta yang berbentuk lingkaran agar bisa menampung tinta lebih banyak.

Batu dan batang tinta

4 Alas Tinta yang Terkenal

Alas tinta memiliki banyak bentuk. Tidak hanya digunakan sebagai alat untuk menulis dan melukis, tapi juga karya seni. Sebelum era dinasti Tang, alas tinta dibuat dari batu, batu pasir, porselen, perunggu, pernis, besi, dan keramik.

Di masa dinasti Tang dan Song, bahan bermutu tinggi seperti batu duan, xi, dan taohe digunakan. Alas tinta duan, xi, tao dan dengni, merupakan 4 jenis alas tinta terkenal di Tiongkok.

1. Alas tinta duan

Awalnya, batu duan terbentuk sekitar 600 juta tahun yang lalu dan memiliki banyak garis dan mata batu yang langka. Batu duan memiliki tekstur permukaan sehalus giok dan berkualitas baik untuk menyimpan tinta.

Ketika batu ini mulai diproduksi oleh manusia di kota Zhaoqing, provinsi Guangdong di Tiongkok selatan, alas tinta ini berasal dari desa Ribing dan Baishi, kota Shiqing di provinsi Guangdong.

Baishi dan Ribing adalah dua desa bertetangga, dan selama berabad-abad, lebih dari 80% penduduk di sana mencari penghidupan dengan membuat alas tinta Duan.

Menurut catatan sejarah, alas tinta duan pertama kali diproduksi di masa kaisar Wude (618-626) dinasti Tang. Alas tinta ini dibuat dari batu duan di Sungai Duanxi kaki gunung Lanke. Terkenal karena kualitasnya yang bagus dan tidak merusak kuas, alas tinta ini memiliki reputasi sangat baik di kalangan pelajar masa lalu.

Baca Juga :  Shufa (书法); Asal-Usul Seni Kaligrafi Tiongkok (Chinese Calligraphy)

2. Alas tinta xi

Batu xi terbentuk sekitar 1 miliar tahun yang lalu. Batu ini berwarna hitam dengan pola garis yang rumit. bentuknya kokoh dan tetap walaupun telah digunakan bertahun-tahun, dan selalu tampak baru.

3. Alas tinta tao

Batu ini ditemukan di perairan dalam dan sulit. Bentuknya rumit dan bening. Garis-garisnya halus seperti sutra dan biasanya berwarna hijau atau merah.

4. Alas tinta dengni

Alas tinta ini dibuat dari tanah lempung. Cara pembuatannya melewati 10 tahap. Kualitasnya kokoh dan kuat, serta memiliki banyak warna.

Referensi :

– By Yug – Own work, CC BY-SA 3.0, East Asian calligraphy scheme

By Amimah Halawati

Seorang mahasiswa pasca perguruan tinggi teknik Negeri di kota Bandung. Mojang Priangan berdarah Sunda namun memiliki minat besar dengan bahasa dan budaya Tionghoa. Pecinta buku dan senang menulis, khususnya fiksi fantasi yang bertema mitologi dan kebudayaan Tionghoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!