Last Updated on 6 December 2019 by Herman Tan

Ada sebuah pepatah kuno Confusius yang cukup terkenal di kalangan warga Tiongkok, “名不正则言不顺, 言不顺则事不成.” (Ming bu zheng ze yan bu shun, Yan bu shun ze shi bu cheng)“. Artinya kira-kira, Ketika nama seseorang tidak tepat, kata-kata seseorang tidak akan diterima. Jika kata-kata seseorang tidak diterima, seseorang tidak dapat mencapai apa pun”.

Pepatah tersebut menjelaskan betapa pentingnya nama seseorang, yang menggambarkan identitas dan kepribadian dari orang tersebut.

1. Asal Usul Marga Tionghoa : Legenda Pan Gu

Daftar marga Tionghoa yang masih eksis diperkirakan tidak lebih dari 300 marga.

Menurut legenda yang beredar, pemberian marga bagi masyarakat Tiongkok pertama kali dilakukan oleh Fu Xi (伏羲), yang merupakan seorang Kaisar mitologi Tiongkok yang hidup sekitar tahun 2282 SM. Bersama Nüwa (女娲), keduanya dihormati sebagai leluhur dari peradaban manusia, dan merupakan titisan dari Dewa Pan Gu (盘古), Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya.

Versi umum legenda Pan Gu :

Pada mulanya langit dan bumi kacau balau tanpa bentuk. Pangu lahir pada waktu langit dan bumi kacau tanpa bentuk tersebut. Setelah 18.000 tahun, Pangu memakai sebuah kapak untuk membelah langit dan bumi. Yang ringan dan terang, terangkat naik ke atas menjadi langit; sementara yang berat dan suram turun ke bawah menjadi bumi.

Pangu takut langit dan bumi akan bergabung kembali, karena itu Dia berdiri untuk menahan langit. Langit setiap hari naik 10 mistar, sementara Pangu juga setiap hari bertambah tinggi 10 mistar. Setelah 18.000 tahun kemudian, Pangu pun akhirnya meninggal, dan organ tubuhnya berubah menjadi isi dari alam semesta ini.

Badannya berubah menjadi pegunungan, darahnya mengalir membentuk aliran sungai, ototnya berubah menjadi tanah yang subur, sumsum tulangnya berubah menjadi batuan mineral, giginya berubah menjadi batu permata, sementara kulit dan bulu badannya berubah menjadi berbagai tanaman.

Fu Xi dan Nuwa divisualisasikan berwajah manusia, namun berbadan ular. Dalam legenda, diceritakan bahwa Fuxi mengajari manusia membuat jala, menangkap ikan, berternak hewan, dan menciptakan 8 Trigram (Bagua).

Dalam kurun waktu 2282 SM sampai dengan 260 SM, terdapat 2 kategori nama yang diberlakukan. yakni kategori keluarga dan kategori klan. Pertama yakni Shi (氏) yang merupakan nama untuk klan, kemudian Xing (姓) yang diperuntukkan bagi keluarga.

Namun, setelah tahun 260 SM, hanya nama keluarga (Shi) saja yang diberlakukan. nama-nama keluarga (marga) ini awalnya berasal dari :

1. Nama dinasti (misalnya Tang, Song, Ming, dsb),
2. Nama distrik, kota, desa, atau arah (misalnya Xi Men),
3. Tokoh sejarah (misalnya Guan), atau gelar pejabat (misalnya Wang ),

Menurut catatan sejarah, terdapat beberapa cara dalam penamaan Marga Tiongkok, yakni :

1. Berdasarkan Xing, yaitu menurut garis keturunan Ibu, seperti : Ji, Jiang, Yao, dan sebagainya
2. Berdasarkan nama dinasti atau negara bagian, seperti : Qi, Song, Lu, Zhao, Chu, Xu, Yan, dan sebagainya.
3. Berdasarkan nama daerah atau kota pemberian Kaisar kepada para bangsawan (adipati) yang bertugas menjaganya, seperti : Wei, Qin, dan sebagainya.

4. Berdasarkan nama desa atau kampung, seperti : Pei, Lu, Hao, Ou Yang, dan sebagainya.
5. Berdasarkan nama tempat tinggal, seperti : Lu, Li, Xiang, dan sebagainya.
6. Berdasarkan posisi jabatan di kerajaan, seperti : Si Tu, Si Kong, Si Ma, dan sebagainya.

Dari semua kategori tersebut, ditemukan tidak kurang dari 10.000 nama yang berbeda. Sementara itu, dewasa ini terdapat 10 nama marga yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Tionghoa, yakni :

1. 李 (Li) 7,94%
2. 王 (Wang) 7,41%
3. 張 (Zhang) 7,07%
4. 劉 (Liu) 5,38%
5. 陳 (Chen) 4,53%
6. 楊 (Yang) 3,08%
7. 趙 (Zhao) 2,29%
8. 黃 (Huang) 2,23%
9. 周 (Zhou) 2,12%
10. 吳 (Wu) 2,05%

Biasanya, marga Tionghoa hanya memiliki satu karakter, yakni Marga Tunggal 单姓 (Dānxìng; marga dengan 1 huruf) seperti diatas. Namun ada beberapa pengecualian untuk karakter ganda, yakni Marga Ganda 复姓 (Fùxìng; marga dengan 2 huruf), seperti seperti 诸葛(zhuge), 上官 (shangguan), 欧阳 (ouyang), Xi Men (西門), Gong Sun (公孙), dan lainnya.

Baca juga : Marga Tionghoa di Indonesia

2. Arti Sebuah Nama Tionghoa

Sebuah nama haruslah dicarikan yang baik, agar kelak membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa nama yang dimiliki oleh seseorang melambangkan identitas dari orang tersebut. Hal ini secara tidak langsung berhubungan dengan harga diri, atau bagaimana orang lain memandangnya.

Jika ia memiliki nama yang baik, maka orang tersebut sudah tentu bisa berbesar hati. Namun jika namanya terdengar kurang baik, seperti terdengar konyol, bukan tidak mungkin orang tersebut malah akan malu, dan membenci namanya sendiri 🙁

Nama seseorang akan berkaitan dengan psikologisnya. Contohnya jika seseorang memiliki nama yang bermakna “adil” atau “kuat”, maka di kehidupan yang nyata, orang tersebut akan menjadi pribadi yang adil dan kuat. Sementara itu, jika nama seseorang berkonotasi jelek, seperti bermakna “penipu”, maka orang tersebut bisa jadi akan memiliki sifat atau kecenderungan untuk melakukan hal tersebut.

Selain itu, nama juga melambangkan sebuah harapan dan doa para orang tua kepada anak-anaknya. Beberapa nama yang berarti / bermakna baik, seperti :

Wei (韋) yang artinya luar biasa.
Rong (蓉) yang artinya terhormat.
Kang (康) yang artinya sehat.
• Zhi yang artinya bijaksana.
Miao (妙) yang artinya sangat baik.
Xian (先) yang artinya bijak.

3. Nama Tionghoa : Sebuah Harapan Dari Orang Tua!

Sebuah nama melambangkan karakter Tiongkok, yakni Ming (名), yang berarti sebuah reputasi / ketenaran.

Jika seseorang hidup dengan menjadi orang yang baik sesuai dengan reputasinya, maka orang tersebut akan disebut sebagai “Ming Bu Xu Chuan” (名不虚传), yang artinya kira-kira “reputasinya (orang itu) tidak sia-sia, benar-benar sesuai namanya”.

Namun, ketika seseorang ternyata berlaku tidak seperti reputasinya, maka ia akan dicemooh dan mendapat julukan sebagai “Ming Chun Shi Wang” (名纯失望),  yang artinya kira-kira “namanya benar-benar sebuah kekecewaan”.

Jika ada seseorang yang menjadi terkenal, maka ia akan disebut “Ming Man Tian Xia” (名满天下), atau nama terkenalnya sudah menyebar ke seluruh dunia!

Baca juga : Mau Punya Nama Mandarin? Simak 4 Cara Pemberian Nama Tionghoa Berikut

4. Seperti Apa Itu Nama Generasi (Nama Tengah) ?

Perlu anda ketahui bahwa pada dasarnya sebuah nama Tionghoa terdiri dari 3 karakter, YAKNI :

Huruf pertama adalah Marga atau Nama Famili/Keluarga, yang sudah diwariskan sejak dahulu oleh leluhurnya.

Marga Tionghoa yang digunakan oleh orang Tionghoa di Indonesia umumnya karakter tunggal  (单姓; Dānxìng), atau marga dengan 1 huruf). Misalnya 李 (Li), 王 (Wang), 張 (Zhang), Chen (陈), 楊 (Yang) atau Huang (黄), atau yang lainnya.

♦ Huruf kedua merupakan NAMA GENERASI, NAMA TENGAH, yang menunjukkan tingkatan generasi dalam keluarga.

Yang kedua, yakni nama generasi, atau nama tengah, yang akan menjadi nama tengah seseorang. Di jaman dahulu, terdapat sebuah asosiasi Tiongkok yang telah membuat sebuah keputusan bahwa nama generasi yang akan dipilih harus berbeda dengan karakter yang akan digunakan oleh generasi sebelumnya.

Nama generasi juga berfungsi untuk memperkuat kesatuan dalam keluarga, dan biasanya akan ditentukan oleh kepala keluarga dari garis patriarki.

Misalnya nama kung-Kung saya Tjong Nyi Chai (dalam bahasa hakka/khek).
Terus nama papa saya Tjong Ik Sin (juga dalam bahasa khek).
Terus nama saya Tjong Se Wie (juga dalam bahasa khek).

Silsilah nama Nyi, Ik dan Se itu biasanya sudah disusun oleh nenek moyang, dan sudah diatur 3-7 generasi dibawahnya; Nama silsilah ini biasanya disusun berdasarkan kata-kata syair. Seperti pada contoh diatas, nama-nama ‘Tjong Nyi Chai’, Tjong Ik Sin’, dan ‘Tjong Se Wie’ mungkin menggunakan syair yang bunyinya ‘Nyi Ik Se’.

Jadi jika sudah sampai di akhir syair (‘Se’), maka akan kembali ke kata yang pertama (‘Nyi).

Nama Keluarga, atau Nama Generasi, biasanya berbentuk sajak/puisi, yang kata awal hingga kata akhirnya TIDAK ADA YANG SAMA. Sehingga dari nama Keluarga, dapat menunjukkan generasi ke berapa dari ‘Keluarga Besar’. Contoh Sajak (telah ditranslate) : “Air Dari Gunung Mengalir Melalui Sungai Menuju Laut”.

Maka, yang nama Keluarganya ‘Laut’ akan memanggil ‘Sungai’ sebagai Kung Kung, karena 3 generasi diatasi ‘Laut’. Bukan karena usia. Panggilan2 kekerabatan seperti ini biasanya berlaku pada pertemuan keluarga besar.

Kalau di kampung halaman leluhur, jika kita bertanya pada tetua disana, hanya dengan menyebut She/Marga dan 3 nama generasi keluarga (kita, papa, kung kung), maka akan ketemu dengan keluarga Besar kita disana.

Catatan : Ada pula yang nama tengahnya justru berada di belakang. Contohnya adalah keluarga perenang asal Singapore, Quah Ting Wen (柯婷文; 1992), Quah Zheng Wen (柯政文; 1996), dan Quah Jing Wen (柯静文; 2000).

Aturan penamaan Cina di Indonesia : Bolehkah menamai anak kita dengan nama Tionghoa?

♦ Huruf ketiga baru benar-benar namanya. Yup, hanya 1 huruf! Ibarat nama kecil.

Tapi untuk 2 huruf terakhir itu (padanan nama generasi dan nama sendiri) harus dicarikan huruf yang memiliki makna bagus. Seperti harapan, atau doa, atau hal2 yang bersifat naik/berkembang.

Namun yang unik, sebagian besar etnis Tionghoa yang lahir di tahun 1970-an akhir hingga saat ini bisa dibilang sebagai “lost generation”, alias tidak lagi memiliki nama Tionghoa, apalagi nama generasi/nama silsilah. Ini terjadi akibat gerakan anti China yang dimulai akhir tahun 1965 dan diskriminasi terhadap kaum Tionghoa pada 1998.

5. Nama Tionghoa, Bagaimana Seharusnya?

Hal pertama yang harus diingat adalah nama Tionghoa harus selalu di lihat secara keseluruhan. Nama belakang seseorang harus selaras dan saling mendukung dengan 2 nama lainnya. Jika tidak, hasilnya mungkin merupakan kombinasi yang sangat tidak diinginkan!

Misalnya, nama keluarga Qian (錢),  seharusnya tidak diikuti oleh karakter Zhi 只. Karakter “Qian” yang berarti “uang atau kekayaan” dan “Zhi” yang bermakna “berhenti” tidak cocok dipadukan.

Karakter  Yang, Liu, Du, atau Li yang mengandung arti “dahan/pohon”, tidak boleh dikombinasikan dengan karakter seperti Shi 石 atau Tie 铁, karena pohon tidak akan bertumbuh di batu atau besi.

Karakter Wang (王) yang berarti “raja”, seharusnya tidak di kombinasikan dengan kata seperti Dao Zong 倒终, karena nantinya akan terdengar seperti “terbalik” (倒, dao) dan “berakhir” (倒, zong).

karakter Jin (金) yang berarti “emas”, tidak boleh diikuti oleh karakter Huo 火 yang berarti “api”, atau karakter yang bertentangan dengan logam seperti “Shao”.

Selain itu, hindari membuat nama Cina yang bisa terdengar lucu, karena nantinya kelak hanya akan menjadi bahan olokan.

6. Memilih Nama yang Menguntungkan : Nama Fengshui!

Orang Tionghoa sangat meyakini bahwa nama seseorang dapat mempengaruhi takdirnya kelak (kekayaan, kesehatan, keturunan, jabatan). Ketika orang tua memilih nama untuk anak-anaknya, maka ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti mencari karakter huruf yang terdengar menyenangkan, dan secara simbolik bermakna baik.

Prinsipnya, yin yang harus selaras. Kombinasi elemen dalam nama harus menguntungkan. Inilah nama Tionghoa yang berlandaskan pada prinsip2 fengshui.

Interaksi dari masing-masing karakter berkaitan dengan 5 elemen fengshui, tentang bagaimana menghasilan dan menghancurkan. Misalnya, Kayu terbakar untuk menghasilkan Api, yang menghasilkan Tanah, dimana Logam berada. Air muncul sebagai embun pada Logam, dan membantu Kayu untuk tumbuh.

Dalam rangka saling perusakan, Kayu meliputi Bumi; Bumi menyerap Air; Air menghancurkan Api. Kayu dipotong oleh Logam, dan Logam dibakar oleh Api.

5 elemen dalam fengshui

Baca juga : Pemberian Nama Tionghoa Menurut Fengshui Pada Anak

Ketika membuat nama Tionghoa yang baik, penting untuk mengikuti pendekatan sistematis, seperti analisis perhitungan tanggal lahir (Bazi, 八字), yakni terdiri dari 2 angka tanggal, 2 angka bulan, 2 angka tahun, dan 2 angka jam. Ini akan membantu dalam menemukan unsur apa yang hilang. Tambahan dengan menambahkan elemen yang hilang di nama.

Kemudian periksa karakter dan yin yang dari nama keluarga (marga). Dipercaya bahwa 8 karakter yang terdapat pada bazi, merupakan tanda takdir dari seseorang.

Oleh karena itu, penting untuk menganalisis tanggal lahir, untuk mengetahui apakah ada keseimbangan atau kekurangan dalam hal unsur-unsur dalam yin yang seseorang.

Jika ada keseimbangan dan harmoni dalam namanya, orang tersebut akan menikmati keberuntungan dan kelak akan membawa kehormatan bagi keluarganya. Namun jika tidak, kelak dia mungkin akan menemui kegagalan, dan bahkan akan memiliki kesehatan yang buruk. Dengan demikian, penting untuk mencari nama keberuntungan, sebuah “mantra” kesetimbangan dan harmoni.

Sebagai contoh :

Jika bayi lahir pada 10 Maret 1943, pukul 04 pagi, kita tahu Elemen kelahirannya adalah Kayu, Air, Api, dan Logam. Adalah baik untuk menambah Elemen Tanah dalam nama si bayi. Jika nama belakangnya diketahui berunsur Api, maka kombinasi elemen terbaik dalam namanya adalah Api – Api – Bumi, atau Api – Bumi – Logam, atau Api – Tanah – Tanah.

Kombinasi elemen seperti ini telah dicatat dan diterapkan oleh para ahli Fengshui Tiongkok sejak berabad-abad yang lalu.

Setelah elemen yang diinginkan dicatat, lanjutkan dengan menganalisis nama generasi (nama tengah) untuk mengetahui elemen, karakter (jenis kelamin yin atau yang), dan jumlah goresan yang akan membentuk huruf/karakter. Bagi orang Tiongkok segala hal tentang angka dan karakter dapat diklasifikasikan ke dalam gender yin atau yang.

Karakter yin dan yang dari seluruh nama harus memiliki keseimbangan, agar seorang bayi bisa tumbuh menjadi manusia yang seimbang dan cerdas. Setelah nama generasi (nama tengah) dianalisis, barulah nama belakang dapat diputuskan.

Setelah unsur dan jenis kelamin yin atau yang ditentukan, jumlah total goresan di seluruh nama harus diperiksa kembali untuk memastikan bahwa itu akan menjadi sebuah nama yang menguntungkan. Seorang ahli Fenghsui kadang mengaitkan nama seseorang, dengan horoskop tahun kelahiran, karena setiap pergantian tahun Imlek selalu dikaitkan dengan simbol binatang, yang memberi akan pengaruh pada mereka-mereka yang terlahir di tahun tersebut.

Akhirnya, nama yang telah disusun itu harus diperiksa kembali, dan memastikan agar ketika diucapkan, tidak terdengar konyol/jelek.

Meski demikian, analisis nama bukanlah segalanya! Karena harus disadari bahwa keberuntungan dan kehidupan seseorang tidak sepenuhnya bergantung hanya pada namanya. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, kehidupan seseorang juga dipengaruhi oleh nasib (masih bisa berubah), takdir (sisi mentok, tidak bisa berubah), fengshui dari lingkungan hidupnya, kebajikannya, serta latar belakang pendidikannya.

Seorang ahli Fengshui asal Malaysia, Louis Luo Yi Ming, mengatakan, nasib seseorang itu ditentukan oleh :

♦ 33,4% ditentukan oleh Bazi 八字 (karakter kepribadian, kecerdasan mental, kemampuan).
♦ 33,3% ditentukan oleh Fengshui 风水 (fengshui rumah tinggal dan fengshui makam leluhur).
♦ 33,3% Usaha 努力 (pendidikan, kerja keras, perbuatan amal).

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow Facebook & Twitter @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

2 thoughts on “6 Fakta Mengenai Nama Cina (Nama Tionghoa) dan Marga Tionghoa”
  1. Haii ko, sebentar lagi imlek 2020. Jika koko tidak keberatan, bisakah memberikan saya nama Chinese. Yang cocok dengan nama sekarang. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *