Dimana perbedaan terbesar orang Tionghoa dan orang barat? Yaitu, kita tahu MEMULIAKAN LELUHUR, sementara mereka tidak.

Orang Tionghoa (orang Tiongkok dan perantauannya) adalah satu-satunya bangsa di dunia, yang menempatkan roh/semangat leluhur di bahu mereka, kemana pun mereka berlari.

Dalam hati orang barat, hanya ada Tuhan, tidak ada leluhur. Sementara di dalam hati orang Tionghoa, belum pasti ada Tuhan, tapi yang pasti ada leluhur!

Anda lihat, orang Tionghoa yang ketika lulus ujian menjadi sarjana, lantas pulang rumah dan berdoa pada leluhur. Menjadi pejabat, atau melahirkan anak (keturunan), juga lantas pulang rumah dan bersembahyang pada leluhur.

Kenapa?

Karena leluhur akan selalu menjagamu! Menurutmu apakah ini takhyul? Asalkan kamu tidak bingung, baguslah. Kamu percaya bagus, tidak percaya juga tidak mengapa.

Saya harap kalian memahami, ini tidak ada hubungannya dengan tahyul, juga tidak berkaitan dengan menyembah roh Dewa-Dewi.

Inilah yang dikatakan “leluhur hidup di dalam hatimu”. Lalu pada suatu hari nanti, kamu juga “akan hidup di dalam hati anak-anakmu”. Hanya seperti itulah masalahnya.

Jika di dalam hatimu tidak ada leluhur, maka di dalam hati anak-anakmu kelak pasti tidak akan ada kamu. Begitulah norma yang sederhana.

Jika kamu tidak ada di dalam hati anak-anakmu, bagaimana pun cara kamu mendidiknya, pasti tidak dapat mendidiknya dengan baik.

Lihat anak muda jaman sekarang, banyak yang berantakan hidupnya. Padahal hidup di keluarga yang berkecukupan. Penyebab sesungguhnya hanya ada satu, yakni dalam hatinya tidak ada orang tuanya!

Kamu lihat orang-orang Tionghoa yang di hatinya ada orang tua. Ketika mau melakukan banyak hal, juga tidak akan berani melakukannya secara sembarangan (sembrono). Kenapa? Karena takut orang tua akan terluka hatinya, takut orang tua akan tidak senang.

Sementara orang barat tidak seperti itu. Prinsipnya, saya suka buat apa, lakukan saja. Orang tua tidak senang, itu urusan mereka, tidak ada hubungan dengan saya. Asalkan Tuhan baik terhadapku, menjagaku, aku pasti baiklah.

Inilah pandangan kejiwaan antar 2 suku bangsa yang tidak sama.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow Facebook & Twitter @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *