Last Updated on 7 September 2021 by Herman Tan

Bongpay (墓碑; Mubei) adalah sebutan dalam dialek Hokkian untuk papan/batu nisan pada makam tradisional Tionghoa, yang biasanya terbuat dari batu, marmer ataupun batu sejenis lainnya.

Di atas bongpay biasanya terdapat tulisan2 yang terukir dalam karakter Hanzi (Mandarin) yang mengandung makna dan nilai artistik.

Pada bongpay juga tertulis informasi tentang si mendiang pemilik makam. Bongpay juga melambangkan bakti dari anak dan cucu kepada almarhum/ah.

Bongpay adalah bagian terpenting dari makam tradisional Tionghoa. Bentuk makam dengan bongpay yang berdiri atau menancap di depan makam/kubur. Sistem penulisan yang kita lihat sekarang ini umumnya berasal dari penulisan jaman Dinasti Ming (1368-1644), dan diteruskan hingga sekarang (± sudah 600 tahun).

A. Bagian2/Struktur Penulisan Bongpay

Tata cara penulisan dan pembacaan Bongpay adalah : Dari kanan ke kiri, dan dari atas ke bawah

Bongpay yang umumnya kita lihat umumnya terdiri dari 4 bagian, yaitu Baris Kanan, Baris Tengah, Baris Horizontal (Mata Bongpay) dan Baris Kiri :

Tampak sebuah makam Tionghoa

1. Baris Kanan

Menuliskan masa dan waktu saat bongpay dibuat atau diperbaiki. Biasanya ditulis dalam tahun kekaisaran, tahun Tian Gan Di Zhi (tahun shio), musim atau bulan.

Pada bongpay2 tradisional, cara penulisan umumnya mengikuti aturan (5n + 1) = 6, 11 (dan kelipatan) karakter yang bermakna dan terpulang pada arti ‘Lahir’ pada 5 karakter : Lahir, Tua, Sakit, Derita dan Mati.

Pada bongpay2 modern, biasanya ditulis hidup di jaman/era (于公元; Yu Gongyuan), yang berarti setelah masehi, christian era, AD. Lalu disusul, hari, tanggal, dan tahun lahir (終; Zhong), serta hari, tanggal, dan tahun meninggal (生; Sheng; atau 故生; Gu sheng).

2. Baris Tengah

Menuliskan tentang nama dan status selama hidup mendiang. Di zaman Dinasti Ming dan Qing, biasanya dimulai dengan 2 karakter Huang Ming atau Huang Qing.

Namun di jaman sekarang ini, biasanya langsung dimulai dengan 2 karakter : Xian Kao (顯考; 显考) atau Xian Bi (顯妣; 显妣) yang artinya ‘Mendiang Ayah’ atau ‘Mendiang Ibu’. Pada makam yang berisi sepasang suami istri, maka akan dicantumkan keduanya (digabung).

Baris tengah ini lalu diakhiri dengan karakter Mu () atau Zhi Mu (之墓), yang artinya ‘Makam’ atau ‘Yang Punya Makam’. Status dan kedudukan dalam masyarakat selama hidupnya juga boleh dituliskan di sini.

Seperti gelar kesarjanaan yang didapat melalui ujian maupun sumbangan dalam kekaisaran, ataupun pernah menjadi pejabat di daerah tertentu.

Pada bongpay2 tradisional, jumlah karakter yang tercantum disini harus menurut aturan (5n + 2) = 7, 12, 17, 22 (dan kelipatan) karakter untuk memenuhi makna ‘Tua’ pada 5 karakter diatas.

3. Mata Bongpay (Baris atas)

Mata Bongpay adalah sebuah baris horizontal yang biasanya hanya terdiri dari 2 karakter yang biasanya tertulis :

• Daerah (kota atau kabupaten) di mana marga atau keluarga mendiang berasal.
• Peristiwa besar mengenai marga atau keluarga si mendiang.

• Jumlah generasi mendiang dalam silsilah keluarganya yang ditandai dengan karakter yang tidak sama namun berurutan setiap generasi membentuk suatu kata panjang yang mempunyai makna.
• Asal kampung halaman.

4. Baris Kiri

Menuliskan siapa yang membuat bongpay tersebut, yang biasanya adalah daftar anak laki-laki (孝男; Xiaonan) dan perempuan (孝女; Xiaonu), serta cucu mendiang. Ada juga yang hanya menuliskan nama anak laki-laki dan cucu dalam (anak dari anak laki-laki).

Ada pula yang hanya menuliskan beberapa karakter sebagai pengganti nama anak dan cucu dalam mendiang, misalnya 偕孫等同立 (Xie sun dengtong li).

Bagi yang tidak punya anak laki-laki,5 biasanya menuliskan dibuat oleh anak perempuan.

Tampak sebuah bongpay makam. Bagi tukang copas harap pergunakan foto ilustrasi sendiri! (Foto : Doc. penulis)

B. Contoh Penulisan Bongpay Makam

1. Bagian atas (mata bongpay)

永春 福建 (Yongchun, Fujian) : Ini adalah nama daerah/kota kelahiran almarhum/ah.

2. Baris kiri (daftar nama anak)

孝男 (Xiaonan) : Daftar nama anak laki-laki.
孝女 (Xiaonu) : Daftar nama anak perempuan.
偕孫等同立 (Xie sun dengtong li) : Bermakna segenap cucu dan cicit.

3. Baris tengah (nama pemilik makam)

顕妣諱xxx孺人之墓 (Xian bi hui xxx ruren zhi mu) : Ibu/wanita menggunakan karakter 顕妣 (Xian Bi; mendiang), lalu diikuti nama almarhumah dan karakter 孺人 (Ru ren).
顕考諱xxx府君之墓 (Xian kao hui xxx fu jun zhi mu) : Ayah/laki2 menggunakan karakter 顕考 (Xian Kao; mendiang), lalu diikuti nama almarhum dan karakter 府君 (Fu Jun).

4. Baris kanan (tahun lahir dan meninggal)

慈終, 慈生 (Ci zhong, Ci sheng) : Tanggal meninggal dan lahir. Ibu/wanita menggunakan karakter 慈 (Ci; kindness).
嚴終,嚴生 (Yan zhong, Yan sheng) : Tanggal meninggal dan lahir. Ayah/laki2 menggunakan karakter 嚴 (Yan; strict).
扵公元 (Yu gongyuan) : era Tahun masehi (A.D).

C. Bagian2 Dari Kuburan Makam Cina

Saat pertama kali jenazah dimakamkan, keluarga mendiang (warga keturunan) tidak langsung serta merta membangun “kompleks” makam almarhum/ah.

Tidak ada persyaratan khusus kapan makam tradisional Cina akan dibuat. Namun pada umumnya keluarga mendiang akan menunggu sampai 49 hari atau 100 hari masa berkabung.

“Pada kubur makam orang Tionghoa, sepasang suami istri biasanya dikuburkan berdampingan. Karena itu ukuran makam orang Tionghoa umumnya berdimensi besar …”

Bahkan ada pula keluarga yang menunggu sampai 2-3 tahun, hingga peti mati almarhum/ah hancur terlebih dahulu. Seperti yang kita ketahui, membangun sebuah kuburan makam ala Tionghoa memerlukan anggaran yang tidak sedikit, dimana biayanya ditaksir diatas 100 juta.

Dalam menguburkan jenazah dan membangun makam, masyarakat Tionghoa sering berpatokan pada perhitungan Fengshui.

Baca juga : Fengshui Kuburan : Dikremasi vs Dikubur; Mana Yang Lebih Baik?

Kompleks perkuburan makam Tionghoa atau orang Cina biasanya terletak di lokasi daratan tinggi, seperti di perbukitan. Menurut Fengshui, hal ini dilakukan agar mendatangkan keberuntungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Logikanya, daratan tinggi umumnya bebas banjir, yang sudah tentu baik dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir, atau dijadikan kompleks perkuburan.

Makam tradisional Cina dibangun sebagus mungkin oleh keluarganya, sebagai bentuk penghargaan bagi almarhum/ah yang telah meninggal tersebut. Selain itu, makam yang bagus juga mencerminkan prestige / kedudukan / gengsi keluarga yang ditinggalkan.

Secara sederhana, bagian2 makam Cina dapat dibagi menjadi 8 komponen (Kalyanamitta, 2008) :

Ilustrasi bagian2 dari sebuah makam Cina.

1. Mu Qiu / Mu Gui (bukit makam) : Mu Gui merupakan tempat untuk meletakkan peti jenazah, dan berbentuk seperti gundukan bukit. Ahli fengshui biasanya menyebutnya sebagai “karapas kura-kura” makam.

Setiap Cengbeng, rumput yg tumbuh di bagian ini dicabut, lalu ditabur kertas perak dan emas sebagai pertanda makam sudah selesai dibersihkan.

2. Mu An Qian Kao : Merupakan tembok / pembatas dalam yang mengelilingi bukit makam.

3. Mu An Hou Kao / Mu Cheng : Merupakan tembok /pembatas luar yang melapisi Mu An Qian Kao. Mucheng dibuat berdasarkan kepercayaan bahwa dunia manusia dan dunia arwah memiliki pembatas. Ruang celah ini juga diisi dengan tanah. Namun pada kubur2 modern, bagian ini tidak lagi dipakai.

4. Bong Pay / Mu Bei : Merupakan batu nisan makam. Mengenai apa saja ukiran atau tulisan yang terdapat pada bongpay, sudah dijelaskan diatas. Ini merupakan bagian terpenting dari makam, karena menyangkut identitas almarhum/ah (biasanya pasangan suami-istri).

Bagi suami/istri yg masih hidup, namanya harus ditulis dengan tinta merah! Sebagai penanda bahwa beliau masih hidup. Jika sudah luntur, harus cepat2 di cat / dilapisi kembali.

Sementara bagi anak dan cucu almarhum/ah bisa ditulis dengan tinta emas, meski pada masa sekarang kebanyakan ikut diberi warna merah juga. Namun sebenarnya hal ini tidak diperlukan, karena mereka tidak ikut dimakamkan di lubang tersebut apabila meninggal kelak.

Perhitungan panjang dan lebar (ukuran) bongpay juga sangat penting, karena menyangkut aspek Fengshui.

5. Altar : Altar terletak tepat di depan bongpay, dan di fungsikan sebagai tempat menaruh persembahan (makanan, buah2an), hio, lilin, bunga, dsb kepada almarhum/ah yang dimakamkan. Altar kubur terbuat dari batu, yang dibuat menyatu dengan kompleks makam.

6. Qu Shou / Mu Shou (lekukan tangan) : Mu Shou merupakan tembok yang mengelilingi / terdapat bagian depan batu nisan. Bagian ini melambangkan anak cucu (keturunan) dari almarhum/ah.

Ahli Fengshui pasti tidak akan melewatkan bagian ini, ketika sedang memeriksa sebuah makam. Jika terdapat retakan kecil saja, pasti akan disarankan agar segera diperbaiki.

7. Altar untuk Tu Di Gong / Hou Tu (Dewa Bumi) : Altar kecil untuk Tu Di Gong terletak di samping kanan depan makam. Biasanya bertuliskan asal kota (ancestry) leluhur dari almarhum/ah.

8. Tempat bakar kertas sembahyang : Terletak di samping kiri makam, atau di bagian belakang makam (dibuat sepasang, masing2 satu di setiap sudut sisi belakang).

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa uang juga digunakan di akhirat, sehingga saat berziarah mereka biasanya akan mengirimkan uang doa kepada almarhum/ah, dengan cara membakar uang doa tersebut.

Demikianlah sekilas tata cara dan arti penulisan dari bongpay dan bagian2 dari kubur makam Cina, yang lumrah kita jumpai dalam kompleks perkuburan Tionghoa.

Saat ini, di beberapa Negara yang kekurangan lahan, seperti di Singapura, Taiwan dan HongKong, umumnya cara pemakaman yang dipopulerkan pemerintah adalah dengan cara kremasi, dan kemudian ditempatkan dalam rumah abu.

Di sini, setiap abu jenazah mempunyai bilik2 tersendiri dan bongpaynya juga otomatis ikut dibuat menjadi kecil sesuai ukuran/luas bilik.

Di zaman sekarang, waktu atau masa dibuatnya bongpay seharusnya boleh ditambahkan tahun (mengikuti tahun masehi), bulan dan tanggal agar memudahkan identifikasi untuk anak cucunya kelak.

Di Singapura, jasad almarhum/ah dapat dimakamkan pada tanah yg dikelola pemerintah, namun berdurasi ± 10-12 tahun. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan sisi Fengshui dari keluarga yg ditinggalkan.

Setelahnya, sisa jasadnya dikremasi oleh keluarga, dan makamnya dapat diisi dengan jasad baru.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

6 thoughts on “Cara Membaca Penulisan Bongpay (Bongpai) di Makam Tionghoa”
  1. Mau tanya, kalau kita tdk tau asal kota mana beliau, bagaimana? Hanya tau provinsinta, yaitu Hokkian (Fujian). Lalu harus ditulis apa di mata bongpaynya?

    1. Tidak juga. Ini tergantung ukuran Bongpainya, dan jumlah anaknya.
      Kalau jumlah anak diatas 8, biasanya nama menantu tidak dicantumkan karena kebanyakan.

  2. Bagaimana sih cara kita menulis nama mendiang yang kita sembayangi di kertas huthau (Kertas Kuning) untuk ditempelkan di siothau(Koper Sembayang Cheng Beng)? thanks

    1. Yang ini harus tanya pembaca lain yang pernah melakukan, atau pernah lihat, atau setidaknya mengetahui tata cara tersebut. Caranya mungkin bisa beragam tergantung daerah dan kebiasaan masing-masing adat/suku Tionghoa.

Leave a Reply to Herman Tan Cancel reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO