Last Updated on 8 September 2020 by Herman Tan

Mengutip pernyataan Abdurrahman Wahid, atau biasa dipanggil Gusdur (1940-2009), seorang tokoh Muslim yang sangat DIHORMATI oleh seluruh etnis Tionghoa di Indonesia; karena pada 17 Januari 2000 Beliau mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6/2000 yang isinya mencabut Instruksi presiden No. 14/1967.

gusdur-tokoh-tionghoa-indonesia
Salah satu ungkapan Gusdur yang terkenal

Kebijakan Gusdur itu melahirkan kebebasan etnis Tionghoa dalam menjalankan ritual keagamaan, adat istiadat, serta boleh mengeskpresikan kebudayaannya di depan umum. Tanpa Beliau, jangan harap kita (sebagai Tionghoa) :

1. IMLEK bisa dirayakan dengan terbuka (termasuk menggantung atribut di depan umum, menggelar pertunjukan Barongsai, kirab kebudayaan Cap Go Meh, dsb).

2. Sekolah-sekolah swasta bisa dengan leluasa mengajarkan pembelajaran bahasa MANDARIN.

3. Tidak lagi melarang segala bentuk penerbitan dengan bahasa dan aksara Cina.

4. Tidak lagi mewajibkan Aturan penggantian nama (romanisasi marga dan nama Tionghoa ke Indonesia).

5. Silahkan pembaca yang dulu pernah mengalami diskriminasi melengkapi lewat komentar dibawah.

Meskipun sudah lewat 16 tahun, saat ini masih sering terjadi diskriminasi dimana etnis Tionghoa dipersulit dalam pembuatan KTP, Passport, dan pengurusan berkas catatan sipil lainnya; namun perlahan tapi pasti semua itu akan hilang dengan sendirinya.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!