Last Updated on 9 February 2022 by Herman Tan

Kebutuhan hidup manusia yang mendasar adalah kebutuhan Sandang (pakaian), Pangan (makanan) dan Papan (Rumah). Rumah adalah tempat manusia tinggal, hidup dan berkembang.

Segala sesuatu berasal dari rumah. Secara Feng Shui rumah bisa mendatangkan kesuksesan bagi penghuninya atau mendatangkan kehancuran kehidupan bagi penghuninya.

Dalam istilah Bahasa Inggris rumah bisa berarti house atau home. House adalah fisik dari bangunan rumah tinggal, sedangkan home adalah spirit atau jiwa yang ada dalam rumah tersebut.

Biasanya rumah yang bisa membawa kesuksesan sudah memiliki jiwa/soul. Hal yang demikian yang biasa dikatakan rumah tersebut adalah home.

“Home is where the start is”. Segala sesuatu berasal dari rumah. Aktivitas manusia berawal dari rumah keluar dan melakukan aktivitas lainnya, dan berakhir di rumah. Itulah sebabnya biasanya manusia yang bisa melakukan aktivitasnya dengan lancar adalah manusia yang memiliki rumah sebagai tempat tinggal.

Tradisi Mitos Feng Shui rumah awal yang sudah membawa kesuksesan bagi penghuninya sebaiknya jangan dijual atau penghuni yang sudah sukses di rumah tertentu sebaiknya jangan berpindah ke lain tempat. Banyak aspek pertimbangan penting dalam mencari dan memilih rumah tinggal secara Feng Shui.

Rumah yang memiliki desain yang sangat unik atau dibangun dengan biaya yang sangat mahal, terkadang belum tentu memiliki Feng Shui yang baik.

Rumah yang sederhana, atau memiliki tampilan yang biasa saja; atau terkadang bisa dikatakan kuno dalam soal desain, apabila sudah cocok dan tepat bagi penghuninya secara Feng Shui, maka bisa menghasilkan kesuksesan, kesehatan dan panjang umur bagi penghuninya.

Itulah sebabnya masih sering kita temui di kawasan pecinan di beberapa kota besar, banyak rumah-rumah yang bentuknya kuno-kuno tetapi penghuninya panjang umur, sehat dan maju. Dan para penghuninya tidak merenovasi rumah mereka secara besar-besaran.

Bagaimanakah tips-tips mendasar dalam mencari rumah tinggal secara Feng Shui? Hal-hal mendasar yang sangat perlu diperhatikan saat mencari properti secara Feng Shui :

1. Posisi rumah sebaiknya “bersandar ke gunung” dan “melihat kelautan”

Dalam Feng Shui bersandar ke gunung artinya bagian belakang bangunan sebaiknya lebih tinggi dari bangunan rumah yang ada. Hindari bangunan yang baru dibeli atau dibangun lebih tinggi dari bangunan belakangnya. Rumah sisi belakang lebih tinggi dari depan. Posisi rumah bersandar ke gunung, ini juga bisa berarti “stabil”.

2. Posisi pintu utama tidak terhalang apa pun juga

Pintu utama adalah sumber masuk rejeki, maka sebaiknya pintu utama menghadap ke jalan, dalam Feng Shui pintu yang menghadap ke jalan ibarat bangunan melihat ke lautan cenderung membuat rejeki baik dan mengalir. Jangan sampai pintu utama menghadap ke tembok tetangga samping atau tembok lain.

Juga hindari pintu utama dalam posisi miring atau diagonal, karena hal ini tentunya akan menimbukan pemandangan sudut sha chi (energy negatif). Posisi pintu masuk utama rumah tidak menghadap jalan melainkan menghadap dinding. Ini cenderung kurang baik secara Feng Shui.

3. Posisi Dapur jangan di lokasi tusuk sate dari depan, atau posisinya konflik elemen dengan area bumi

Idealnya dapur berada di timur dan selatan. Apabila memungkinkan arah aliran memasak jangan membuang ke jalan. Posisi dapur adalah tempat memasak makanan.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh adalah sumber rejeki dan kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu posisi dapur terhadap rumah jangan sampai pintunya langsung tertusuk dari depan.

Jika terjadi posisi dapur tidak tepat secara Feng Shui sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya supaya tidak terjadi konflik di rumah atau kehidupan rejeki banyak terbuang atau rejeki kurang baik. Posisi arah masak masuk dari jalan ke rumah, baik secara Feng Shui.

4. Rumah sebaiknya tidak banyak tiang berdiri di tengah ruang

Biasanya contoh bangunan joglo terkadang membuat banyak tiang di tengah ruang. Secara Feng Shui kehadiran tiang di tengah-tengah ruang cenderung menghambat perkembangan penghuninya. Jadi usahakan supaya tidak ada tiang di tengah ruang. Ruang dengan banyak tiang cenderung menghambat perkembangan penghuni.

5. Jangan sampai terdapat ruang dalam rumah, yang cenderung membuat naik turun

Biasanya untuk membuat suasana tertentu dalam ruang ada permainan ketinggian lantai. Misalnya ruang keluarga dibuat dengan ketinggian lantai menurun supaya lebih akrab. Namun dengan adanya ketinggian lantai turun sebenarnya cenderung membuat hidup tidak stabil. Bentuk ruang keluarga dengan kondisi lantai ada trap tangga turun kurang baik secara Feng Shui.

6. Bentuk atap dan ruang sebaiknya berupa bidang stabil, kotak/persegi

Jangan sampai terdapat bentuk sha chi (bentuk lancip/tajam). Dalam mencari rumah yang baik secara Feng Shui sebaiknya jangan terlalu artistik apalagi dengan menghadirkan bentuk-bentuk tidak stabil dalam denah, atau tampak muka bangunan atau atap bangunan.

Usahakan bentuk-bentuk yang ada harmonis dan seimbang. Bangunan dengan atap miring-miring tidak stabil adalah kurang baik secara Feng Shui.

Kesimpulan mencari/memilih rumah yang baik secara Feng Shui :

Mencari rumah yang baik, selaras dan seimbang secara Feng Shui, sebaiknya jangan hanya melihat tampilan fisik nya yang unik, misalnya memiliki desain spektakuler yang unik, serta bahan-bahan mahal dan mewah juga dalam pembagian ruang terdapat perbedaan ketinggian lantai, serta perhatikan posisi pintu utama jangan terhalang.

Feng Shui yang baik adalah Feng Shui yang membuat penghuni nyaman, pengaturan lay out ruang sederhana dan tidak membuat manusia beraktivitas menjadi tidak nyaman. Jangan tergiur oleh penampilan fisik bangunan yang menarik secara desain tetapi kurang nyaman untuk aktivitas.

Baca juga : Cara Menyiasati Rumah Tusuk Sate

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

One thought on “Implementasikan Feng Shui Untuk Rumah Tinggal Anda”
  1. terimaksih atas blog feng shui yg di tayangkan, saya sangat terinspirasi dengan semua ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: eitss, mau apa nih?