Last Updated on 15 February 2022 by Herman Tan

Sistem penanggalan masyarakat Taoisme (Agama TAO) di Indonesia, umumnya menggunakan penanggalan Imlek. Hal ini disebabkan karena sistem perpolitikan di Indonesia, dimana Konghucu 儒教; Rujiao) dijadikan agama pada tahun 2000 (era Gusdur), sehingga harus mengacu ke tahun kelahiran Nabi Kongzi (Kongzili; 551 SM).

Padahal, Agama Taoisme sendiri sebenarnya memiliki sistem penanggalan sendiri, yakni sistem penanggalan / kalender pertanian (农历; Nongli), yang mengacu/didasarkan pada tahun pemerintahan ke-1 Kaisar Huangdi (黃帝), yang berkuasa di daratan Tiongkok pada 2697-2597 SM (atau 2698-2598 SM), pada jaman Dinasti Xia (~2070 – 1600 SM).

Sistem penanggalan ini yang merupakan hasil karya tokoh Taoisme di jaman itu, yang bernama Guang Cheng Zi. Sistem penanggalan Taoisme dimulai sejak tahun 2697 SM, ketika Kaisar Huangdi berusia 14 tahun (lahir 2711 SM). Jadi misalnya sekarang tahun 2021, berarti tahun 2021 + 2697 = 4718 HE (Huangdi Era).

Pada jaman Dinasti Han (202 SM – 220 M), Kaisar Han Wu Di (漢武帝) yang memerintah pada tahun 140-86 SM mengganti sistem penanggalannya, mengikuti anjuran Nabi Kongzi untuk memakai sistem penanggalan Dinasti Xia (夏历; Xia Li), yang dihitung atas dasar perhitungan bulan (阴历; Yinli).

Sebagai penghormatan atas Nabi Kongzi, maka tahun kelahiran Nabi Kongzi (551 SM; Kongzili) ditetapkan sebagai tahun ke-1.

Dengan demikian, sah2 saja bagi penganut Konghucu di Indonesia, mengatakan bahwa penanggalan Imlek adalah perayaan agamanya, walau sesungguhnya masyarakat di Tiongkok kala itu sudah merayakan Imlek selama 2147 tahun sebelumnya!

Tapi PERLU DIINGAT, sistem penanggalannya sudah ada semenjak Dinasti Xia (2100-1600 SM),  jauh sebelum Kong Zi (孔子) yang lahir pada tahun 551 SM, pada jaman Dinasti Zhou (1046-256 SM).

Huangdi dianggap sebagai leluhur bangsa Han, atau orang2 Tiongkok pada umumnya.

Namun di luar negeri, anda tidak akan mendapati atau mendengar “tahun Imlek”, seperti Imlek 2572 (tahun 2021), Imlek 2573 (tahun 2022), dst, karena angka tahun tersebut hanya ada dan berlaku di Indonesia.

Orang2 di luar negeri umumnya akan menyebutnya sebagai Chinese New Year, bukan Confusianist, Taoist, atau Buddhist new year.

Lantas mengapa Presiden Megawati menetapkan Imlek (Sin Cia) sebagai hari raya agama, yang dalam hal ini adalah hari raya Agama Khonghucu? Sebenarnya, pengambilan keputusan mengenai Imlek ini sedikit berbau perpolitikan juga …

Karena di Indonesia, hari2 libur nasional selain yang berlaku umum, semua ditetapkan berdasarkan hari raya agama, termasuk Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Wafat Isa Almasih, Kenaikan Isa Almasih, Natal, Waisak, Nyepi (Tahun Baru Saka), dsb.

Baca Juga :  Inilah 10 Perbedaan Agama Buddha dan TAO

Tidak satu pun hari raya budaya berdasarkan kelompok etnis tertentu.

Berdasarkan pertimbangan ini, maka di-tetapkanlah Tahun Baru Imlek sebagai hari raya Agama Khonghucu. Sebab, seandainya tidak demikian, apa jadinya bila setiap kelompok etnis meminta hari raya budayanya ditetapkan sebagai hari libur Nasional?

Sistem penanggalan Imlek (Yin Li; ) juga disebut sebagai Nong Li (农历), Tao Li (), atau Huang Li ().

Penanggalan ini diciptakan oleh Guang Cheng Zi (广成子) berdasarkan teori astronomi Tiongkok, yang didalamnya berisi berbagai teori dan metode khusus.

Gambar dinding Kaisar Kuning (Huang Di) belajar Tao dari Guang Cheng Zi.

Baca juga : Tahun Baru Imlek, Hari Raya Agama atau Budaya?

Secara umum digunakan sebagai pedoman dalam memilih waktu yang tepat untuk bercocok tanam bagi para petani, atau memilih hari baik untuk membangun rumah, pindah rumah baru, berbisnis, menikah, melakukan perjalanan jauh, dan sebagainya.

Sampai sekarang, penanggalan Imlek masih dipakai oleh sebagian besar masyarakat Tionghoa yang berdomisili di Asia Timur dan Asia Tenggara, untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan Agama dan kepercayaan masyarakat Tionghoa.

Meski memiliki sistem kalender penanggalan sendiri (penanggalan Taoisme yang didasarkan pada tahun pemerintahan ke-1 Kaisar Kuning) Umat Tao juga mengakui penanggalan Masehi (internasional), yang mereka sebut sebagai Yang Li (阳历).

A. Berikut Daftar Tahun Masehi, Tahun Imlek, dan Tahun Huangdi (Huangdi Era)

26 Januari 2027 = 2578 Imlek = 4724 HE
07 Februari 2026 = 2577 Imlek = 4723 HE
17 Februari 2025 = 2576 Imlek = 4722 HE
10 Februari 2024 = 2575 Imlek = 4721 HE
22 Januari 2023 = 2574 Imlek = 4720 HE

1 Februari 2022 = 2573 Imlek = 4719 HE
12 Februari 2021 = 2572 Imlek = 4718 HE
25 Januari 2020 = 2571 Imlek = 4717 HE
05 Februari 2019 = 2570 Imlek = 4716 HE
16 Februari 2018 = 2569 Imlek = 4715 HE

28 Januari 2017 = 2568 Imlek = 4714 HE
08 Februari 2016 = 2567 Imlek = 4713 HE
19 Februari 2015 = 2566 Imlek = 4712 HE
31 Januari 2014 = 25765 Imlek = 4711 HE
10 Februari 2013 = 2564 Imlek = 4710 HE

23 Januari 2012 = 2563 Imlek = 4709 HE
03 Februari 2011 = 2562 Imlek = 4708 HE
14 Februari 2010 = 2561 Imlek = 4707 HE
26 Januari 2009 = 2560 Imlek = 4706 HE
07 Februari 2008 = 2559 Imlek = 4705 HE

18 Februari 2007 = 2558 Imlek = 4704 HE
29 Januari 2006 = 2557 Imlek = 4703 HE
09 Februari 2005 = 2556 Imlek = 4702 HE
22 Januari 2004 = 2555 Imlek = 4701 HE
01 Februari 2003 = 2554 Imlek = 4700 HE

Baca Juga :  13 Pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek

12 Februari 2002 = 2553 Imlek = 4699 HE
24 Januari 2001 = 2552 Imlek = 4698 HE
05 Februari 2000 = 2551 Imlek = 4697 HE

Source : Chinese Calender (Huangdi Era ver.)

Imlek dirayakan untuk menyambut datangnya musim semi. Karena pada saat itu masyarakat Tiongkok umumnya hidup dari bercocok tanam (agraris), dan selama datangnya musim dingin mereka tidak bisa beraktifitas di ladang selama beberapa bulan. Jadi ketika musim semi tiba, mereka menyambutnya dengan suka cita karena bisa kembali beraktifitas.

Mayoritas warga keturunan Tionghoa di Indonesia mengatakan tahun Imlek 2573, 2574, 2575, dst. Padahal tahun Imlek 2573, 2574, 2575 tersebut bukanlah tahun Imlek yang dihitung sejak jaman dinasti Xia.

Tahun Imlek 2573 adalah perhitungan tahun Imlek versi Konfusianisme, yang dihitung sejak tahun kelahiran Kongzi (Confusius) yang lahir pada 551 SM.

Karena penganut Konfusianisme begitu berterima kasih kepada beliau, yang telah mengajarkan mereka etika dan moralitas, sehingga tahun kelahiran beliau dipakai sebagai acuan tahun Imlek yang pertama, walaupun sesungguhnya masyarakat Tiongkok kala itu (551 SM) sudah merayakan Imlek selama 2146 tahun!

B. Versi Penanggalan Lainnya

Selain menggunakan penanggalan Huangdi Era, masyarakat Tiongkok juga menggunakan penanggalan Kaisar Dinasti Qin 秦 (Qin Era), yang didasarkan pada tahun berdirinya Dinasti Qin, 221 SM. Jadi tahun 2022 = 2243 QE.

Ada pula yang menggunakan penanggalan Kaisar Yao 尧 (Yao Era), yang didasarkan pada tahun ke-1 kekaisaran Yao (2144 SM). Jadi tahun 2022 = 4166 YE.

Baca juga : Tahun Baru Imlek, Hari Raya Agama atau Budaya?

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

2 thoughts on “Sistem Penanggalan Dalam Taoisme (Nongli, Huangdi Era)”
  1. Penanggalan berdasarkan dimulainya pemerintahan Kaisar Huang Di itu disebut penanggalan Tao Lek, atau Wang Lek, atau Nong Lek (Nong Li).

    Lalu apakah berarti sebelum pemerintahan Kaisar Huang Di (Huangdi era) tidak ada penanggalan? Jawabnya : IYA. Karena keberadaan Kaisar Huangdi adalah satu-satunya PATOKAN PENANGGALAN TERTUA yang dimiliki bangsa Tiongkok. Sebelum itu, anggap saja penanggalan PRASEJARAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!