Tag Archives: hakka

Selain Mandarin, Ini 5 Dialek Bahasa Lainnya Yang Digunakan di Tiongkok

Tiongkok merupakan sebuah Negara yang besar dan memiliki beragam bahasa. Selain Mandarin, ada beragam dialek bahasa lainnya yang masih digunakan di Tiongkok, diantaranya dialek hokkian, dialek kanton, dialek khek, dan sebagainya.

Selain etnis Han (etnis mayoritas), disana juga terdapat 55 kelompok etnis yang diakui pemerintah sana, dan tidak kurang dari 100 bahasa yang masih dipakai di masyarakat.

Amoy Singkawang : 8 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Amoy Singkawang, Anciang!

Mendengar kata Amoy / Amoi, sebagian besar orang mungkin beranggapan negatif mengenai istilah tersebut. Di Indonesia, sebutan Amoy memang memiliki stigma yang negatif, dan cenderung melecehkan apabila ditujukan / dikatakan kepada seorang wanita Tionghoa. Saat ini, kata Amoy diidentikkan sebagai “perempuan muda yang rela dinikahi pria asing, dengan imbalan uang sebagai timbal balik“.

Ahok, Simbol Bangkitnya Etnis Tionghoa di Indonesia

Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil “Ahok” merupakan Gubernur ibukota Jakarta pada 2014-2017. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, mendampingi Gubernur Joko Widodo di tahun 2012. Bersama Pak Jokowi, beliau mengumpulkan suara 53,82% suara pada pemilu Jakarta 2012. Beliau adalah Gubernur Tionghoa pertama di ibukota Jakarta, dan merupakan simbol bangkitnya etnis Tionghoa di Indonesia¹, 16 tahun pasca kerusuhan Mei 1998.

9 Sebutan dan Tipe Keturunan Tionghoa di Indonesia

Perantauan orang Tionghoa di Indonesia umumnya berasal dari 2 propinsi besar di Tiongkok; yaitu Propinsi Fujian dan Propinsi Guangdong. 2 Propinsi ini secara geografis terletak di sebelah tenggara Tiongkok yang dekat dengan wilayah perairan laut. Para perantauan tersebut mulai datang dan tersebar ke Indonesia mulai abad ke-16 hingga abad ke-19.

Sejarah Hakka Indonesia Bangka Belitung : Sejarah Bangka Tionghoa Hakka (Khek) dan Timah (II)

Timah (Hanzi : 錫; Pinyin : Xī) ditambang secara masif dan intensif, hingga tahun 1900-an sudah mampu menghasilkan 200.000 pikul lebih. Penambang yang terdaftar resmi bekerja sekitar 1,500 orang. Di tahun 1920, Total orang Tionghoa Bangka (邦加; Bāng jiā huárén) mencapai 44% lebih dari keseluruhan 154.141 jiwa!

Sejarah Hakka Indonesia Bangka Belitung : Sejarah Bangka Tionghoa Hakka (Khek) dan Timah (I)

Sejarah Hakka Indonesia Bangka Belitung : Sejarah Bangka Tionghoa Hakka (Khek) dan Timah (Hanzi : 印尼客家邦加勿里洞历史 – 客家邦加錫採礦; Pinyin : Yìnní kèjiā bāng jiā wù lǐ dòng lìshǐ – kèjiā bāng jiā xī cǎikuàng) dimulai sekitar abad ke-17 , Sekitar tahun 1700 – 1800 , Berawal dari tambang timah di bangka 邦加錫矿 (Bāng jiā xī kuàng).

Tulou; Rumah Adat Khas Orang Hakka (Khek)

Tulou (Hanzi : 土楼; Hakka : Thu Lew) secara harafiah berarti ‘Rumah Tanah‘. Rumah tersebut pantaslah disebut “rumah tanah” karena memang tembok bagian luarnya terbuat dari batu cadas dan tanah liat. Bagian dalamnya terbuat dari kayu tahan rayap.

Mengenang Perjuangan Dr. Sun Yat Sen

Tulisan ini ditulis untuk mengenang perjuangan, cita-cita dan karya Dr. Sun Yat Sen (孫逸仙; Sūnyìxiān), sekaligus peringatan bagi 104 tahun lahirnya Republik Tiongkok (saat ini Taiwan), yang dikenal dengan Double Ten day, 10-10-1911. Peristiwa ini dikenal pula dengan nama Kebangkitan Wu Chang atau Wuchang Uprising (武昌起義; Wǔchāng qǐyì).

Istilah Untuk Menyebut Orang Tionghoa di Indonesia

Istilah Tionghoa untuk mengacu kepada orang Tionghoa secara umum, atau warga keturunan Tionghoa Indonesia secara khusus, tidaklah berasal dari orang Tionghoa, tapi dari orang Eropa yang mengaitkan dengan satu dinasti yang pernah memerintah di Tiongkok pada 225-206 SM, yaitu dinasti Qin.

Suku Tionghoa di Indonesia

Kedatangan leluhur suku Tionghoa (yang berasal dari negera China) untuk bermigrasi ke Indonesia terjadi pada ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu (utamanya pada abad ke 16-19). Mereka datang ke Indonesia dengan tujuan awal untuk berdagang (dalam perniagaan).