•  
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares

Last Updated on 25 October 2020 by Herman Tan

Tao Yin Shu (Hanzi : 导引术; Tradisional : 導引術; Pinyin :  Dao Yin Shu), atau ditulis juga “Tao Ying Suk”, merupakan suatu ilmu yang sudah ada sejak ±5.000 tahun yang lalu. Ini merupakan ilmu/metode yang akan memandu seseorang untuk masuk dalam sekolah ke-Dewaan, lewat upacara Dao Yin Yishi (导引仪式), yakni upacara Tao Ying, atau upacara inisiasi.

Upacara inisiasi disini adalah sebuah upacara ritus yang menjadi tanda masuk atau diterimanya seseorang ke dalam sekolah, perguruan, atau aliran spiritual, yang dalam hal ini adalah Thay Shang Men – Xiao Yao Pai Spiritual School (太上门 – 逍遥派).

A. Darimana Asal Usul Ilmu Tao Yin Shu?

Ilmu Tao Yin Shu mulai diajarkan ribuan tahun yang lalu oleh Huang Di (黃帝; Kaisar Kuning) kepada para murid2 nya. Dikatakan bahwa Huangdi mendapatkan semua itu dari Nabi Guang Chengzi (广成子). Ini tertulis dalam kitab Zhuangzi : Khe Yi, Kitab klasik medis Huangdi Neijing (黄帝内经) : Shu Wen, dan Kitab Chu Bin Yuan Hou Lun : Kuo Yen Fang.

Dalam Taoisme, Guang Chengzi sendiri diyakini merupakan “penjelmaan” dari Tai Shang Lao Jun (太上老君), selama periode Huangdi (reign 2698 – 2598 SM) dalam sejarah Tiongkok kuno.

Di Indonesia, Anda dapat belajar ilmu “Tao Yin Shu” di Thay Shang Men – Xiao Yao Pai spiritual school (screen capture : scribd)

Baca juga : Dewa-Dewi (Shen Xian) Dalam Agama Tao (Daoisme)

Menurut catatan Zhuangzi (庄子), Nabi Guang Chengzi tinggal di suatu tempat di Pegunungan Kongtong.

Pada suatu hari, Huangdi pergi mengunjunginya untuk mendapatkan pengajaran. Guang Chengzi kemudian memberikan Huangdi beberapa buku yang membahas tentang masalah filosofis, moral, dan alam, yang akan membantu sang Kaisar dalam menciptakan awal peradaban Tiongkok.

Dikatakan bahwa Guang Chengzi memiliki umur panjang, yakni sekitar ±1200 tahun. Ada pula catatan lain yang mengatakan, bahwa Guang Chengzi merupakan Penjelmaan dari Tao (道; Dao) itu sendiri, yang muncul di dunia sebanyak 3 kali, yakni :

1. Yang pertama sebagai Guang Chengzi, pada masa pemerintahan Huangdi (reign 2698 – 2598 SM).

2. Yang kedua sebagai Laozi (老子), pada periode Musim Semi dan Musim Gugur (770 – 476 SM) SM). Semasa hidup (570-470 SM), Laozi pernah menjabat sebagai ketua perpustakaan istana pada akhir jaman Dinasti Zhou. Pada masa jabatannya, Laozi banyak mendapat manfaat dengan membaca kitab2 serta catatan2 historis, sehingga wawasan beliau sangat luas.

Baca Juga :  Taoist Culture Exhibition

Kemasyuran Laozi kemudian tersebar sangat luas, sehingga Kongzi dikatakan pernah berjumpa dengan beliau sampai 3x untuk meminta pengajaran. Terdapat lukisan2  kuno yang menunjukkan bahwa kisah ini benar adanya. Berdasarkan catatan, diperkirakan bahwa Kongzi berumur lebih muda ±20 tahun daripada Laozi.

Pada waktu menjelang keruntuhan Dinasti Zhou (1046 – 256 SM), Laozi meletakkan jabatan dan meninggalkan negerinya. Beliau meninggalkan kota Luoyang, dan pergi ke arah barat dengan menunggang kerbaunya.

Ketika Laozi tiba di gerbang Han Gu (函谷关), kepala penjaga perbatasan yang bernama Lin Yinxi (林尹喜) yang telah mengetahui ketenaran Laozi, memohon kepada beliau untuk menuliskan sesuatu untuknya. Atas permintaan ini, Laozi kemudian menuliskan sebuah buku yang terdiri dari 5000 kata, yang kelak dikenal dunia sebagai Dao De Jing (道德经).

Setelah bukunya selesai, Laozi kemudian pergi. Sejak saat itu, Laozi tidak pernah terlihat lagi, dan tidak ada yang tahu keberadaannya.


Baca juga : Diskusi Antara Laozi dan Kongzi (KongHucu)

3. Yang ketiga sebagai Zhang Daoling (张道陵), seorang tokoh (life 34-156 M) yang kemudian menjadikan Tao sebagai agama di masa Dinasti Han (206 SM – 220 M).

Sampai disini, ini adalah gaya asli Dao Yin Shu, yang disebut Xian Tian Dao Yin Shu (仙天导引术; Pre Heaven DYS).

Tetapi keberadaan seni ini bagaikan legenda, karena tidak mudah untuk menemukan orang yang benar2 menguasai seni ini, dan bersedia untuk membagikannya ke orang lain, karena sejak zaman kuno, seni ini hanya menyebar di antara keluarga kerajaan dan di kalangan pertapa Tao saja.

B. Penemuan Penting di makam Ma Wang Dui : Dao Yin Tu (导引图)

Secara harafiah, Dao Yin Shu (引术) berarti “mengajari dengan cara membimbing, menuntun, mengarahkan”, dimana :

• Tao (导) artinya panduan (sebagai jalan),
• Yin (引) artinya membimbing, memimpin
• dan Shu (术) artinya seni/metode.

Oleh karena itu, Dao Yin Shu berarti seni petunjuk dalam kehidupan manusia (guidance art of human life).

Gerakan 5 hewan yang ditemukan tabib Hua Tuo

Baca juga : Tabib Hua Tuo; Tabib Setengah Dewa (Gerakan 5 Jenis Hewan Wu Qin Xi)

Dao Yin Shu (DYS) adalah seni Tao kuno dengan sejarah lebih dari 5.000 tahun. Kaisar Kuning legendaris yang bernama Huang Di (reign 2698 – 2598 SM) mempelajari seni ini dari seorang pertapa Tao, Guang Zheng Zi dari gunung Kong Tong. Demikian juga Hua Tuo (華佗), tabib Tiongkok kuno yang terkenal di jaman dinasti Han, juga berlatih seni ini.

Baca Juga :  6 Cabang Ilmu Dalam Agama Tao (Taoisme)

Dengan menggunakan pengalamannya tentang Dao Yin Shu, beliau dengan hati2 memilih gerakan dari latihan2 nya, dan membentuk sistem senam dan peregangan yang sekarang kita kenal sebagai Wu Qin Xi (五禽戲), atau Gerakan 5 Jenis Hewan (The Five Animal Frolics), yakni macan, beruang, menjangan (rusa), monyet (kera), dan burung bangau.

Pada tahun 1972-1974, di suatu penggalian kompleks makam No.3 di Ma Wang Dui (马王堆), Changsa, provinsi Hunan, Tiongkok, para peneliti arkeolog (peneliti benda2 kuno) Tiongkok berhasil menemukan sebuah lukisan bergambar (terbuat dari sutra) yang berukuran ±100 cm x 40 cm, bernama Dao Yin Tu (导引图), berstempel tahun 168 SM (sudah dikonversi ke tahun masehi).

Situs ini terdiri dari 2 bukit, yang di dalamnya terdapat 3 makam, dimana ruang2 pemakamannya terletak di kedalaman 20 meter dibawah tanah. Ini merupakan salah satu penemuan arkeologi terbesar di Tiongkok sepanjang abad ke-20.

C. Apa Saja yang Terdapat di Dalam Kompleks Makam di Mawangdui?

Di dalam kompleks makam di Mawangdui tersebut, terdapat 3 makam elit, yang masing2 diketahui adalah :

Tampak maket (miniatur) lokasi 3 makam di Mawangdui, Changsa, Hunan (foto : Museum Provinsi Hunan)

Baca juga : Funeral banner of Lady Dai (Xin Zhui)

1. Seorang pejabat tinggi sipil di wilayah Changsa pada era Dinasti Han Barat (202-9 SM), dikenal dengan Marquis of Dai (利蒼; Li Cang; Makam No.2),
2. Lady Dai (辛追; Xin Zhui; istrinya; Makam No.1),
3. dan Li Xi (利豨); Makam No.3; seorang pria berusia 30-an, yang diduga sebagai putra/kerabat mereka).

Beliau sendiri meninggal pada tahun 186 SM, sementara istri dan putranya meninggal pada tahun 163 SM. Lady Dai sendiri diperkirakan berusia 50-an tahun ketika ia meninggal.

Makam Li Cang (makam No.2, digali Desember 1973) ketika ditemukan tidak dalam kondisi baik, dimana makamnya telah dihancurkan, dan sebagian besar isinya telah diambil oleh para perampok kuburan. Di dalam makamnya hanya ditemukan segel (seal), beberapa barang berpernis (bejana), beberapa tembikar, dan beberapa senjata (seperti pisau belati).

Namun, jasad dan benda2 yang terdapat di makam istri dan putranya masih sangat terawat dan utuh. Para arkeolog menyimpulkan bahwa waktu pembangunan makam No. 2 lebih awal daripada makam No. 1.

Baca Juga :  Legenda 8 Dewa (Baxian)

Sementara makam Xin Zhui (makam No.1, digali Desember 1971) sendiri dimakamkan dalam 4 peti mati yang saling bertumpuk, dimana sebuah spanduk pemakaman (funeral banner) yang terbuat dari kain sutra berbentuk huruf “T”, menutupi bagian paling bawah dari peti mati.

Pada spanduk tersebut terdapat lukisan/simbol yang melambangkan langit, bumi, dan dunia bawah. Di dalam makam utamanya juga terdapat 4 kompartemen yang mengelilinginya. Pada kompartemen atas, arkeolog menemukan bantal, sandaran tangan, dan tongkat jalannya. Di kompartemen itu juga berisi makanan2 yang telah mengering, yang disiapkan untuknya di akhirat.

Sementara di kompartemen lain, terdapat ratusan artefak2 berharga, seperti 1 set peralatan kosmetik lengkap, pakaian sutra, kain sulaman, tembikar2, barang2 dari kayu berpernis, perlengkapan2 dari bambu/kayu, aneka figur patung kayu, beberapa alat/instrumen musik, sebuah cermin perunggu, dan sebuah segel (stempel).

Kini jasad dan barang2nya telah dipindahkan, dan berada di bawah perawatan Museum Hunan, Tiongkok.

Tampak peti kayu bagian luar di dalam ruang peti utama, yang dikelilingi oleh 4 kompartemen. Makam ini berdimensi 672 x 488 x 280 cm (foto : Museum Provinsi Hunan)

Baca juga : Dinasti Han, Dinasti Kekaisaran Terpanjang (Terlama) di Tiongkok

Sedangkan di makam No.3 (terletak di bawah makam No.1), berisi makam seorang pria yang meninggal pada 168 SM. yang dipercaya sebagai kerabat/putra dari Li Cang dan istrinya. Di dalamnya terdapat banyak sekali manuskrip militer, peta2 topografi, teks2 sejarah dan astronomi, yang ditulis/digambar di atas kain sutra dan potongan bambu.

Selain itu, ditemukan juga puluhan senjata (seperti busur, crossbow, anak panah, pedang, dan tombak). beberapa alat musik, ratusan barang berpernis, ratusan patung kayu, beberapa gulungan kain sutra, cermin, sisir, dsb, yang jumlahnya diperkirakan ±1000 objek.

Pada makam itu juga berisi berbagai teks medis, termasuk lukisan penggambaran latihan taoyin. Naskah itu digali pada November 1973, bersamaan dengan dokumen2 lain, seperti Chunqiu Shiyu. Setelah penggalian, makam No. 1 & 2 di timbun kembali, sedangkan makam No. 3 dibuka untuk umum setelah perawatan dan pembangunan perimeter luar.

D. Lukisan Dao Yin Tu di Mawangdui

Sewaktu ditemukan pada saat penggalian, lukisan ini tidaklah utuh dan telah terpotong2. Setelah disusun ulang, terdapat 44 pola panduan gerakan tubuh, disusun dalam 4 lapisan dari atas ke bawah. Setiap lapisan memiliki 11 gambar karakter berwarna, yang kemungkinan dilukis dengan kuas halus.

Baca Juga :  Manusia Berumur 256 tahun
Tampak praktisi Taoisme yang sedang berlatih Tao Yin, pada lukisan bersejarah Mawangdui yang berasal dari Dinasti Han 202 SM-220 M. (Foto lukisan : baike.baidu)

Baca juga : Perkembangan Agama Tao di Indonesia : Perguruan Thay Shang Men – Xiao Yao Pai

Lukisan ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-3 SM (tahun pemerintahan sudah dikonversi ke tahun Masehi).

Pada lukisan Mawangdui (馬王堆帛書; Mawangdui Boshu), terdapat gambar2 berwarna dari 44 tokoh figur dalam posisi berdiri dan duduk, sambil melakukan latihan daoyin. Setiap gambar mewakili metode panduan independen, dan terdapat teks sederhana di setiap sisi gambar untuk menandai namanya (teknik gerakan tersebut).

Terdapat 31 macam gaya yang masih bisa dibaca dalam deskripsi teks, beberapa diantaranya menunjukkan diagram panduan untuk pengobatan rasa sakit, meredakan nyeri, mengatasi ketulian, mengatasi penyakit demam, dsb.

Daoyin tidak hanya terkait erat dengan pengobatan nyeri lutut di tungkai, pengobatan perut pada sistem pencernaan, atau pengobatan mata dan telinga pada wajah, namun juga pengobatan pada penyakit2 menular tertentu.

Lukisan ini juga mencerminkan keragaman teknik olah kebugaran pada jaman itu, yang digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Dalam lukisan, terdapat bentuk2 gerakan yang melibatkan lengan dan kaki, seperti panduan cara berdiri dan duduk, dan panduan dengan menggunakan peralatan (seperti tongkat), yang digunakan untuk melakukan gerakan menekuk dan memutar, dengan tongkat di kedua tangan.

Ada pula gerakan memutar dan melipat pinggang, dengan bola di bawah kaki, yang juga merupakan salah satu bentuk gerakan dengan menggunakan peralatan (tools). Sebagian lainnya terlihat meniru gerakan2 hewan, seperti burung, beruang, kera, dsb.

Contohnya, ada 1 gerakan yang menyerupai gerakan burung bangau, yang menurut para ahli kesehatan, bisa dipakai untuk sakit jantung, nyeri dada, dan bengkak. Ada pula gerakan latihan untuk mengobati sakit mata, dimana gerakan ini bisa merangsang aliran darah.

Ini menandakan bahwa “Gerakan 5 Hewan” dari tabib legendaris Hua Tuo mungkin memiliki hubungan historis dengan gerakan2 dalam lukisan Dao Yin Tu di Mawangdui. Aneka gerakan yang terdapat dalam lukisan Mawangdui ini dapat dikatakan sebagai bentuk “senam olahraga kuno” paling awal (tertua di dunia), yang berhasil ditemukan oleh para peneliti/arkeolog.

Tampak pada video diatas, seorang sejarawan asal Inggris yang ketika menyambangi Tiongkok pada 2019 lalu, juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke makam Mawangdui di Changsa, dan ke museum tempat penyimpanan hasil2 dari penggalian tersebut (Courtesy : China Relics Decoded @National Geographic Channel).

Baca Juga :  Dewi Tian Shang Sheng Mu [Ma Zu; Mak Co]

Ini adalah bagan latihan fisik paling awal di dunia sejauh ini, dan menggambarkan sistem medis yang tidak bergantung pada faktor2 eksternal, seperti obat2an, pembedahan atau perawatan, melainkan hanya memanfaatkan faktor2 internal untuk mencegah timbulnya penyakit.

“Gambar2 itu termasuk pria dan wanita berbagai usia, ada yang berpakaian, ada yang telanjang dada. Postur dan gerakan mereka berbeda satu sama lain. Sebagian terlihat dalam posisi duduk, sebagian lainnya dalam posisi berdiri.

Sebagian besar tekniknya adalah latihan dengan tangan kosong, sementara yang lain terlihat sedang berlatih Daoyintu dengan menggunakan peralatan. Keduanya dipandu dengan gerakan pernapasan (breathing movement guidance).”

Pada penggalian yang dilakukan di makam para bangsawan Dinasti Han tersebut juga terdapat banyak barang2 kuno yang berharga. Penemuan ini adalah informasi yang sangat berharga, untuk memahami bagaimana perkembangan Dinasti Han secara keseluruhan.

Jadi, Tao Ying Suk sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu, sayang kemudian hanya sedikit orang yang memahaminya (修道寶鑑 hal. 116).

Tampak pada video dibawah, olah tubuh yang diperagakan oleh seseorang, yang mencoba meniru gaya/gerakan lukisan di Mawangdui. Sekilas, gerakan2 ini hampir serupa/mirip dengan gerakan Tai chi modern.

Dari terjemahan teks2 dokumen tersebut, menunjukkan bahwa orang2 Tiongkok kuno sejak awal sadar akan perlunya latihan pernapasan preventif dan korektif. Latihan dapat dibagi menjadi 3 kategori :

1. Postur latihan tubuh, seperti peregangan lengan dan kaki, membungkuk, melompat, menari, latihan pernapasan dan menggunakan berbagai peralatan seperti tongkat dan bola.
2. Gerakan2 dalam Wuqinxi, yakni meniru gerakan2 hewan, seperti macan, beruang, menjangan (rusa), monyet (kera), dan burung bangau.
3. Latihan yang ditargetkan pada pengobatan penyakit tertentu.

Latihan Daoyin yang khas akan melibatkan gerakan lengan dan tubuh dalam durasi waktu tertentu, dengan pernafasan yang terkontrol. Setiap latihan dirancang dengan tujuan yang berbeda, misalnya meningkatkan efek ketenangan pikiran, atau peningkatan kapasitas paru-paru.

Lebih jauh lagi, penelitian yang dilakukan oleh sekelompok sejarawan Tiongkok dari Akademi Sains China (CSA) di Beijing, baru2 ini mengungkapkan bukti keberadaan Dao Yin Shu, yang ditunjukkan dalam tulisan perunggu (Jin Wen), dimana dapat ditelusuri kembali hingga ke masa awal2 dinasti Zhou (1199 SM).

“Tao Ying Suk dapat dikatakan (sebagai) suatu ilmu yang melatih bagian dalam dan luar badan. Gerakan2 nya juga memenuhi syarat2 biologis. Selain dapat mencegah serangan penyakit2, menangkis serangan2 lain, juga dapat menambah kepercayaan diri dan masuk Tao.” (修道寶鑑 hal. 142)

Dao Yin Shu di Mawangdui ini dapat dikatakan/digolongkan sebagai Hou Tian Dao Yin Shu (后天导引术; post heaven TYS).

Baca Juga :  Pemerintah Tiongkok Restui Kebangkitan Daoisme di Negaranya

E. Apa Itu Tao Yin Shu?

Sejak kapan Tao Ying Suk itu ada? Detail sejarahnya yang asli sudah tidak dapat ditelusuri kembali. Namun di setiap Dinasti, tetap ada penerusnya. Tao Yin Shu adalah salah satu seni ilmu kuno dalam Taoisme, yang diciptakan oleh para nabi di jaman dulu, ribuan tahun yang lalu di Tiongkok.

Li Shanghu shifu 李尚湖师父 (foto : spiritualuniversal.blogspot)

Baca juga : Tao Yin Tu (导引图); Penemuan Penting di Penggalian Makam Ma Wang Dui (马王堆)

Yang disebut Wu Jin Ce Si (5 gerakan hewan) oleh tabib Hua Tuo, itu hanya sebagian dari gerakan2 ilmu tersebut. Karena yang pernah di Tao Ying, waktu mereka berlatih Sen Kung, memang ada yang menunjukkan gerakan2 tadi.

Bagi yang kurang mengerti, lalu mengira ilmu itu hanya meniru gerakan hewan2 untuk menyehatkan badan saja. Sebetulnya tidaklah selalu demikian. perlu dialami dan dijalani sendiri, barulah mengerti apa yang sebetulnya terkandung di dalam semua itu.

Dulunya ilmu Tao Yin Shu hanya menyebar di antara keluarga kerajaan dan di kalangan para pertapa Tao saja. Ilmu ini dipelajari sebagai cara hidup preventif untuk kesehatan dan umur panjang. disimpan di dalam istana, serta sangat dirahasiakan. Lalu bagaimana bisa dipelajari oleh rakyat/orang awam?

Hal ini karena runtuhnya satu dinasti, lalu berganti ke dinasti yang lain, dimana menteri2 dan keluarga kekaisaran dari dinasti yang kalah perang melarikan diri ke luar ibukota, lantas berbaur dengan masyarakat biasa. Ketika melarikan diri, mereka dilindungi oleh orang2 dalam masyarakat tersebut.

Dalam proses berbaur inilah, seni ilmu ini mulai dibagikan (kepada orang2 dekat mereka) dan mulai disebarluaskan di kalangan rakyat biasa. Namun, karena kebanyakan pemimpin di kalangan rakyat saat itu egois, maka ilmu inipun hanya disimpan untuk diri sendiri.

Dari sebab2 inilah, maka ilmu Tao Yin Shu dianggap sebagai pusaka oleh kerajaan2 dari jaman ke jaman. Meski di kalangan masyarakat pun juga ada yang belajar, tetapi sudah merupakan ilmu yang sangat rahasia sifatnya, sehingga jarang ada yang mengenalnya.

Baca Juga :  Pendeta Tao Qiu Chuji

Lagipula, pertapa2 Tao waktu itu juga sangat hati2 mencari murid. Terkadang seumur hidup hanya mengajari beberapa murid untuk bersama2 menikmati dan mendalaminya.

Kutipan penjelasan Li Shanghu shifu 李尚湖师父 tentang asal usul Tao Yin Shu, yang dikatakan berasal dari masa Tiongkok kuno.

Dalam Agama Tao, sejak jaman dahulu Dao Yin Shu dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :

1. Dao Yin Shu Shen Gong (Kedewaan)

Pada jaman dahulu, Dao Yin Shu merupakan ilmu yang bersifat sangat rahasia di dalam Agama Tao. Ilmu ini hanya diturunkan dari guru ke murid (beberapa orang saja) dan dilakukan secara lisan saja, sehingga sulit ditemukan dalam buku2 di luar Kitab Agama Tao. Karena “Shu” disini memang berisi Zhen Yen (cenyen) khusus.

Dao Yin Shu jenis pertama ini merupakan cara khusus bagi murid2 yang belajar Agama Tao.

Melalui Dao Yin Shu mereka bisa berkomunikasi dengan Dewa-Dewi (神仙; Shen Xian), dan mendapatkan bimbingan langsung dari ilahi (Hu Fak Shen/Fu Fak Shen) lewat gerakan2 olah tubuh (神功; Shengong), olah pernapasan untuk menghimpun energi Chi (气功; Qigong), dan olah pikiran (静坐; Jingzuo) atau meditasi.

Umat Agama Tao (atau umat kelenteng) yang ingin belajar Dao Yin Shu (menjadi taoyu, 道友), harus dilakukan proses inisiasi lewat upacara Dao Yin Yishi (导引仪式), yaitu pemberian Dao Yin/Tao Ying oleh seorang Sifu (师父) atau Daoshi (道师).

Karena pada jaman dahulu, ilmu Dao Yin Shu hanya diturunkan dari mulut ke mulut, maka hanya sedikit orang yang tahu hal ini, dan memang tidak banyak kitab yang menuliskan tentang ilmu ini.

Namun di Indonesia, oleh Li Shanghu Shifu (李尚湖师父), ilmu Kedewaan Dao Yin Shu sekarang ini sudah diajarkan secara terbuka, bagi semua orang yang benar2 ingin mempelajarinya!

Jika ilmu ini dulunya adalah rahasia, mengapa Shifu memiliki ide untuk membuat keputusan yang begitu besar, untuk membagikan / menyebarkan ilmu ini kepada semua orang? Padahal di Tiongkok sendiri, ilmu ini sudah punah.

Ini karena sebagai orang2 keturunan Tionghoa yang berada di negeri asing*, tentu ini adalah suatu keharusan bagi mereka untuk menguasai suatu ilmu keterampilan untuk jaga diri, agar bisa bersaing dengan orang lain.

Baca Juga :  Upacara Kematian Dalam Agama Tao "Rulian Yishi"

*Huaqiao (华侨; orang2 Tiongkok yang berada di luar negeri, atau keturunan2 dari mereka yang menjadi perantau).

Baca juga : Tao Yin Tu (导引图); Penemuan Penting di Penggalian Makam Ma Wang Dui (马王堆)

2. Dao Yin Shu Sheng Xue (Kemanusiaan)

Dao Yin Shu yang kedua ini merupakan kumpulan dari cara2 untuk memelihara kesehatan manusia secara optimal. Kumpulan dari “Shu” ini banyak ragamnya. Golongan2 yang telah diketahui oleh masyarakat luas, diantaranya :

♦ Dao Yin Shu yang khusus mempelajari olah tubuh, misalnya Wu Qin Xi (五禽戲).
♦ Dao Yin Shu yang khusus mempelajari olah Chi (pernapasan), misalnya Qi Gong (气功).
♦ Dao Yin Shu yang khusus mempelajari olah Yi Nian (ketenangan batin), misalnya Jing Zuo (静坐).

♦ Dao Yin Shu yang khusus mempelajari fisio-terapi (An Mo), misalnya Lao Zi An Mo Fa, 44 jurus.
♦ Dao Yin Shu yang khusus mempelajari olah makan dan minum (Pi Ku).

Dalam perjalanan sejarahnya, Dao Yin Shu jenis ini telah banyak beredar dalam kehidupan masyarakat luas, bahkan ada yang sudah tercampur dengan konsep2 dari agama lainnya.

Semua itu bisa dimengerti, karena memang cara hidup tokoh2 Agama Tao dari jaman dahulu sampai sekarang, selalu merupakan suatu hal yang menarik perhatian umat manusia yang ingin selalu bisa menjaga kesehatan badannya secara prima.

Oleh karena itu, Dao Yin Shu Shen Gong (Kedewaan) tetap merupakan Shu yang dirahasiakan, dan hanya Dao Yin Shu kemanusiaan inilah yang boleh diajarkan oleh umat Agama Tao kepada masyarakat awam, dengan tujuan membantu menjaga kesehatan masyarakat pada umumnya.

Referensi :

Baike Baidu – 导引术, 导引图
Funeral banner of Lady Dai (Xin Zhui)
Spiritualuniversal.blogspot.com – Dao Yin Shu (导 引 术)
Siutao.com – Pengenalan Tao

Taobali.org – Guang Chengzi, Laozi
Scribd – Dao Yin Shu/Dao Ying Suk
Wikipedia – Daoyin, Mawangdui, Mawangdui Silk Texts
Wikipedia Li Cang & Xin Zhui

• Buku 修道寶鑑 (2014 ver.)

Catatan : Ini merupakan artikel rintisan. Pembaca dapat membantu kami dengan mengembangkannya. Artikel ini rutin diperbarui, jadi pastikan untuk mengakses versi terbarunya 🙂


  •  
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *