Last Updated on 24 September 2021 by Herman Tan

Patung Dewa Guan Yu (Hanzi : 关羽) seberat 1320 ton baru saja diresmikan pada 11 Juli 2016 lalu di kota Jingzhou, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Patung yang dikenal masyarakat sebagai ‘Dewa Perang’ ini dibuat oleh perancang terkenal Han Meilin setinggi 190 kaki atau 58 meter, dan terbuat dari 4000 keping lempeng tembaga yang terpaku di sisi tubuh patung!

Desain alas dari Patung Guan Yu sendiri terlihat seperti sebuah kapal perang. Di dalam area bangunan alas seluas 83.000 m² itu terdapat museum dan kuil khusus untuk menghormati Beliau.

Patung ini divisualisasikan tampak seperti sedang mengawasi keadaan kota beserta penduduknya, dengan jenggot panjang yang terurai dan mantel yang mengalir; lengkap dengan senjata goloknya yang terhunus (关刀; Guan Dao).

Sementara berat senjatanya Green Dragon Crescent saja mencapai 136 ton!

Patung Guanyu 1
Tampak Patung Guan Yu yang dibangun di pinggiran sebuah danau (foto : boredpanda.com)
Patung Guanyu 2
Tampak bagian alas dari patung menyerupai kapal yang sedang berlayar di lautan
Patung Guanyu 3
Tampak wajah Guan Yu yang terlihat garang, sambil memegang sebilah golok yang terhunus
Patung Guanyu 4
Pada bagian alasnya sendiri terdapat museum dan kuil untuk menghormati Beliau
Patung Guan Yu 6
Tampak konstruksi patung Guan Yu yang sedang berlangsung
Patung Guan Yu 7
Konstruksi patung beserta alasnya ini diperkirakan memakan waktu 2 tahun (credit all photos : boredpanda.com)

Baca juga : Legenda Dewa Kwan Kong (Guan Yu)

Jenderal Guan Yu hidup pada periode zaman 3 Negara (三国; Sam Kok), dan disembah oleh banyak orang diseluruh dunia (chinese people and descendant), baik dari kalangan putih maupun hitam (mafia).

Beliau dipercaya sebagai salah satu Dewa pelindung dan pemberi kekayaan; serta dihormati karena rasa KESETIAAN-Nya yang tinggi.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!